Hati-hati, Meletakkan Botol Air di Dalam Mobil Ternyata Bisa Berbahaya


Bagi yang biasa bepergian menggunakan mobil, mungkin sudah biasa membawa bekal berupa botol berisi air. Tujuannya tentu agar bisa minum dengan mudah kalau sewaktu-waktu mengalami haus di perjalanan. Biasanya, saat kita keluar dari mobil, botol berisi air itu akan ditinggal. 

Dalam hal itu, jika kita meninggalkan botol air di dalam mobil, sebaiknya pastikan botol tersebut tidak berada di atas jok mobil. Lebih baik simpan di bagian tertentu dalam mobil yang tidak terpapar sinar matahari dari luar. Pasalnya, menyimpan botol air dalam mobil bisa menimbulkan bahaya, jika botol itu terpapar sinar matahari, khususnya saat cuaca sedang panas.

Diwartakan Live Science, botol plastik yang terkena cahaya matahari bisa bertindak sebagai lensa dan memiliki energi tinggi untuk membakar benda. Hal ini pun sudah terbukti lewat sebuah video yang dibagikan Idaho Power. 

Dalam rekaman itu, ia memperlihatkan bagaimana botol plastik yang terkena matahari bisa membuat dua lubang kecil pada jok mobilnya. Ada juga perusahan air Rusia yang menjual air dengan desain botol berbentuk bola sepak, dan botol ini dapat berperan sebagai lensa matahari yang sempurna. 

Dalam sebuah video, botol berbentuk bola itu bisa membakar sekotak korek api dan juga lantai laminasi. 

"Botol plastik bertindak seperti lensa dan memfokuskan sinar matahari yang masuk lewat jendela mobil," kata Odile Madden, ilmuwan material dari Institut Konservasi Getty, Los Angeles, kepada Live Science. 

Madden menjelaskan, sinar matahari terdiri dari banyak foton atau partikel sub-atom yang bergerak dalam garis lurus. Saat botol bertindak seperti lensa, maka ia akan mengarahkan foton bertemu pada satu titik. 

"Ini seperti memfokuskan banyak cahaya ke titik sangat kecil, dan mengeluarkan semua energi panas sehingga benda dapat meleleh dan terbakar," jelas Madden. 

Hal yang mengejutkan Madden dari botol plastik di dalam mobil adalah sinar matahari yang masuk melewati jendela masih memiliki energi panas untuk menembus plastik botol dan menyebabkan pembakaran. 

"Dapat dibayangkan jika hari sangat panas, akan terjadi sesuatu yang lebih parah," ungkapnya. 

Sementara itu, ahli kimia yang juga dari Institut Konservasi Getty, Michael Doutre, menilai fenomena ini adalah ilustrasi yang bagus untuk memahami seberapa besar energi matahari. "Mungkin botol plastik murah, tapi benda ini bisa menciptakan bentuk yang hampir sempurna untuk lensa," kata Doutre. 

Menurut Doutre, setelah sinar matahari menembus kaca mobil, ia mengeluarkan energi sebesar 600 watt per meter persegi saat mengenai jok mobil, dan memfokuskan pada titik yang lebih kecil dari milimeter. Hanya dalam beberapa detik, suhu panasnya dapat membakar lapisan jok mobil. 

Namun, kedua ilmuwan berpendapat botol plastik tidak mungkin dapat menyebabkan jok benar-benar terbakar. Hal ini karena bahan pembuatan mobil termasuk joknya pasti sudah didesain tahan api. 

Doutre juga menjelaskan isi cairan dalam botol dapat memberi efek yang berbeda. Misalnya minuman soda dan jus tidak akan berbahaya ditinggal di dalam mobil selama hari panas, kecuali soda jernih. 

Namun, botol yang menyimpan cairan berkarbonasi jernih dapat memungkinkan cahaya untuk menembusnya seperti botol air biasa. Mungkin, botol yang diletakkan di atas tumpukan kertas juga bisa melakukan pembakaran apabila terpapar sinar matahari.