Kisah Seorang Nenek Memutuskan Jaringan Internet di Dua Negara


Georgia dan Armenia adalah dua negara yang bertetangga. Tak berbeda dengan umumnya negara lain, warga Georgia dan Armenia biasa mengakses internet dalam kehidupan sehari-hari. Internet di dua negara itu difasilitasi oleh kabel yang tertanam di bawah tanah. Suatu hari, jaringan internet di dua negara tadi tak bisa diakses, karena kabel yang menghubungkan jaringan terpotong. Jutaan orang di sana stres!

Belakangan diketahui, bahwa kasus putusnya jaringan internet itu disebabkan oleh seorang nenek berusia 75 tahun bernama Hayastan Shakarian, yang telah memotong kabel tadi. Akibatnya, internet di Georgia dan Armenia tidak bisa diakses.

Dalam kasus yang telah menarik perhatian dunia itu, Hayastan Shakarian, warga Georgia keturunan Armenia, didakwa telah membuat jutaan orang di kedua negara tersebut tak bisa mengakses internet selama beberapa jam, setelah ia memotong kabel serat-optik sewaktu ia menggali untuk mencari logam.

Tapi Shakarian mengatakan ia cuma "seorang perempuan miskin" yang tak mampu melakukan kejahatan semacam itu. "Saya tak memotong kabel ini. Secara fisik, saya tak bisa melakukan itu," kata perempuan tersebut. Air matanya berulangkali mengalir saat ia berbicara.

Shakarian, yang tinggal di desa miskin Armazi di Georgia, sekitar 15 kilometer dari ibukota Georgia, Tbilisi, mengatakan ia baru saja mengumpulkan kayu bakar. "Saya tak tahu apa itu internet," katanya.

Wanita tua tersebut telah dituntut melakukan perusakan terhadap harta orang, dan dapat menghadapi hukuman sampai tiga tahun penjara jika dinyatakan terbukti bersalah. "Ibu saya tak bersalah. Ia menangis sepanjang waktu. Ia sangat ketakutan," kata putranya, Sergo Shakarian.

Kementerian Dalam Negeri Georgia menyatakan, meskipun perempuan itu mengaku tak bersalah, Shakarian sudah mengakui ia memotong kabel serat-optik tersebut. Peristiwa itu memicu perdebatan panjang di berbagai forum pembahasan global internet, setelah disiarkan secara luas.

Sebanyak 800 orang memposting komentar mengenai kasus itu. Sebagian menyatakan, pemerintah mesti memperlihatkan kemurahan hati mengingat usia Shakarian dan hidupnya yang miskin. Perusahaan yang memiliki kabel serat-optik tersebut, Georgian Railway Telecom, menyatakan kerugian yang ditimbulkannya serius. 

Peristiwa itu mengakibatkan 90 persen pengguna internet dari pihak swasta dan perusahaan di negara tetangga Georgia, Armenia, kehilangan akses selama hampir 12 jam selain juga merugikan penyedia layanan internet Georgia.

Tapi kendati Georgian Railway Telecom bersikeras bahwa kabel sepanjang 600 kilometer tersebut memiliki "perlindungan kokoh", itu bukan pertama kali kabel tersebut dirusak orang. Banyak hubungan internet di Georgia juga sempat terputus sebelumnya karena seorang pencari barang bekas yang memutuskan kabel sewaktu mencari logam untuk dijual.