Kisah Bocah SMP Punya Uang Kripto Rp 2,3 Miliar dengan Modal Rp 42 Ribu


Umumnya, anak-anak remaja yang duduk di bangku SMP lebih suka menggunakan komputer untuk bermain game atau menonton YouTube. Namun tidak demikian dengan dua bersaudara Ishaan Thakur dan Aanya Thakur dari Texas, Amerika Serikat. 

Dua bocah yang masing-masing berusia 14 dan 9 tahun itu lebih suka memanfaatkan komputer untuk menambang uang kripto, ether dan bitcoin. Tak heran, mereka telah menghasilkan hampir $160.000 uang kripto senilai US$160 ribu (setara Rp2,3 miliar). 

Ishaan mengatakan, waktu pertama kali melakukan penambangan, dia dan adiknya mengantongi uang kripto sebanyak US$3 atau Rp42 ribu saja. 

Namun hanya dalam tujuh bulan, omzet penambangan uang kripto mereka telah mencapai US$160 ribu. Bahkan dalam satu bulan saja, mereka mampu memperoleh US$64 ribu. 

"Kami telah merancang komputer untuk selalu mencari uang kripto yang paling menguntungkan, dan otomatis menambang uang kripto tersebut," kata Ishaan.       

Suka Belajar Teknologi Baru

Menurut bocah keturunan India yang tinggal di Frisco, Texas ini, ether merupakan uang kripto yang paling banyak mereka tambang, selain bitcoin dan ravencoin. 

Meski saat ini mampu menghasilkan uang kripto dalam jumlah besar, Ishaan mengatakan uang bukan tujuan utama mereka. 

“Meskipun kami sekarang menghasilkan banyak uang, kami sama bangganya seperti saat kami hanya mampu menghasilkan US$3 per hari. 

"Karena hadiah utama kami bukan uangnya. Yang saya sukai dari pengalaman ini adalah kami belajar tentang teknologi baru," kata Ishaan. 

Berawal dari Nonton Video di YouTube

Ishaan dan Aanya pertama kali belajar tentang uang kripto dengan melihat YouTube dan mencari informasinya di Internet. Tapi proses penambangan uang kripto menggunakan komputer bukan pekerjaan yang mudah dan biayanya murah. 

Komputer untuk menambang harus mampu melakukan proses rumit yang kompleks untuk menghasilkan uang kripto dan memvalidasi transaksinya. Makanya proses penambangan uang kripto dengan komputer tidak hanya sulit, tetapi sangat mahal. Butuh daya komputer dan energi listrik yang banyak.

Mahalnya Biaya Menambang Uang Kripto

Bayangkan saja, Ishaan dan Aanya memiliki 200 komputer yang bekerja secara simultan dan paralel untuk menghasilkan uang kripto. 

Saking mahalnya, ayah mereka, Manish Raj, sampai mengambil pinjaman di bank. Sayang, Raj tak mau mengungkapkan berapa uang yang dipinjam untuk membiayai mesin kedua anaknya itu. 

Ishaan dan Aanya mengaku memiliki 100 komputer dengan kartu grafis NVidia RTX 3090, 50 komputer dengan NVidia RTX 3070Ti, dan campuran kartu grafis NVidia seri 30. Selain itu mereka juga punya 24 mesin khusus untuk menambang bitcoin. 

Bisnis penambangan uang kripto dibilang mahal, karena satu kartu grafis NVidia RTX 3090 saja harganya US2.500 hingga US$3.000 (setara Rp36 juta hingga Rp43 juta). 

Sedangkan Ishaan dan Aanya mengaku punya 100 kartu grafis NVidia RTX 3090. Silakan hitung sendiri berapa biayanya hanya untuk membeli kartu grafis saja. 

Fokus Sekolah, Luncurkan Uang Kripto Sendiri

Ishaan mengklaim 200 komputer yang 'diternak' untuk menghasilkan uang kripto memiliki kecepatan grafis yang lebih tinggi dari milik NASA. 

"Banyak teman saya suka bermain game di komputer mereka. Sebaliknya, saya suka membuat komputer untuk bersenang-senang," katanya. 

Bagi Ishaan dan Aanya, menambang uang kripto hanyalah sebuah permulaan. Ishaan dan Aanya berencana untuk meluncurkan uang kripto mereka sendiri, yang disebut Flifercoin. 

Mereka sudah memiliki pengembang dan pengacara yang membantu proses tersebut. Ishaan menambahkan, awalnya dia menambang uang kripto sebagai tabungan untuk kuliah nanti. 

Namun melihat prospeknya yang cerah, dia yakin bisa melakukan banyak hal dengan uang kripto yang dihasilkannya. 

“Kami pikir ada begitu banyak peluang dengan uang kripto ini, dan kami berharap dapat menjadi pionir di bidang ini. Tapi saya baru berusia 14 tahun. Jadi tugas sekolah dan les saksofon lebih diprioritaskan. Karena itu, untuk sekarang saya tidak bisa mengerjakan bisnis saya sebanyak yang saya inginkan," pungkasnya.