Kisah Nyata Orang-orang yang Bertarung dengan Binatang Buas


Di lingkungan manusia, hewan-hewan yang berkeliaran relatif tidak berbahaya, karena umumnya hanya hewan-hewan peliharaan, semisal kucing, anjing, atau kambing, ayam, dan lain sebagainya. Namun, di alam liar, hewan-hewan bisa menjadi makhluk berbahaya, karena sama-sama liar. Mereka bisa berupa buaya berukuran besar, harimau, sampai ular berbisa.

Saat berhadapan dengan hewan-hewan liar atau binatang buas, banyak manusia yang kalah. Biasanya karena hewan-hewan itu lebih besar, lebih kuat, dan lebih liar. Maklum saja, hewan-hewan itu sudah terbiasa hidup di alam liar. Namun, ada kalanya manusia bisa mengalahkan mereka. Berikut ini adalah kisah orang-orang yang pernah bertarung dengan binatang buas, dan menang.

Gadis India bertarung melawan harimau

Seorang gadis India bernama Rupali Meshram, 23 tahun, di Negara Bagian Maharashtra, berduel dengan seekor harimau demi menyelamatkan kambing miliknya. Awalnya, Meshram mendengar embikan kambing dari luar rumah. Rupanya ada seekor harimau yang hendak memangsa hewan peliharaannya itu.

Meshram tak tinggal diam. Ia mengambil tongkat dan memukul harimau yang menyerang si kambing. Tak hanya Meshram, sang ibu juga terlibat dalam duel itu.

Keduanya mengalami luka ringan, dan mendapatkan perawatan di rumah sakit. Sementara kambing mereka mati, dan harimau melarikan diri.

Seorang pria bertarung dengan ular 

Sebuah rekaman video, yang memperlihatkan seorang pria India mengalahkan seekor ular kobra dengan tangan kosong, beredar di Internet. Pria itu diketahui seorang ayah dari anak yang dibunuh oleh ular kobra tersebut.

Dia memegang bagian ekor ular kobra, lalu membanting-bantingnya tanpa ampun ke tanah. Dia mengayun-ayunkan ular itu di sekitar tubuhnya, lalu mengempaskan kepala ular yang sekarat itu ke tanah, kemudian melepaskannya. Ular itu lalu terlihat tidak bergerak lagi.

Pria Uganda bertarung melawan buaya 

Pria Uganda, Mubarak Batambuze (50), balas dendam terhadap buaya yang sudah memakan istrinya yang sedang hamil. Buaya itu menyerang istrinya saat sedang mengambil air di danau bersama teman-temannya. Ketika itu, istrinya sedang hamil delapan bulan.

Mubarak menyerang buaya itu dengan sebilah tombak. Tombak yang dia gunakan terbuat dari besi yang dilengkapi kail tajam di salah satu sisi, sehingga jika dihujamkan ke perut buaya bisa merobek daging ketika ditarik. Sambil membawa tombak, Batambuze berduel hidup-mati dengan buaya seberat 590 kilogram dengan panjang delapan meter itu, selama kira-kira satu jam. Dan akhirnya dia berhasil membunuh buaya raksasa itu.

"Saya sebenarnya sangat takut, tapi tombak ini menolong saya membunuhnya," kata dia, seperti dilansir the Daily Mail.

Pertarungan pria dengan beruang ganas

Seorang pemburu di Minnesota, Amerika Serikat, berjuang melawan seekor beruang seberat 238 kilogram dengan senjata sebuah pisau sepanjang 12 centimeter. Saat itu, pria bernama Brandon Johnson sedang mengikuti jejak seekor beruang besar yang ia tembak malam sebelumnya. Ia menduga beruang itu sudah mati.

Tapi rupanya Johnson harus berhadapan dengan beruang yang masih hidup. Beruang hitam itu berhasil mencakar pipi kiri Johnson, sehingga menyebabkan bekas luka. "Saya terus menahan mulutnya pakai tangan kiri, supaya dia tidak menggigit wajah, dan saya terus menghujamkan pisau dengan tangan kanan," kata dia.

Satu gigi beruang itu berhasil mematahkan tulang tangan kiri Johnson, hingga dia pingsan. Pada saat itulah, teman Johnson datang menyelamatkannya, dan beruang itu kabur.

Pria yang selamat setelah dicabik beruang

Seorang petani di India, bernama Jube Valanti Adveppache (58), bertarung dengan beruang selama tiga jam, dan akhirnya selamat meski wajah dan tubuhnya luka serius. Dia diserang beruang saat mengambil jamur di hutan di kawasan Haliyal, Negara Bagian Karnataka

Jube yang kemudian selamat mengatakan kepada petugas jagawana, binatang buas yang menyerangnya adalah beruang kungkang. Beruang itu dengan cakarnya yang tajam merobohkan Jube, dan membuat dia tidak bisa melarikan diri.

Jube menuturkan, beruang berbulu hitam itu menyerangnya selama tiga jam, kemudian meninggalkannya ketika dia merasa Jube sudah mati.