Ini 5 Nutrisi yang Baik, tapi Tidak Baik jika Dikonsumsi Berlebihan


Segala yang berlebihan memang tidak baik, termasuk berlebihan dalam mengonsumsi nutrisi. Meski memiliki efek positif atau manfaat bagi tubuh, beberapa nutrisi diketahui justru dapat membawa dampak negatif jika dikonsumsi secara berlebihan. 

Asam lemak omega-3, misalnya, sangat penting bagi tubuh karena dapat membantu kesehatan. Namun, jika dikonsumsi berlebihan, efeknya justru dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh.

Cynthia Sass, pakar diet dari New York, menyatakan, “Meskipun suatu jenis nutrisi memiliki fungsi penting bagi tubuh, namun jika dikonsumsi secara berlebihan bukan berarti lebih baik.” Berikut ini beberapa nutrisi yang sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan, karena risiko yang mungkin ditimbulkannya.

Asam lemak omega-3

Asam lemak omega-3 adalah jenis lemak yang diketahui dapat melawan inflamasi dalam tubuh yang memicu penuaan dan penyakit. Selain itu, penelitian menunjukkan, asam lemak omega-3 juga dapat mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, depresi, serta menjaga kesehatan kulit dan otak.

Meski memiliki manfaat bagi tubuh, tapi penelitian baru menunjukkan bahwa mengonsumsi asam lemak omega-3 secara berlebihan justru berdampak negatif pada sistem imun, dan mengganggu kemampuan alami tubuh dalam melawan infeksi. 

Cynthia Sass menyarankan, “Untuk menghindarinya, konsultasikan pola makan Anda pada ahli, khususnya saat Anda merasa perlu minum suplemen omega-3.”

Vitamin C

Di antara jenis vitamin yang lain, vitamin C bisa dibilang paling terkenal, dan banyak dikonsumsi, khususnya bagi yang ingin memperkuat daya tahan tubuh. Vitamin C juga membantu menjaga kesehatan tulang, gigi, pembuluh darah, dan kulit, serta dipercaya mampu mencegah penyakit kronis seperti penyakit jantung, kanker, dan arthritis.

Meski memiliki beragam manfaat, namun orang dewasa sebaiknya tidak mengonsumsi vitamin C lebih dari 2.000 mg per hari. Karena, jika berlebihan, vitamin C akan memicu kembung, gangguan pencernaan, diare, mual, muntah, heartburn, sakit kepala, insomnia, dan pembentukan batu ginjal.

Seng

Mineral seng terdapat di setiap sel tubuh, dan berperan dalam mendukung fungsi imun sekaligus penglihatan, penciuman, perasa yang sehat, meregulasi gula darah, metabolisme, penyembuhan, dan menjaga fungsi tiroid.

Batas mengonsumsi seng adalah 40 mg per hari. Jika berlebihan mengonsumsinya, efeknya dapat menyebabkan masalah semacam gangguan pencernaan, rasa besi dalam mulut, pusing, sakit kepala, kelelahan, keringat berlebihan, kehilangan kordinasi otot, intoleransi alkohol, dan halusinasi.

Besi

Zat besi adalah gizi penting, karena salah satu penyusun sel darah merah yang membantu membawa oksigen ke seluruh tubuh. Namun, kelebihan zat besi justru tidak baik bagi tubuh, karena dapat menyebabkan konstipasi, mengganggu penyerapan vitamin C—apalagi bagi yang sudah memasuki usia menopause, hanya sedikit sekali zat besi yang bisa dikeluarkan tubuh. 

Batas aman mengonsumsi zat besi adalah 45 mg untuk orang dewasa. Karenanya, jika Anda minum suplemen besi, sebaiknya tidak minum melebihi dosis.

Kalsium

Kalsium terdengar identik dengan tulang. Kenyataannya, tulang memang bagian tubuh yang mengandung 99 persen kalsium dalam tubuh menusia. Kalsium juga dibutuhkan untuk membantu fungsi jantung, saraf, dan otot, selain juga membantu menyeimbangkan asam di dalam tubuh.

Karena pentingnya kalsium bagi tubuh, tidak sedikit orang yang mengonsumsinya secara berlebihan. Padahal, mengonsumsi lebih dari 2.500 mg sebelum usia 50, atau 2.000 mg setelah usia 51, dapat memicu gangguan ginjal, seperti pembentukan batu ginjal. Kelebihan kalsium juga dapat berakibat konstipasi, serta mengganggu penyerapan zat besi dan seng.