Melihat Kepribadian Orang dari Postingan di Media Sosial


Apa yang biasa kita tulis di media sosial? Apa yang biasa kita posting di Facebook? Ternyata, aktivitas dan postingan yang kita tulis di media sosial bisa menunjukkan seperti apa diri kita, dan bagaimana kepribadian kita. Kenyataan itulah yang diungkap dalam penelitian berjudul ‘The Big Five, Self-Esteem, and Narcissism as Predictors of the Topics People Write About in Facebook Status Updates’.

Penelitian yang telah dipublikasikan di jurnal Personality and Individual Differences itu ditulis oleh Tara Marshall, Katharina Lefringhausen, serta Nelli Ferenczi. Mereka menyatakan, orang-orang dengan rasa percaya diri yang rendah cenderung lebih sering memposting konten tentang pasangan mereka. Sementara orang yang tergolong narsis lebih senang memperlihatkan pencapaian dan kegiatan sehari-harinya.

Meski pernyataan di atas terkesan seperti menyebutkan hal-hal yang sebenarnya sudah jelas, penelitian tersebut disebut-sebut sebagai salah satu yang pertama kali meninjau aspek yang mendorong orang-orang untuk memposting sesuatu di media sosial.

“Mungkin akan sedikit mengejutkan bahwa update status Facebook (dapat) merefleksikan beragam kepribadian orang-orang. Meski begitu, penting untuk memahami mengapa orang-orang menulis tentang topik-topik tertentu di Facebook, karena update mereka dapat dihargai dengan berbeda lewat ‘likes’ dan komentar,” tulis Tara Marshall dalam sebuah press release.

Riset itu melibatkan 555 responden untuk mengisi survei daring, yang hasilnya kemudian dikategorikan berdasarkan kepribadian ‘The Big Five’. Lima kategori kepribadian tersebut adalah conscientious, extravert, openness, neuroticism, dan agreeableness.

Lalu, selain ditanyai seputar detail postingan mereka di Facebook yang meliputi seberapa sering, topik apa yang dipilih, serta alasan membagi postingan tersebut, tingkatan harga diri dan kecenderungan terhadap narsisme dari responden juga diukur oleh tim peneliti.

Tidak lupa, tim itu juga memonitor responden mana yang menerima ‘likes’ dan komentar terbanyak dari update status yang mereka buat di Facebook.

Hasilnya, orang yang tergolong conscientious lebih sering meng-update tentang anak-anaknya, extravert menggunakan Facebook untuk terhubung dengan yang lain dan memposting tentang aktivitas sosialnya, dan openness kerap diasosiasikan dengan postingan intelek.

Sementara itu, mereka yang memiliki kepercayaan diri rendah, cenderung lebih sering meng-update tentang hubungan percintaan mereka, dan orang-orang yang narsis lebih sering termotivasi oleh kebutuhan untuk pengakuan, serta memposting mengenai pencapaian mereka.

Para peneliti juga menemukan bahwa ‘likes’ dan komentar yang didapatkan oleh orang yang narsis ternyata mendorong mereka untuk pamer di media sosial.

“Meski hasil kita menunjukkan bahwa pamernya orang-orang narsis terbayar karena mereka menerima lebih banyak ‘likes’ dan komentar pada update status mereka, mungkin saja teman-teman Facebook mereka (sebenarnya) secara diam-diam tidak menyukai tampilan yang mementingkan diri sendiri tersebut,” tulis Tara Marshall dalam Sciencealert.