Hasil Studi: Makin Mewah Pernikahan, Makin Cepat Pasangan Bercerai


Banyak orang yang mengimpikan pesta pernikahannya digelar secara mewah, di gedung yang eksklusif, dengan gaun pengantin yang indah, dengan makanan dan minuman yang lezat, dengan aneka hiburan yang meriah, dan tentu saja dengan tamu undangan yang banyak. Intinya, banyak orang menginginkan pesta pernikahannya digelar semewah mungkin.

Namun, tahukah Anda, studi menunjukkan bahwa semakin mewah suatu pesta pernikahan, umumnya semakin cepat pula pasangan tersebut mengalami perceraian. 

Bagi pernikahan yang berbahagia, mengeluarkan sumber daya untuk hari pernikahan tidak terlalu perlu, kata Andrew Francis-Tan, profesor di Emory University di Atlanta, Amerika Serikat. Dia mengadakan penelitian mengenai kaitan antara pengeluaran pernikahan dengan lamanya suatu pernikahan.

Benarkah pernikahan mewah cenderung berumur singkat?

Para peneliti melakukan survei terhadap 3.000 pasangan, dan menemukan bahwa pasangan yang mengeluarkan lebih banyak uang di hari pernikahan, secara umum usia pernikahannya lebih singkat. Tak apakah memang mengeluarkan biaya lebih banyak menjadi penyebab bagi perceraian atau hanya kebetulan saja?

Di Amerika Serikat, sebuah survei terhadap 1.000 perempuan yang bertunganan menemukan 32% pasangan berutang dengan kartu kredit mereka sesudah hari pernikahan, menurut situs web pernikahan TheKnot.

Sedang di Asia, khususnya di Malaysia dan India, lazim bagi keluarga untuk berutang sesudah menjamu pesta pernikahan. "Waspadalah, pasangan yang menikah harus mengurangi pengeluaran pernikahan mereka hingga mencapai tingkat yang bisa mereka kelola,” kata Francis-Tan.

Temukan pasangan yang cocok secara finansial

Ternyata, kondisi finansial lebih penting ketimbang yang Anda duga. Sebuah penelitian yang menggunakan data dari United States Federal Reserve atau Bank Sentral AS, memperlihatkan bahwa pasangan yang cocok dalam kondisi keuangan bisa diharapkan untuk juga lebih cocok dalam percintaan.

Beberapa profesi tertentu cenderung untuk terus mempertahankan perjodohan. Di sisi lain, pasangan yang memiliki kondisi keuangan berbeda, lebih cenderung untuk berpisah.

Kondisi keungan bisa memberi masukan bagi 'tingkat kepercayaan individu dan komitmen kepada kewajiban-kewajiban bukan utang', menurut tim peneliti. Riset juga menemukan bahwa memungkinkan untuk menggunakan kondisi keuangan pasangan dalam memahami lebih banyak nilai-nilai pribadi dan 'dasar kepercayaaan'.

Satu tambahan lagi, ketika bicara tentang kondisi keuangan yang sulit, seperti jumlah rekening di bank atau utang, hindari berkutat terlalu banyak pada kondisi keuangan pasangan Anda.

“Tetap nilai orang itu tanpa harus menyebabkan kecemasan terlalu besar,” kata Kinman yang menambahkan bahwa aturan keluarga dalam menangani soal keuangan harus diputuskan sejak awal sebelum meulai sebuah hubungan.