Kisah 8 Peramal Hari Kiamat Paling Terkenal di Dunia


Kiamat adalah isu besar yang selalu menarik perhatian banyak orang. Kenyataan itu tentu mudah dipahami. Bagaimana pun, isu kiamat berhubungan dengan kehancuran bumi, yang menjadi tempat tinggal manusia saat ini. Kiamat artinya hancurnya bumi, dan itu berkaitan dengan nasib miliaran orang. 

Jadi, orang-orang selalu tertarik pada isu kiamat, meski belakangan terbukti banyak isu itu yang ternyata hoax.

Meski banyak isu kiamat yang belakangan diketahui cuma hoax, namun ketertarikan pada isu kiamat sepertinya tak pernah hilang. Seiring dengan itu, selalu ada orang-orang yang muncul dengan gaya baru namun membawa isu kiamat yang sama. Di antara banyak tokoh atau organisasi/komunitas yang meramalkan kiamat, berikut ini adalah 8 yang dianggap paling terkenal.

1. Suku Maya

Peradaban Maya kuno terkenal dengan sistem kalender canggihnya. Kalender suku ini berakhir pada 21 Desember 2012. Tanggal itu menimbulkan spekulasi kiamat di seluruh dunia. Meski 21 Desember 2012 merupakan tanggal terakhir di kalender Maya, tak disebutkan adanya bencana oleh suku itu.

2. Nostradamus

Nostradamus terkenal karena buku Les Propheties yang terbit pada 1555. Buku yang masih bisa ditemui hingga kini itu berisi koleksi ramalan yang disebut kuatrain. 

Pengikut Nostradamus yakin, kuatrain memprediksi peristiwa sejarah besar, seperti Revolusi Perancis, bom atom, bangkitnya Hitler, bahkan peritiwa bom 9/11 di AS. Namun, ramalannya, 2012 bukan kiamat. Menurutnya, kiamat terjadi pada tahun 3786-3797.

3. William Miller dan Milleris

Pendeta Baptis Amerika, William Miller, dikreditkan sebagai pendiri Adventisme (pewaris Saksi-Saksi Yehuwa). Di konferensi Advent, Miller menulis, “Saya menyimpulkan, sekitar 25 tahun setelah 1818, semua urusan saat ini akan dihentikan”. Prediksi terakhirnya ditentukan pada 1844. Tak dikhawatirkan lagi, jelas sekali ramalan itu hanyalah ‘Kekecewaan Besar’.

4. Jim Jones

Pria ini juga dikenal sebagai ‘mesias gila’. Ia pendiri dan pemimpin People’s Temple. Pada 1965, Jones mengklaim, dunia akan diselimuti perang nuklir pada 15 Juli 1967. Saat hal itu tak terjadi, Jones membentuk komunitas ‘Jonestown’ di Guyana. Jones terkenal karena pembunuhan massal 900 anggota komunitasnya pada 18 November 1978. Bahkan, ia merekam suara saat pembunuhan itu.

Insiden itu menjadi kematian terbesar di Amerika, yang disebabkan bukan karena bencana. Jones sendiri tewas bersama anggota komunitasnya, dengan luka senjata yang ditembakkannya sendiri.

5. David Koresh dan Pengikutnya

Sekte agama ini menganggap mereka hidup di hari akhir, seperti tertera pada kitab Injil. David Koresh mengklaim dirinya sebagai nabi terakhir. Aksi sekte ini memanas selama pengepungan di Waco, Texas, pada 1993.

David Koresh menamakan markas kelompok pengikutnya sebagai ‘Ranch Apocalypse’. Alih-alih hidup bersama pemimpinnya menunggu kiamat, sekte ini berperang dengan FBI. Sebanyak 76 anggota, termasuk Koresh, mati terbakar di dalam gedung.

6. Gerbang Surga

Pengikut Gerbang Surga yakin pada kiamat yang akan datang, dan cara untuk melarikan diri dari kedatangan kiamat adalah dengan cara bunuh diri. Pemimpin kelompok ini, Marshall Applewhite dan Bonnie Nettles, meyakinkan anggotanya, bahwa rencana ‘evakuasi’ ini akan mempercepat mereka bertemu alam lain tanpa harus menghadapi kiamat.

Sebanyak 39 anggota komunitas itu meninggal, dan mereka mengenakan gelang bertuliskan, ”Tim Gerbang Surga”. Gelang ini diperoleh setelah anggota membayar US$10 ribu (Rp 86,8 juta).

7. Aum Shinrikyo

‘Aum’ merupakan gerakan keagamaan Jepang, yang didirikan Shoko Asahara. Menurut Robert Jay Lifton, penulis ‘Destroying the World to Save It: Aum Shinrikyo, Apocalyptic Violence, and the New Global Terrorism’, Asahara memprediksi kiamat terjadi pada 1997.

Shoko Asahara didakwa mendalangi serangan gas sarin pada 1995 di kereta bawah tanah Tokyo. Menurut JapanTimes, gas itu menewaskan 12 orang dan melukai 5.500 orang. Untuk kejahatan ini, Asahara dijatuhi hukuman mati. Banding yang dilakukannya pun tak berhasil, dan ia menjalani eksekusi.

8. James Rawles dan Survivalis

Mereka mengklaim sebagai kelompok survivalis (bertahan dari kiamat yang akan datang). Kelompok ini yakin pada azab yang pasti, dekat, dan mereka harus siap. Editor survivalblog.com, James Rawles, mendominasi kelompok ini. Menurut Rawles, azab yang akan datang melibatkan keruntuhan sosial-ekonomi yang pada awalnya disebabkan kegagalan jaringan listrik.

Rawles mengatakan, untuk bersiap-siap, anggota harus menyiapkan garam, kayu bakar, atau batubara. Anggota yang serius bisa menyiapkan hewan ternak. “Sangat penting menyiapkan senjata, dan memanfaatkan pelatihan medis,” ujarnya.