Kisah Tragis Mozart, Musisi Jenius yang Makamnya Tak Ditemukan


Dia sangat jenius. Komposer yang hidup tidak berumur panjang ini lahir di Salzburg pada 27 Januari 1756. Ia mulai menyusun komposisi musik pertamanya sekitar usia 4 atau 5 tahun. Komposisi musik pertamanya adalah K. 1–5 dalam Nannerl Notenbuch. Tentu kita sudah sangat akrab dengan nada musik yang disusun oleh komposer terbesar periode klasik dalam pembabakan common practice ini.

Komposer jenius ini sayangnya mati muda, hanya hidup selama 35 tahun. Ia meninggal di Vienna pada 5 Desember 1791 karena menderita demam milier, berdasarkan catatan kematian. 

Selama hidup, ia telah membuat lebih dari 600 karya, termasuk 21 opera, 41 simfoni, 15 misa, dan lain sebagainya. Jika ia hidup lebih lama, tentu akan semakin banyak pula karyanya, sangat mungkin mencapai ribuan.

Kematian komposer musik klasik ini masih diperbincangkan hingga kini, seperti adanya teori konspirasi seputar ajalnya, yang dimulai dari klaim diracun Antonio Salieri, Freemason, dan Yahudi. Akan tetapi, hal yang paling logis soal kematian komposer jenius itu karena adanya penyakit seperti demam reumatik, Trikinosis, Glomerulonefritis, atau kekurangan vitamin D.

Ia dimakamkan di kuburan umum Sankt Marxer Friedhof pada tanggal 7 Desember 1791. Makamnya tidak bernisan (unmarked) seperti halnya rakyat jelata kebanyakan. Suatu hal yang membedakan antara makam rakyat jelata dan aristokrat pada zaman tersebut. Makam rakyat jelata ini setelah sepuluh tahun berhak digali untuk penguburan baru. Makam aristokrat tentu terhindar dari perlakuan semacam itu. 

Akhirnya hingga kini tidak diketahui di mana lokasi persis makam dan jasad komposer jenius ini. Siapakah musisi jenius tersebut? Siapa lagi kalau bukan Wolfgang Amadeus Mozart.