Manfaat Cempedak, Menjaga Kesehatan Mata sampai Menurunkan Kolesterol (Bagian 1)


Cempedak (Artocarpus champeden) adalah tanaman buah-buahan dari famili Moraceae. Bentuk buah, rasa, dan keharumannya seperti nangka, meski aromanya lebih kuat. 

Tanaman cempedak berasal dari Asia Tenggara, dan menyebar luas mulai dari wilayah Tenasserim di Burma, Semenanjung Malaya termasuk Thailand, dan sebagian Kepulauan Nusantara; Sumatera, Borneo, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Cempedak juga banyak didapati di Jawa bagian barat.

Selain dikenal sebagai cempedak, buah ini juga memiliki nama lain. Di Malaysia, buah ini disebut bangkong, di Sunda disebut nangka beurit, di Jawa disebut nongko cino, sementara di Banjarmasin disebut tiwadak. Selain itu, cempedak juga memiliki beberapa jenis, di antaranya adalah cempedak lokal, cempedak malaysia, nangka cempedak, dan cempedak air. Cempedak lokal adalah jenis cempedak yang paling banyak dikenal masyarakat Indonesia.

Bentuk buah cempedak lonjong silindris, dengan warna cokelat tanah atau agak kemerahan. Kulit buahnya berduri kecil dan relatif halus. Panjang buah antara 20-35 cm, diameter 10-20 cm, dan berat rata-rata 3-4 kg. 

Daging buah cempedak lokal terasa lunak dan mudah hancur, tipis, kaya serat, dan berwarna kuning gading hingga agak kemerahan, kadang juga berwarna putih sampai merah jambu tua. Rasa cempedak lokal sangat manis dengan aroma harum menusuk hidung. 

Sementara cempedak malaysia memiliki keistimewaan pada ciri buahnya, yang merupakan perpaduan antara cempedak lokal dan buah nangka. Bentuk buah cempedak malaysia sangat mirip nangka, bulat lonjong dengan duri besar, tumpul, dan warna kulit hijau. 

Daging buah cempedak malaysia berwarna kuning kemerahan dan memiliki rasa manis. Aromanya khas, merupakan gabungan antara nangka dan cempedak. Biji buah cempedak malaysia agak bulat, ukurannya sekitar dua kali lebih besar daripada biji cempedak biasa. Ukuran buah umumnya juga dua kali lebih besar dari cempedak biasa, dengan berat sekitar 8 kg.

Kemudian, jenis cempedak lain, disebut nangka cempedak. Nangka cempedak berbeda dengan jenis nangka atau cempedak umumnya. Buah ini lebih menyerupai durian, meski teksturnya menyerupai cempedak lokal. 

Kulit bawah nangka cempedak lebih halus dan tidak berduri, dengan warna kulit hijau kehitam-hitaman. Daging buahnya berserat dan tipis, rasanya lebih manis daripada nangka biasa dan agak pulen, meski aromanya kurang wangi. Ukuran biji nangka cempedak relatif kecil, sementara berat buah rata-rata 5 kg dan diameter sekitar 15-25 cm.

Jenis terakhir adalah cempedak air. Buah cempedak air berbentuk silinder dan berwarna kekuningan atau kecokelatan. Permukaan kulit buahnya berduri tumpul, dengan daging buah berwarna kekuningan. Tekstur daging buah cempedak air sangat halus dan lunak. Aromanya sangat manis seperti buah cempedak lokal. Saat ini, cempedak air merupakan jenis cempedak langka yang hampir punah.

Dibandingkan nangka, rata-rata harga buah cempedak lebih mahal. Selain enak, cempedak juga memiliki kandungan gizi yang tinggi. Dalam 100 gram buah cempedak lokal, terkandung nutrisi berikut ini.
  • Energi: 106 (kkal) 
  • Protein: 1,2 g
  • Lemak: 0,3 g
  • Karbohidrat: 27,6 g 
  • Kalsium: 20 mg 
  • Fosfor: 19 mg  
  • Zat besi: 0,9 mg 
  • Vitamin A: 330 SI
  • Vitamin B1: 0,07 mg
  • Vitamin C: 7 mg 
  • Air: 70,0 g

Cempedak mempunyai nilai energi cukup tinggi, dan tingginya kadar energi pada cempedak berkaitan dengan nilai karbohidratnya yang mencapai 27,6 g per 100 g. Bagi yang sedang berdiet rendah lemak, cempedak dapat menjadi pilihan, karena kadar lemaknya sangat rendah, yaitu 0,3 g per 100 g. 

Tak jauh beda dengan nangka, cempedak juga memiliki kandungan air cukup tinggi. Karenanya, mengonsumsi cempedak sama artinya menambah asupan air bagi tubuh. Fungsi air di dalam tubuh tidak sekadar menghilangkan dahaga, namun juga untuk mengurangi risiko stroke. 

Prof. Frank Yatsu dari Universitas Houston, Texas, Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa asupan air yang cukup akan membantu mengencerkan darah, sehingga memperlancar suplai oksigen ke otak dan mencegah risiko stroke.

Di dalam tubuh, air memiliki peran vital dalam proses pencernaan dan metabolisme. Dalam kedua proses tersebut, air akan mengangkut vitamin dan oksigen untuk memberi makan sel-sel tubuh melalui darah. Karena itulah, kita pun dianjurkan untuk mengonsumsi air dalam jumlah yang cukup, termasuk mengonsumsi buah kaya air, untuk menunjang kesehatan di dalam tubuh.

Baca lanjutannya: Manfaat Cempedak, Menjaga Kesehatan Mata sampai Menurunkan Kolesterol (Bagian 2)