Manfaat Avokad, Merawat Kecantikan Kulit sampai Menjaga Kesehatan Jantung (Bagian 1)


Banyak orang menyukai avokad, baik dimakan sebagai buah maupun sebagai jus. Avokad juga sering dijadikan campuran kue atau makanan. Sebagai buah, avokad termasuk istimewa, karena memiliki kandungan lemak 20-30 kali lebih banyak dibandingkan buah-buahan lain. 

Lemak yang dikandung avokad adalah jenis lemak tak jenuh, yang mudah dicerna dan berguna bagi tubuh. Kandungan lemak tersebut dapat memberi energi yang cukup ketika dikonsumsi.

Jika dipilah, kandungan nutrisi yang terkandung dalam buah avokad adalah sebagai berikut: 95 mg fosfor; 23 mg kalsium; 1,4 mg zat besi; 9 mg sodium; 1,3 mg potasium; 8,6 mg niacin; 660 mg vitamin A; dan 82 mg vitamin C.

Selain kaya lemak, avokad juga kaya mineral, yang berguna untuk mengatur fungsi tubuh, dan menstimulasi pertumbuhan tubuh. Zat besi dan tembaga yang terkandung di dalam avokad juga membantu proses regenerasi sel darah merah, dan mencegah anemia. 

Selain itu, kandungan serat dalam avokad secara simultan membantu proses pencernaan, dan dapat menurunkan kadar kolesterol yang tinggi karena mengandung karbohidrat serta lemak tak jenuh.

Selain enak dan bergizi, avokad juga membantu menunjang kesehatan, semisal menjaga kesehatan jantung, menurunkan kolesterol, melembapkan kulit, mencegah anemia, membantu regenerasi sel darah merah, mencegah konstipasi, mencegah malnutrisi, dan lain-lain. Lebih lengkap, berikut ini uraiannya.

Menjaga kesehatan jantung

Penyakit jantung koroner masih menjadi salah satu penyakit mematikan di dunia. Para pakar kesehatan meyakini, penggunaan minyak sayuran yang diproses secara berlebihan—mengandung lemak omega 6 tinggi—merupakan faktor utama penyakit jantung. 

Karenanya, mereka menyarankan untuk mengurangi konsumsi lemak tak jenuh ganda, dan meningkatkan asam lemak tak jenuh tunggal dalam makanan. Avokad merupakan sumber asam oleic lemak tak jenuh tunggal, yang telah terbukti mengurangi kolesterol lipoprotein tingkat rendah, dan di saat bersamaan meningkatkan kolesterol lipoprotein tingkat tinggi yang bermanfaat.

Selain itu, avokad juga kaya beragam nutrisi yang berguna bagi jantung, di antaranya adalah vitamin E yang membantu mencegah oksidasi kolesterol, folat yang mengurangi tingkat homosistein dalam darah, potasium yang membantu memperlancar peredaran darah, fitosterol yang membantu mengurangi penyerapan kolesterol, dan serat diet yang berguna dalam mengontrol kadar gula darah.

Lemak atau minyak avokad juga mengandung lebih banyak asam oleic, vitamin E, dan fitosterol, dan—bersama minyak kelapa—bagus digunakan untuk memasak.

Menjaga kesehatan kulit

Kandungan lemak tak jenuh tunggal pada avokad bermanfaat dalam menjadikan kulit lebih cerah. Lemak tak jenuh tunggal sangat penting dalam menjaga kelembapan pada lapisan epidermis kulit, sehingga membuat kulit lebih lembut dan sehat. Lemak omega 9 dalam avokad juga dapat membantu mengurangi kemerahan kulit dan iritasi, serta membantu memperbaiki sel kulit yang rusak.

Manfaat lain avokad adalah melindungi kulit dari keriput dan tanda-tanda penuaan. Hal itu dimungkinkan karena kandungan karoten antioksidan di dalamnya. Vitamin E dalam avokad membantu mengatasi kerusakan kulit akibat terkana panas matahari, sedangkan vitamin C dalam avokad ikut terlibat dalam produksi elastin dan kolagen untuk menjaga elastisitas kulit.

Membantu menurunkan berat badan

Avokad memang mengandung banyak lemak. Namun, lemak yang terkandung di dalam avokad adalah lemak tak jenuh tunggal. Penelitian telah membuktikan, asam lemak tak jenuh tunggal sangat efektif untuk digunakan membakar energi secara perlahan, dan tidak disimpan sebagai lemak di dalam tubuh. Hasilnya, energi terbakar banyak, dan berat badan relatif terjaga.

Pembakaran energi secara perlahan dan rasa kenyang yang didapatkan setelah mengonsumsi avokad adalah beberapa penyebab yang menjadikan avokad terkenal dapat mengurangi rasa lapar serta menekan nafsu makan.

Membantu mengatasi diabetes

Pada tahun 2013, terdapat sekitar 8.500.000 orang di Indonesia yang terdiagnosis menderita diabetes, dan diyakini masih banyak penderita yang belum terdiagnosis. Jika kasus penderita diabetes semakin bertambah, maka jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi 13.000.000 pada tahun 2025. Angka itu tentu saja mengkhawatirkan, apalagi mengingat diabetes termasuk penyakit berat.

Gejala umum diabetes yang belum terdiagnosis adalah rasa haus dan lapar yang semakin sering, dan meningkatnya frekuensi buang air kecil. Mulut kering, turunnya berat badan secara drastis, masalah penglihatan, dan rasa sakit pada kaki, juga gejala yang umum. Jika Anda mengalami salah satu dari gejala tersebut, sangat baik untuk menemui dokter untuk menjalani tes diabetes.

Baca lanjutannya: Manfaat Avokad, Merawat Kecantikan Kulit sampai Menjaga Kesehatan Jantung (Bagian 2)