Kisah Freddie Mercury, Legenda Rock yang Meninggal karena HIV/AIDS


Freddie Mercury adalah vokalis grup musik rock, Queen, asal Britania Raya, yang bernama asli Farrokh Bulsara. Semasa duduk di bangku sekolah, kawan-kawannya menjulukinya "Freddie", sehingga akhirnya keluarganya juga memanggil dia Freddie.

Ia terlahir dari keluarga keturunan Parsi India (Zoroastrian). Orang tuanya adalah diplomat yang selalu berpindah-pindah, hingga akhirnya menjadikan Zanzibar sebagai tempat kelahiran Freddie Mercury. Menjelang Freddie remaja, mereka hijrah ke Inggris, karena terjadi perang, dan akhirnya menetap di sana.

Dalam dunia musik internasional, nama Freddie Mercury adalah salah satu legenda musik rock. Karya-karyanya termasuk abadi yang didengar segala usia.

Menurut rekannya, Brian May, Mercury adalah musisi yang berbakat sekaligus eksentrik. Freddie menulis lagu dengan kunci-kunci yang aneh. Kebanyakan band rock memainkan kunci A atau E, dan bisa D atau G, lain dengan musik Freddie yang mempunyai struktur chord yang aneh dan susah dimainkan dengan gitar. 

Dia dilahirkan dengan bakat dalam bidang seni yang luar biasa, sehingga tak ada satu pun grup musik yang bisa menyaingi lagu-lagu yang digubahnya.

Grup musik Queen yang beranggotakan Freddie Mercury, Brian May, John Deacon, dan Roger Taylor, pernah dinobatkan oleh majalah Rolling Stone sebagai satu-satunya grup musik rock yang seluruh anggotanya bergelar Sarjana, meskipun mereka tidak pernah menanggapi penghargaan resmi untuk itu.

Banyak grup rock modern yang menganggapnya sebagai panutan, seperti Guns N' Roses, Metallica, hingga XPDC. Sayangnya, Freddie Mercury meninggal akibat AIDS pada 24 November 1991.