Kisah Pembunuhan Misterius yang Menewaskan Rapper Tupac Shakur


Rapper terkenal bernama lengkap Tupac Amaru Shakur ini lahir di New York, AS, pada 16 Juni 1971. Ia merupakan rapper tersukses di dunia, yang telah berhasil menjual lebih dari 73 juta kopi album, dan tercacat dalam Guinness Book of World Records sebagai penjualan album rap terlaris di dunia. 

Lagu ciptaan Tupac kebanyakan bercerita tentang kekerasan, rasisme, dan masalah sosial. Pada tahun 1996, di tengah kesuksesan album kelimanya, "All Eyez on Me", kematian menyapa Tupak dengan cara yang sangat tragis. Ia diberondong peluru saat baru menyaksikan pertandingan tinju antara Mike Tyson vs Bruce Seldon di Las Vegas, Nevada. 

Dia ditembak 14 kali, di bagian paha, panggul, tangan, dan dada. Luka tembak yang bersarang di dada itulah yang menyebabkan Tupac tak bisa diselamatkan, akibat komplikasi gagal paru dan jantung.

Pada 13 September 1996, setelah berjuang selama 6 hari paska penembakan, Tupac akhirnya meninggal.

Peristiwa pembunuhan Tupac sering disebut sebagai konspirasi yang melibatkan perseteruan antara geng rapper wilayah pantai barat dan pantai timur. Isu ini diperkuat dengan kematian Notorius B.I.G (pentolan gang seteru Tupac) beberapa bulan berselang. Ia juga ditembak secara brutal, yang diduga sebagai balasan atas kematian Tupac. 

Perseteruan yang sudah mendarah daging itu diangkat dalam sebuah film berjudul Straight Outta Compton (2015). Sebegitu misterius kematian Tupac, hingga kematiannya pernah masuk dalam film dokumenter National Geographic, berjudul "The '90s: The Last Great Decade?".