Inilah Negara-negara yang Warganya Paling Bahagia di Dunia


Dibandingkan negara-negara yang penuh konflik dan peperangan, hidup di Indonesia tentu jauh lebih menyenangkan. Setidaknya, warga Indonesia bisa menjalankan aktivitas keseharian dengan tenang, bekerja, dan berkumpul dengan keluarga. 

Namun, jika dibandingkan negara-negara lain yang lebih makmur, kehidupan warga di Indonesia tentu masih kalah, khususnya dalam hal kebahagiaan dan kepuasan hidup.

Terkait hal itu, warga negara mana yang kira-kira paling bahagia di dunia?

Sebuah penelitian yang dirilis Happy Planet Index menunjukkan warga negara Kosta Rika adalah orang paling bahagia di dunia. Tolok ukurnya adalah tingkat harapan hidup, jaminan kesejahteraan, dan rekam jejak ekologis negara tersebut. Untuk semua indikator ini, Kosta Rika meraih skor 64.

Setelah Kosta Rika, negara peringkat kedua yang mampu membahagiakan masyarakatnya adalah Vietnam, dengan skor 60,4. Kemudian menyusul Kolombia, Bizare, El Salvador, Jamaika, Panama, Nikaragua, Venezuela, dan Guatemala.

Indonesia berada di peringkat ke-14 dengan skor 55,5. Menurut Happy Planet Index, angka harapan hidup di Indonesia masuk kategori 'lumayan'. Begitu juga dengan jaminan kesejahteraan. Adapun riwayat ekologis, dianggap rendah.

Inggris berada di urutan ke-44. Negeri Ratu Elizabeth II ini menggungguli negara besar lainnya seperti Jerman yang menduduki posisi 47, Spanyol (62), Kanada (65), Australia (76), dan Amerika Serikat (105).

"Parameter kebahagian tidak hanya diukur dari kekayaan, tapi sejauh mana negara memberikan kebahagiaan dan hidup berkelanjutan bagi masyarakat," demikian ditulis Happy Planet Index, seperti dilansir Dailymail.

Dalam penelitian ini, Happy Planet Index menggunakan data harapan hidup dari Laporan Pembangunan Manusia oleh United Nations Development Programme. Adapun untuk rekam jejak ekologis, menggunakan laporan yang dikeluarkan oleh World Wildlife Fund sebagai tolak ukur konsumsi sumber daya. 

Laporan ini menjadi ukuran per kapita dari jumlah lahan yang dibutuhkan suatu negara dalam mempertahankan pola konsumsi.

Tingkat kesejahteraan dan harapan hidup mengarah langsung pada kebahagian. Sementara jejak ekologis dianggap sebagai tolok ukur keberkelanjutan, yaitu apakah suatu negara dapat menjaga warga negaranya tanpa bantuan dari luar.