Manfaat Buah Badam, Menurunkan Kolesterol sampai Mengatasi Diabetes (Bagian 1)


Nama “badam” mungkin kurang populer bagi sebagian orang, meski mereka mungkin mengenal nama “almond”. Ya, buah badam adalah nama Indonesia untuk almond. Meski kebanyakan orang mengenal almond sebagai kacang (sehingga sering menyebutnya “kacang almond”), namun sebenarnya almond atau badam termasuk buah.

Tumbuhan badam/almond (Prunus dulcis) berasal dari Timur Tengah. Buahnya merupakan buah berbiji, yang terdiri dari kulit luar dengan diselubungi cangkang keras. Biasanya, badam atau almond dijual dalam bentuk masih bercangkang, atau juga dengan cangkang yang telah dilepas. Proses pelepasan cangkang itu umumnya dengan merendam badam ke dalam air panas.

Meski berasal dari Timur Tengah, namun sekarang banyak negara yang telah membudidayakan tumbuhan badam, di antaranya Amerika Serikat, Spanyol, Syria, Italia, Iran, Maroko, Turki, dan Cina. 

Buah badam bisa dikonsumsi langsung, atau diolah menjadi makanan lain. Irisan badam bisa ditambahkan pada es krim, cokelat, atau kue. Buah badam juga bisa dibuat menjadi susu, yang terutama diperuntukkan untuk orang yang memiliki intoleransi laktosa, atau untuk vegetarian.

Buah badam mengandung 49% minyak, yang tersusun atas 62% asam lemak omega-9, 24% asam lemak omega-6, dan 6% asam palmitat. Oleum amigdalae adalah sejenis minyak yang diperoleh dari badam, yang tergolong gliseril oleat. Minyak ini memiliki aroma ringan dan berasa kacang, tidak larut alkohol, namun mudah larut dalam kloroform atau eter.

Badam juga termasuk buah bernutrisi, karena mengandung 26% karbohidrat (12% serat makanan, 6,3% gula, serta 0,7% pati), selain juga kaya vitamin E, yaitu 24 mg per 100 gram. Buah badam juga memiliki banyak kandungan asam lemak tak jenuh, yang dapat menurunkan kolesterol jahat atau LDL. 

Nutrisi lain yang terdapat pada buah badam adalah vitamin B, vitamin C, kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, kalium, dan seng. Lebih lengkap, berikut ini kandungan gizi per 100 gram (3,5 oz) buah badam:
  • Kalori: 576 kal
  • Total lemak: 49 g
  • Lemak jenuh: 3,7 g
  • Lemak tak jenuh ganda: 12 g
  • Lemak tak jenuh tunggal: 31 g
  • Lemak trans: 0 g
  • Kolesterol: 0 mg
  • Sodium: 1 mg
  • Kalium: 705 mg
  • Total karbohidrat: 22 g
  • Serat pangan: 12 g
  • Gula: 3,9 g
  • Protein: 21 g
  • Vitamin A
  • Vitamin B-6
  • Vitamin B-12
  • Vitamin C
  • Vitamin D
  • Kalsium
  • Besi
  • Magnesium

Dengan begitu banyak kandungan gizi yang dimilikinya, buah badam pun menjadi salah satu super food (istilah untuk makanan yang mengandung banyak nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan). Kenyataannya, buah badam memang baik untuk menunjang kesehatan manusia, dan berikut ini di antaranya.

Menurunkan kadar kolesterol buruk

Ada kolesterol baik (disebut HDL atau high density lipoproteins), ada pula kolesterol buruk (disebut LDL atau low density lipoproteins). Kolesterol yang sering dituduh sebagai biang penyakit adalah kolesterol buruk atau LDL, dan mengonsumsi buah badam bisa membantu menurunkan kolesterol buruk tersebut.

Baca lanjutannya: Manfaat Buah Badam, Menurunkan Kolesterol sampai Mengatasi Diabetes (Bagian 2)