Memahami Bahaya Obat Nyamuk Bakar dan Obat Nyamuk Semprot


Salah satu hal yang kerap mengganggu tidur adalah nyamuk. Jangankan saat kita tidur, bahkan saat kita masih terjaga pun nyamuk sudah aktif mengganggu. 

Hewan-hewan kecil itu beterbangan ke sana kemari, menggigit kulit kita, menimbulkan gatal, bentol, bahkan tidak jarang juga memicu masalah penyakit. Dalam upaya mengusir nyamuk itulah, banyak orang yang kemudian menggunakan obat nyamuk.

Saat ini, ada berbagai jenis obat nyamuk yang biasa digunakan. Ada obat nyamuk bakar, obat nyamuk semprot, obat nyamuk oles, sampai obat nyamuk elektrik. Pada prinsipnya, semua obat nyamuk—dalam apa pun jenisnya—memiliki khasiat yang sama, yaitu untuk membunuh atau mengusir nyamuk. 

Bedanya hanya pada kemasan atau cara pemakaian. Karena memiliki fungsi yang sama, masing-masing obat nyamuk itu pun memiliki kandungan yang relatif sama. Menyangkut bahan atau kandungan obat nyamuk, ada yang perlu diperhatikan, karena dapat membahayakan manusia.

Obat nyamuk mengandung bahan aktif yang termasuk golongan organofosfat. Bahan aktif itu adalah dichlorovynil dimethyl phosfat (DDVP), propoxur (karbamat), dan diethyltoluamide, yang merupakan jenis insektisida pembunuh serangga. 

Memang tidak semua bahan aktif tersebut dalam bentuk yang murni, karena telah diberi zat tamabahan, yang bisa berupa pewarna, pengawet, atau juga pewangi. 

Bahan-bahan aktif dalam obat nyamuk umumnya memiliki bau tidak sedap, karena itulah diberi pewangi untuk menghilangkan bau tak sedap tersebut. Yang menjadi masalah, bahan-bahan tambahan itu pun bisa memiliki dampak negatif bagi kesehatan manusia, sehingga masalah yang ditimbulkan obat nyamuk jadi bertambah.

Seperti yang dinyatakan di atas, masing-masing obat nyamuk memiliki tujuan yang sama, meski bentuknya berbeda. Obat nyamuk semprot ditujukan untuk membunuh nyamuk. 

Obat nyamuk bakar atau elektrik ditujukan untuk mengusir nyamuk. Sedangkan obat nyamuk oles ditujukan agar kulit tidak diganggu nyamuk. Karena tujuannya sama, maka zat racun yang dikandungnya pun relatif sama. 

Meski begitu, dosis pada tiap obat nyamuk berbeda satu sama lain. Dari konsentrasi atau komposisi, bahan aktif pada obat nyamuk terdiri dari konsentrasi ringan sampai berat, dari yang kurang toksid sampai yang lebih toksid. Yang jelas, semua itu juga tergantung pada kadar konsentrasi dan jumlah pemakaian. 

Misalnya, kadar konsentrasi bahan aktif obat nyamuk semprot mungkin sedikit, tetapi kalau disemprotkan berulang kali tentu kadarnya akan bertambah banyak. Obat nyamuk yang memiliki kadar demikian mungkin bisa mematikan nyamuk dengan cepat, tetapi juga membahayakan kesehatan manusia.

Dalam hal obat nyamuk, risiko terbesar ada pada obat nyamuk bakar, karena secara langsung mengeluarkan asap yang dapat terhirup. Sementara obat nyamuk semprot berbentuk cair memiliki konsentrasi berbeda, karena cairan yang dikeluarkan akan diubah menjadi gas. 

Artinya, dosisnya lebih kecil. Sementara dosis obat nyamuk elektrik lebih kecil lagi, karena bekerja dengan cara mengeluarkan asap, tetapi dengan daya elektrik. Karena itu pula, semakin kecil dosis bahan zat aktif, makin kecil pula bau yang ditimbulkan, serta semakin minim kemungkinan mengganggu kenyamanan manusia.

Orang-orang dewasa bisa dibilang tidak terlalu sensitif dengan obat nyamuk, meski ada sebagian yang begitu. Namun, bayi dan anak balita tergolong rentan terhadap obat nyamuk. 

Hal itu bisa terjadi karena karena organ-organ tubuhnya belum sempurna, daya tahan tubuhnya belum baik, refleks batuknya pun belum baik, dan sebagainya. Bahkan, bisa lebih berbahaya lagi pada anak yang alergi dan punya bakat asma.

Saat digunakan, bahan aktif obat nyamuk masuk ke dalam tubuh—bisa melalui pernapasan atau kulit—ke peredaran darah. Setelah itu menyebar pada sel-sel tubuh. Ada yang ke pernapasan, ke otak lewat susunan saraf pusat, dan lain-lain. 

Setelah itu, organ yang sensitif akan mudah terkena masalah. Pada obat nyamuk semprot, yang paling berperan adalah pernapasan. Sementara obat nyamuk oles akan menimbulkan masalah jika kebetulan kulit pemakainya tergolong sensitif.

Yang jelas, berbagai masalah atau gangguan pada organ tubuh bisa saja terjadi jika pemakaian obat nyamuk tidak terkontrol atau dipakai dalam dosis yang berlebihan. Anak kecil yang punya alergi umumnya akan lebih menunjukkan reaksi, terutama pada saluran napasnya. Ia akan lebih mudah batuk. 

Hal itu terjadi karena adanya gangguan mekanisme pertahanan saluran napas, yang diakibatkan bahan aktif yang terhirup.

Reaksi yang timbul bisa cepat namun bisa juga lambat. Anak yang organ pernapasannya tergolong sensitif, reaksinya bisa saat itu juga, atau timbul dalam beberapa menit. Begitu menghirup bau obat nyamuk, ia langsung batuk-batuk. Namun, ada pula yang setelah enam jam baru batuk-batuk. 

Obat nyamuk bisa juga menjadi faktor pencetus asma. Dampak itu terlihat pada anak yang memiliki bakat asma.

Begitu pula yang terjadi pada obat nyamuk oles. Anak yang memiliki kulit sensitif bisa jadi bermasalah ketika terkena bahan-bahan yang terkandung dalam obat nyamuk. Kulitnya akan kemerahan, dan timbul lecet saat digaruk.

Mengingat berbagai masalah bisa timbul dalam penggunaan obat nyamuk, kita pun perlu memperhatikan penggunaan obat nyamuk secara lebih saksama. Agar tujuan mengusir nyamuk tidak berbalik menimbulkan masalah yang lebih besar. Sebaiknya, gunakan obat nyamuk dalam takaran yang wajar, atau gunakan seperlunya. 

Selain itu, biasakan membuka jendela rumah, agar udara di dalam rumah selalu segar. Bersihkan kaleng-kaleng berisi air yang mungkin ada di sekitar rumah, sehingga nyamuk tidak bisa bertelur dan berkembang dengan mudah. Bagaimana pun, menjaga kebiasaan hidup sehat lebih aman dilakukan, karena mencengah lebih baik daripada mengobati.