Mengapa Uang Kertas Rp 2.000 dan Rp 20.000 Sangat Mirip?


Ketika Bank Indonesia menerbitkan uang emisi baru, salah satu hal yang banyak dibicarakan orang adalah kemiripan antara uang kertas Rp2.000 dan Rp20.000. Dilihat sekilas, dua uang berbeda nominal itu memang mirip. Sebegitu mirip, hingga tidak sedikit orang yang keliru menggunakannya. Ketika perlu membayar Rp2000, yang diambil malah yang Rp20.000, atau sebaliknya.

Kekeliruan semacam itu bisa terjadi karena kurang teliti, karena terburu-buru, atau karena hal lain. Yang jelas, kekeliruan semacam itu juga terjadi karena penampilan dua uang kertas itu memang memiliki kemiripan. Mengapa uang Rp2.000 dan Rp20.000 sangat mirip?

Jika dilihat sekilas, uang Rp 2.000 dengan Rp 20.000 sepertinya memang sama. Meski begitu, tampilan kedua uang tersebut sebenarnya berbeda. Tapi karena masyarakat menganggapnya mirip, sebagian orang sampai ada yang mengusulkan agar uang yang mirip itu diganti dengan tampilan lain, agar lebih mudah dibedakan.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Agusman, menjelaskan bahwa otoritas moneter akan selalu sosialisasi ke masyarakat terkait uang kartal (kertas dan logam). Namun, untuk saat ini, BI memastikan tidak ada rencana mengganti atau mengubah uang rupiah emisi 2016 tersebut. 

"Tidak ada rencana penggantian. Tapi tentu kami sosialisasi terus-menerus ke masyarakat," kata Agusman. 

Dia juga meminta ke masyarakat untuk tetap teliti sebelum menggunakan uang. Hal ini untuk mencegah sesuatu yang tidak diinginkan, seperti kekeliruan dalam membayar. 

Berdasarkan laman BI, uang Rp 2.000 dengan Rp 20.000 jelas memiliki perbedaan. Warna dominan di uang Rp 2.000 adalah abu-abu, sementara di uang Rp 20.000 adalah hijau. 

Selain itu, pada uang Rp 2.000 terdapat gambar pahlawan Mohammad Hoesni Thamrin. Dan di sisi lainnya terdapat gambar seseorang sedang melakukan Tari Piring. 

Sedangkan di uang Rp 20.000 terdapat gambar pahlawan Dr GSSJ Ratulangi dan di sisi lainnya adalah gambar Tari Gong, pemandangan alam Derawan, dan Bunga Anggrek Hitam.

Dari segi ukuran, uang Rp 2.000 sebesar 141 x 65 mm, sedikit lebih kecil dibandingkan Rp 20.000 yang memiliki ukuran 147 x 65 mm. 

Adapun secara khusus, pada uang rupiah tentunya memiliki ciri-ciri tertentu untuk membedakan dengan yang palsu. Cetakan terasa kasar apabila diraba, apabila diterawang ke arah cahaya, Logo BI akan terlihat utuh (rectoverso), serta pada gambar pahlawan dan ornamen terdapat bagian tanda air. 

Gambar tersembunyi juga dapat terlihat dari sudut pandang tertentu, akan berubah warna apabila dilihat dari sudut tertentu. Dan apabila disinari lampu ultra violet, beberapa elemen, baik yang tampak maupun tidak tampak, akan terlihat memendar.