Mengapa Bus Sering Mengalami Kecelakaan di Tanjakan?


Jalan raya tidak selamanya mulus datar. Sering kali, saat melaju di jalan raya, kita harus menghadapi tanjakan atau turunan. Semakin tinggi tanjakan yang dilewati, semakin berat kendaraan kita melaju. Sebaliknya, semakin curam turunan yang harus dilalui, semakin keras upaya kita dalam mengendalikan laju kendaraan agar tidak “bablas”. Dalam hal itu, pengendalian rem sangat perlu diperhatikan.

Terkait tanjakan dan turunan di jalan raya, kita kerap mendengar berita mengenai kecelakaan bus yang terguling atau mengalami kecelakaan saat melewati tanjakan. Baru-baru ini, misalnya, ada kecelakaan bus di tanjakan Emen, yang bahkan sampai menewaskan beberapa orang. Dan itu bukan kecelakaan pertama. Di tempat yang sama, juga di tempat-tempat lain, kerap terjadi kecelakaan bus saat melewati tanjakan.

Mengapa bus sering mengalami kecelakaan saat di tanjakan?

Rem blong pastilah jawaban yang akan diberikan dari pihak yang berwajib. Apakah itu benar? Sangat benar. Namun, tetap saja ada faktor kenapa rem bus bisa blong saat di tanjakan. Ini bukan karena diganggu demit atau hal mistis lainnya. Tapi ada alasan kongkrit.

Sebagaimana kita ketahui, bus (dan juga truk) menggunakan udara sebagai alat pengereman. Berbeda dengan mobil atau motor (apalagi becak) yang menggunakan kawat atau minyak sebagai media pengantar dari pedal rem menuju kampas rem.

Kenapa udara digunakan untuk kendaraan besar dan berat, seperti bus dan truk? Dengan menggunakan udara, sang pengemudi tidak perlu mengeluarkan tenaga lebih saat menginjak rem. Proses pengereman akan lebih ringan dibandingkan dengan mobil biasa atau motor (apalagi becak).

Namun, udara ini memiliki kekurangan dibandingkan kawat atau minyak rem, yaitu jumlahnya yang tidak tetap di dalam tangki udara. Jika kita sering mendengar desisan atau letupan saat bus tengah melaju (baik selepas mengerem atau tidak), saat itulah jumlah udara dalam tangki berkurang.

Untuk mengisi kekurangan itu, setiap bus pasti memiliki kompresor yang akan selalu mengisi tangki dengan udara. Lantas, kenapa bisa terjadi rem blong saat di tanjakan?

Alasannya karena udara dalam tangki kurang atau kosong, karena banyaknya pengereman saat melewati turunan atau tanjakan. Kompresor mungkin saja tidak bekerja dengan baik atau lambat dalam mengisi udara tersebut, sehingga membuat rem tidak bekerja beberapa saat.

Biasanya, pada mesin yang menggunakan udara, akan ada indikator untuk mengecek jumlah udara pada tangki. Jika kurang, maka tidak akan bekerja dengan baik, dan bahkan bisa terjadi overload. 

Pemeliharaan mesin-mesin bus adalah hal wajib bagi penyedia jasa kendaraan. Ini menyangkut soal keselamatan. Selain itu, ada baiknya kita mengingatkan kepada supir untuk tidak terlalu mengebut saat melewati tanjakan atau turunan. Selain terdapat banyak blind-spot, kecepatan yang tinggi sangat sulit untuk dikendalikan.

Jaga keselamatan di jalan, dan selalu berdoa.