Manfaat Duku, Mencegah Penuaan Dini sampai Menjaga Kesehatan Gigi (Bagian 1)


Duku memiliki beberapa variasi yang dibedakan berdasarkan pohon dan buahnya. Secara garis besar, duku dibedakan dalam dua kelompok besar, yaitu yang dikenal sebagai duku, dan yang dikenal sebagai langsat, atau campuran keduanya, sehingga disebut duku-langsat.  Selain itu, dikenal pula jenis atau kelompok lain, yang disebut kokosan.

Duku (L. domesticum var. duku) umumnya memiliki pohon bertajuk besar, padat dengan dedaunan berwarna hijau cerah, dengan tandan relatif pendek, dan buahnya sedikit. Butiran buahnya besar, bulat, memiliki kulit agak tebal, namun tidak bergetah saat masak, berbiji kecil, berdaging tebal, berasa manis atau masam, dan memiliki bau harum.

Langsat (L. domesticum var. domesticum) memiliki pohon yang lebih kurus, dengan daun kurang lebat dan berwarna hijau tua, dengan percabangan tegak. Langsat memiliki tandan buah yang panjang dan padat, berisi 15-25 butir buah berbentuk bulat telur dan besar-besar. 

Kulit buah langsat tipis, dan selalu bergetah meskipun sudah masak. Daging buahnya banyak mengandung air, memiliki rasa masam manis, dan menyegarkan. Namun, langsat hanya bertahan tiga hari setelah dipetik. Setelah melewati masa itu, kulitnya akan menghitam sehingga tampilannya tidak menarik lagi, meski rasa manisnya tidak berubah.

Sementara kokosan (L. domesticum var. aquaeum) memiliki daun yang berbulu, dengan tandan dijejali butir buah sangat rapat, dan kulitnya berwarna kuning tua. Butir buah kokosan umumnya kecil, kulit buahnya tipis dan tidak bergetah, namun sulit dikupas. 

Buah kokosan dimakan dengan cara digigit atau disedot cairannya, atau dipijit agar kulitnya pecah dan keluar bijinya. Kokosan memiliki rasa masam hingga masam sekali.

Duku merupakan tanaman yang berbuah setahun sekali, dan bisa hidup subur di tempat yang memiliki curah hujan tinggi. Tanaman ini diperkirakan berasal dari Asia Tenggara bagian barat, dan termasuk anggota Meliaceae. 

Seperti buah-buahan lain, duku juga memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, meski buahnya berukuran kecil-kecil. Dalam 100 gram buah duku, terdapat kandungan berikut ini:
  • Kalori: 7 kkal
  • Zat besi: 0,9 mg
  • Protein: 1,0 gram
  • Karbohidrat: 13 gram
  • Lemak: 0,2 gram
  • Mineral: 0,7 gram 

Selain nutrisi yang disebut di atas, duku juga mengandung vitamin C dan vitamin E yang bersifat antioksidan. Duku juga mengandung dietary fiber atau serat, yang bermanfaat untuk memperlancar sistem pencernaan, mencegah kanker kolon, dan membersihkan tubuh dari radikal bebas penyebab kanker.

Selain buahnya yang segar dan menyehatkan, bagian kulit buah dan bijinya juga bermanfaat untuk bahan baku obat anti-diare dan menurunkan demam. Kulit kayunya dapat digunakan untuk mengobati gigitan serangga berbisa, dan obat disentri serta diare, sedangkan biji buahnya dapat digunakan untuk obat malaria. 

Bahkan benalu yang terdapat pada pohon duku dipercaya dapat membantu mengatasi sel-sel kanker. Di luar urusan kesehatan, kulit buah duku bisa dimanfaatkan untuk mengusir nyamuk, dengan cara dibakar.

Baca lanjutannya: Manfaat Duku, dari Mencegah Penuaan Dini sampai Menjaga Kesehatan Gigi (Bagian 2)