Mengapa Laki-laki Mengalami Mimpi Basah? Ini Penjelasan Ilmiahnya


Mimpi basah merupakan proses ejakulasi alami saat tidur. Air mani yang mengandung sperma keluar, namun hanya membasahi celana dalam. Bedakan dengan ngompol yang bikin kasur banjir.
 
Mekanisme Normal

Pada masa pubertas, tubuh anak laki-laki mulai menghasilkan banyak hormon khas pria, bernama testosteron. Hormon ini memicu perubahan tubuh. Bahu melebar dan otot-otot berkembang. Keringat juga lebih banyak, akibatnya masalah bau badan kerap terjadi. 

Hormon testosteron juga menghasilkan lebih banyak minyak di kulit, sehingga rentan berjerawat. Dan akhirnya, testosteron memicu produksi sperma. Sel mikron inilah yang kelak membuat pria bisa memiliki keturunan.
 
Bagi pria, mimpi basah merupakan cara alami tubuh membersihkan sperma matang. Sperma memiliki “tanggal kadaluwarsa”. Apabila sudah lama tidak ejakulasi, tubuh pria akan membuang sperma lama agar memberi tempat sperma segar yang siap membuahi sel telur atau ovum pada tubuh wanita.

Seiring bertambahnya usia, pria akan semakin jarang mengalami mimpi basah. Apalagi pria yang sudah menikah dan rutin berejakulasi bersama sang istri. Rinciannya sebagai berikut: 

Laki-laki lajang usia 15 tahun: tiga minggu sekali.
Laki-laki berusia 20 tahun yang sudah menikah: sebulan sekali.
Laki-laki lajang berusia 40 tahun: enam minggu sekali.
Laki-laki berusia 50 tahun menikah: setiap dua bulan sekali.

Intinya, orang dewasa masih mengalami mimpi basah, hanya saja tidak sebanyak remaja yang produksi testosteronnya melimpah.
 
Sudah Usia 20-an Belum Mimpi Basah
 
Apa jadinya bila seorang pria berusia 20 tahunan pernah mengalami mimpi basah? Tentu dia akan merasa aneh. Pengetahuan alami cara berhubungan intim tidak dia dapatkan. Wajar saja jika ada bujang yang belum pernah mimpi basah jadi cemas.
 
Mimpi basah berhubungan dengan seberapa sering ejakulasi, baik secara alami melalui hubungan suami istri atau masturbasi. Orgasme secara teratur (2-3 kali seminggu) dapat mengurangi kebutuhan tubuh untuk mengeluarkan sperma lama. Kebiasaan tidur tengkurap juga memungkinkan mimpi basah tanpa disadari.

Penting juga untuk memerhatikan tanda-tanda pubertas yang normalnya sudah terlihat seperti perubahan suara menjadi lebih berat akibat tumbuh jakun dan testis atau buah pelir yang bertambah besar. Apabila tiada juga tanda-tanda pubertas itu, bisa jadi ada gangguan hormonal. Berkonsultasi pada andrologi merupakan jalan yang baik untuk mengetahui penyebab keganjilan itu.