Kisah Makaroni, Makanan Populer dengan Fakta Mencengangkan


Makaroni mungkin bukan makanan istimewa, khususnya bagi kebanyakan orang di Indonesia, karena bisa dibilang “biasa-biasa saja”. Kenyataannya, di Indonesia, makaroni tidak termasuk makanan populer yang sering dikonsumsi secara terang-terangan oleh anak muda, sehingga sangat jarang muncul dalam foto-foto di Instagram.

Tetapi, siapa sangka kalau makaroni ternyata memiliki sejarah sekaligus fakta mencengangkan, termasuk asal asulnya.

Banyak negara memiliki cinta mendalam dan keintiman sejarah terhadap hidangan makaroni. Mulai dari negara-negara di Eropa seperti Inggris, Prancis, Italia, dan Swiss, sampai di benua berbeda layaknya Amerika Serikat. 

Orang Amerika Serikat mengklaim makaroni sebagai milik mereka, berlandaskan bukti sejak tahun 1937. Saat itu, perusahan Kraft mulai mempopulerkan makaroni keju ke seluruh dunia.

Hanya saja, kata "macaroni" tentu tidak berasal dari bahasa yang ada di benua Amerika, juga cuma kata serapan dalam bahasa Inggris. Faktor tersebut membuat klaim mereka lemah.

Buku masak tertua di Inggris, Forme of Cury, yang ditulis oleh juru masak Raja Richard II pada 1390, pernah menyebutkan resep untuk suatu hidangan yang disebut 'Makerouns'. Karenanya, Inggris mengklaim makaroni adalah milik mereka. Tetapi, pengakuan Inggris ini dilemahkan oleh Mrs Beeton’s Book of Household Management pada tahun 1861.

Dalam buku itu, Nyonya Beeton mendeskripsikan secara puitis bahwa makaroni adalah makanan favorit orang Italia, yang amat digemari orang-orang Neapolitan. Pernyataan ini juga didukung oleh tulisan Alexandre Dumas dalam Grand Dictionaire de Cuisine, bahwa Napoli ialah tanah air makaroni.

Makaroni merupakan wujud inovasi pasta, dan pasta memang populer pada abad ke-17 dan ke-18 di Napoli. Namun, di sinilah justru celah kelemahannya. Dalam catatan sejarah, tidak pernah dijelaskan tentang eksistensi pasta berlubang di Napoli pada masa lalu.

Paul Imhof, sejarawan makanan dan penulis buku Das Kulinarische Erbe der Schweiz, menjabarkan bahwa pasta berlubang yang kemudian kita kenal sebagai makaroni berasal dari Ticino.

Mengutip dari BBC International, sebelum abad ke-15 Ticino masuk kawasan Lombardia; seperti halnya Milan, Brescia, dan Bergamo, dahulu Ticino masuk teritorial Italia. Lalu, Ticino diambil alih oleh Swiss, dan masuk bagian negara itu hingga kini.

Jadi, siapa pemilik sah makaroni? Jika antara Swiss dan Italia ada yang mau mengalah, perkara ini bisa dianggap beres.

Terkecuali, bila Prancis ikut campur dan mengklaim Alplermagronen (makaroni keju khas wilayah Alpen) sebagai milik mereka dengan sebutan Macaroni du Chalet, maka pengakuan sejarah terhadap hidangan ini kian pelik.