Mengenal Buah Benda dan Aneka Manfaatnya untuk Kesehatan


Buah benda (Artocarpus elasticus) mungkin tidak populer, dan bisa jadi banyak orang yang belum mengenal atau mendengar namanya. Kenyataannya, buah benda memang tergolong buah langka, khususnya di Indonesia. 

Pohon benda termasuk dalam famili Moraceae dan genus Artocarpus. Benda juga masih berkerabat dengan nangka, sukun, dan cempedak. Namun, dibandingkan tiga buah tersebut, buah benda paling tidak terkenal. Atau, bisa jadi orang mengenal buah benda dengan nama lain, karena beberapa wilayah di Indonesia punya sebutan masing-masing dalam menyebut buah satu ini.

Di Jawa, misalnya, buah benda disebut bendho. Di Mentawai disebut kalam, di Karo disebut torop, di Minangkabau disebut tarok, di Sunda disebut teurup, di Madura disebut kokap, di Makassar disebut taeng, di Lampung disebut torop, dan orang-orang Melayu menyebut buah ini dengan nama bakil. 

Di luar itu, bisa jadi ada nama-nama lokal lain yang biasa digunakan orang-orang setempat. Bahkan orang Malaysia pun memiliki nama sendiri dalam menyebut buah benda. Di sana, buah ini disebut tekalong atau terap.

Pohon benda berukuran sedang, dengan tinggi mencapai 45 meter, dengan batang yang bercabang hingga mencapai ukuran 30 meter. Umumnya, musim bunga pohon ini berlangsung pada Juni sampai Agustus, dan akan berbuah sekitar bulan Oktober-Desember.

Buah benda memiliki warna cokelat kekuning-kuningan, dengan permukaan dihiasi duri-duri runcing, lunak, pendek, dan agak lengket. Saat dimakan, buah benda terasa segar. Di dalam buah terdapat biji, dan biji buah ini dapat dimakan setelah digoreng atau direbus. Di beberapa tempat, buah benda kadang juga dijadikan gulai. Sementara getah buah benda banyak digunakan sebagai perekat untuk menjerat burung di alam liar.

Meski buah benda mungkin kurang populer bagi sebagian orang, namun buah ini telah lama dikenal banyak orang di beberapa wilayah tertentu. Tidak hanya dikenal sebagai buah yang unik, namun juga dikenal sebagai buah yang memiliki khasiat dalam pengobatan. Beberapa bagian tumbuhan benda dapat digunakan sebagai tanaman obat. Bagian yang dimanfaatkan antara lain getah, kulit batang sebelah dalam, biji, daun, dan buahnya.

Orang-orang Suku Mentawai, misalnya, telah lama diketahui memanfaatkan buah benda untuk dijadikan minyak rambut. Kulit batang pohon benda juga berkhasiat sebagai obat sakit perut. Sementara getah buah benda dapat dimanfaatkan sebagai obat diare atau mencret. 

Bahkan, buah benda dipercaya dapat menjadi sarana kontrasepsi alami. Jika Anda menyeduh buah ini dengan air panas, lalu rutin meminumnya (satu kali sehari dalam tiga hari berturut-turut), maka Anda dan pasangan dapat membatasi jumlah kelahiran anak.

Daun dan buah benda mengandung saponin dan polifenol, serta flavonoida. Di wilayah Pattani, Thailand, daun benda dipergunakan untuk mengatasi cacing gelang dengan cara pemakaian lokal.