Kisah 5 Jenderal Jenius yang Berpengaruh dalam Perang Dunia II


Jenderal jenius adalah sebutan tak resmi yang ditujukan kepada para sosok perwira tinggi yang piawai dalam pemikiran, strategi bertempur, maupun teknik dalam bidang militer. Tolok ukur keberhasilannya kadang terlihat dan teruji dalam berbagai situasi pertempuran dimana dia dan pasukannya terlibat.

Berikut ini sosok-sosok jenderal jenius yang muncul di kancah Perang Dunia II.

1. Erwin Rommel

Erwin Johannes Eugen Rommel adalah seorang komandan pasukan Jerman pada era Perang Dunia II. Perdana Menteri Britania Raya Sir Winston Churchill, yang waktu itu adalah musuh bebuyutan Jerman, pernah terang-terangan memberikan salut kepada jenderal jenius ini di Parlemen. 

Pada akhir hayatnya ketika ditanya mengapa dia memuji musuh, Churchil mengatakan “Saya tidak menyesal memuji Rommel”.

Sebagai penghargaan, Rommel dipromosikan menjadi Jenderal dan panglima dari 2 divisi AD Jerman yaitu Divisi Ringan ke-5 (kemudian direorganisir dan redesain sebagai Divisi Panzer ke-21) dan Divisi Panzer ke-15, yang dikirim ke Libya pada awal 1941 untuk menolong pasukan Italia yang menderita kekalahan besar di front Afrika Utara. Pasukannya inilah cikal bakal terbentuknya Deutsches Afrika Korps.

Pasukan barunya ini berhasil memukul mundur Tentara ke-8 Inggris (British 8th Army) keluar dari Tobruk di Libya. Pasukannya merangsek terus ke Mesir tapi berhasil dipatahkan di ’Alamain. 

Begitu tentara Amerika Serikat mendarat di Maroko dan Aljazair, pasukannya ditarik mundur meninggalkan Tunisia. Kiprahnya di medan pertempuran di padang pasir Afrika Utara itu membuatnya dijuluki ”Rubah Padang Pasir”.

2. Bernard Montgomery (Inggris)

Bernard Law Montgomery, yang dijuluki “Monty”, adalah seorang perwira Angkatan Darat Britania Raya. Ia berhasil memimpin pasukan Sekutu pada Pertempuran El Alamein, sebuah pertempuran penting pada Perang Dunia II, dimana pasukannya berhasil mengusir pasukan Blok Poros dari Afrika Utara yang dipimpin oleh Jenderal Erwin Rommel. 

Ia lalu menjadi komandan penting di front Italia dan Eropa Barat, dimana ia mengkomandani seluruh pasukan darat Sekutu pada Invasi Normandia.

3. Georgy Zhukov (Uni Soviet)

Georgy Konstantinovich Zhukov adalah komandan militer Uni Soviet dan juga seorang politikus, dan merupakan salah seorang jenderal yang terkenal lewat jasanya yang besar di Perang Dunia II.

Pada Januari 1943, dialah yang membuat rencana serangan guna menerobos blokade pasukan Jerman pada kota Leningrad. Zhukov juga menjadi koordinator STAVKA pada Pertempuran Kursk, Juli 1943, memainkan peranan penting dalam perencanaan pertempuran defensif Soviet dan operasi-operasi ofensif yang mencapai kesuksesan besar. 

Pertempuran di Kursk menjadi kekalahan besar pertama Jerman pada musim panas itu dan muncul klaim bahwa pertempuran Kursk sama menentukannya dengan pertempuran di Stalingrad.

Menyusul kegagalan Marsekal Kliment Voroshilov, Zhukov yang menggantikannya sukses mengakhiri kepungan Nazi atas kota Leningrad pada Januari 1944. Zhukov juga memimpin laju pasukan Soviet pada 1944 serta serangan terakhir pada Jerman pada 1945, merebut kota Berlin pada April 1945, dan menjadi petinggi militer Soviet pertama yang memerintah wilayah pendudukan Soviet di Jerman. 

Sebagai komandan militer Soviet paling berjasa pada perang melawan Nazi, Zhukov ditunjuk menjadi inspektur upacara pada Parade Kemenangan Uni Soviet di Lapangan Merah tahun 1945.

4. Douglas Mc Arthur (Amerika Serikat)

Douglas MacArthur adalah seorang jenderal Amerika Serikat yang pada tahun 1930-an dan kemudian berperan penting dalam Perang Dunia II. Ia ditugaskan untuk memimpin invasi ke Jepang pada November 1945, dan kemudian menerima penyerahan Jepang kepada Sekutu pada 2 September 1945. MacArthur mengurus pendudukan Jepang dari 1945 sampai 1951 dan dianggap berjasa menerapkan berbagai perubahan demokratis. 

Ia memimpin tentara PBB di Korea dari 1950–1951 melawan invasi Korea Utara. MacArthur dicabut dari jabatan pemimpin oleh presidenHarry S. Truman pada April 1951 karena menentang kebijakan Truman dalam Perang Korea di depan umum. MacArthur bertempur dalam tiga perang besar, Perang Dunia I, Perang Dunia II, dan Perang Korea.

5. George S. Patton (Amerika Serikat)

George Smith Patton Jr. adalah seorang jenderal Angkatan Darat Amerika Serikat pada Perang Dunia II. Dalam 36 tahun kariernya di angkatan darat. 

Ia menjadi Kadet Ajudan di West Point, menjadi juara lima Modern Pentathlon pada Olimpiade 1912 di Swedia, lulus Sekolah Kavaleri di Perancis pada 1912 dan 1913, dijadwalkan untuk ikut dalam Olimpiade 1916 yang seharusnya diadakan di Berlin, menjadi pendukung peperangan lapis baja, dan mengkomandani pasukan di Afrika Utara, Sisilia, dan Eropa. 

Patton terkenal sebagai pejuang murni yang tak kenal ampun dan ganas, dan diberi julukan “Old Blood and Guts” (Darah dan Jeroan Tua), nama yang muncul setelah seorang wartawan salah mengutip dia mengatakan “it takes blood and brains to win a war“. Sejarah mencatatnya sebagai pemimpin militer yang brilian, yang juga sering tidak patuh dan kadang-kadang tidak stabil.