Kisah-kisah Tragis Akibat Kebanyakan Main Game


Banyak orang yang sangat hobi bermain game, baik laki-laki maupun perempuan. Bukan hanya hobi, sebagian mereka bahkan sudah sampai taraf kecanduan. Di mana pun berada, mereka menjalankan game yang ada di ponsel, seolah kehidupan mereka hanya berpusat di game tersebut. 

Tentu saja bermain game bisa menjadi hiburan di kala senggang, atau saat ingin menikmati permainan demi melupakan stres. Tapi jika tarafnya sudah kecanduan, dalam arti tak bisa lepas dari game yang dimainkan, kita perlu waspada. Karena, bisa jadi, game yang dimainkan bukannya memberi hiburan, tapi malah mencelakakan.

Seperti kisah-kisah berikut ini. Lima peristiwa berikut ini bisa dijadikan cermin untuk berkaca, bahwa bermain game bisa berbahaya kalau kita tidak bisa lepas dari game yang dimainkan. Bagaimana pun, bermain game boleh saja, tapi tentu ada batasnya.

Tewas di warnet

Buat kamu para pecinta game online yang sering menghabiskan waktu di warnet, bahkan sampai bela-belain nginep, kamu mesti menjadikan kisah berikut ini sebagai pelajaran. Seorang remaja di Taiwan harus kehilangan nyawa, lantaran terus bermain game online di warnet tanpa berhenti, selama 24 jam.

Chen Rong Yu, yang baru berusia 23 tahun, harus rela nyawanya melayang karena kecanduan game League of Legends. Ia terus duduk di warnet selama seharian penuh, tanpa melakukan aktivitas lain selain bermain, agar bisa menembus peringkat profesional. Sayangnya, Chen malah tewas karena kehabisan tenaga.

Membunuh teman

Begini jadinya jika sudah menjadikan game lebih penting ketimbang hal apa pun, termasuk persahabatan. Peristiwa ini terjadi di Shanghai, Cina. Seorang remaja bernama Qiu Cheng Wei meminjamkan sebuah item pedang Dragon Sabre di dalam game Legend of Mir 3 pada temannya, Zhu Cao Yuan.

Sayangnya, Cao Yuan malah menjual item kesayangan temannya itu tanpa persetujuan. Geram dengan ulah sang teman, Cheng Wei akhirnya membunuh temannya dengan menikamnya saat sedang tidur. Ia pun harus rela menerima hukuman berupa 15 tahun penjara.

Tertabrak bus

Ini salah satu hal tragis yang juga bisa dibilang konyol. Kamu pasti pernah mendengar kejadian orang mengalami kecelakaan gara-gara Pokemon GO. Kali ini, kisah paling tragis menimpa seorang remaja di Brasil. Bukan karena Pokemon GO, melainkan game sejenis yang sudah ada jauh sebelumnya.

Gabriel Cavalcante Carneiro Leão adalah penggemar berat game Ingress, yaitu game setipe Pokemon GO, yang bisa membawa dunia nyata ke dalam dunia game. Asyik menjalankan sebuah misi, Gabriel tertabrak dan terlindas sebuah bus yang tengah melintas kencang di jalan raya. Sempat koma selama empat hari di rumah sakit, Gabriel akhirnya meninggal dunia.

Bunuh diri

Remaja 13 tahun asal Cina, bernama Zhang Xiao Yi, mungkin gambaran sempurna mengenai kurangnya pengawasan orang tua pada si anak. Xiao Yi yang kecanduan game World of Warcraft "berteman" dengan karakter-karakter yang ada dalam game tersebut.

Tak cuma sampai di situ, Xiao Yi, dalam surat perpisahannya, mengatakan ia akan bertemu teman-temannya tersebut dengan melompat dari apartemennya di lantai 24. Ia pun kemudian ditemukan tewas bunuh diri.

Menyakiti diri sendiri

Sebuah game bernama Blue Whale, yang sempat ramai di media sosial, ternyata memiliki misi akhir untuk menyuruh pemainnya bunuh diri. Sebelum misi akhir tersebut, para pemain diberi 50 misi atau tantangan yang harus dilakukan setiap hari, selama 50 hari. Misi-misi tersebut tergolong berbahaya, seperti menyakiti diri sendiri dengan menggores lengan bertuliskan #f57, dengan benda tajam.

Parahnya, game ini benar-benar sampai memakan korban. Dua gadis asal Rusia, bernama Yulia Konstantinova dan Veronika Volkova, sukses menjalani 50 tantangan dan sampai pada misi terakhir. Benar saja, dua remaja tersebut melompat dari lantai 14 apartemen mereka hingga tewas.