Kisah Wanita yang Tak Sengaja Membakar Uang Rp 209 Juta


Konon, tempat paling aman menyimpan uang adalah di bank. Dengan menyimpan uang di bank, orang tidak perlu mengkhawatirkan uang miliknya, karena bank yang akan menjaga. Kapan pun butuh, kita tinggal mengambil atau menariknya lewat ATM. 

Namun, ternyata, tidak semua orang sepakat dengan hal itu. Alih-alih menyimpan uang di bank, mereka lebih senang menyimpan uang di rumah, di berbagai tempat.

Yang menjadi masalah dalam hal itu, uang yang disimpan di rumah kadang mengalami peristiwa tertentu yang tidak disengaja atau tak terduga. Seperti yang terjadi pada keluarga Wang Bin. Istrinya tanpa sengaja membakar uang milik mereka, senilai Rp 209 juta.

Wang Bin dan pasangannya tinggal Provinsi Hunan, Cina. Seperti yang disebut tadi, istrinya tanpa sengaja membakar uang senilai 100 ribu yuan, atau setara Rp 209 juta, yang sebelumnya mereka sembunyikan di dalam tungku.

Mereka baru menyadari setelah sang istri menaruh ketel untuk memasak air hingga mendidih. Saat dibuka, yang tertinggal adalah sedikit sisa uang. Lainnya berubah menjadi abu.

Wang Bin, kontraktor tenaga kerja dari Shaoshan, Hunan, dipekerjakan di sebuah proyek ubin tahun lalu. Dia meminjam uang dari kerabat dan teman-temannya untuk membayar pekerjanya, setelah Tahun Baru Cina.

Wang dan istrinya menaruh uang ke dalam kantong plastik dan menyembunyikannya di dalam tungku di dapur mereka, berpikir itu tempat paling aman untuk menyimpan uang. Namun, istri Wang kemudian menempatkan ketel ke atas mulut tungku, lupa “harta karun” itu ada di ujungnya.

Ia hanya bisa gigit jari ketika bank menolak sisa-sisa uang itu untuk ditukar dengan uang utuh. Menurut peraturan perbankan Cina, tidak ada pertukaran uang kertas ketika lebih dari setengahnya dalam kondisi rusak.

Kendati ada ratusan ribu bank tersebar di seluruh Cina, banyak warga yang enggan menjadi nasabah dan memilih menyimpan uang di rumah mereka. Yang paling sering digunakan untuk menyimpan uang adalah kaus kaki, sepatu, bantal, atau dinding rumah mereka.