Hasil Riset: Banyak Anak Muda Bosan dengan Hidupnya, Kenapa?


Kehidupan saat ini adalah kehidupan yang serba mudah. Karena ada banyak sarana teknologi yang menunjang kehidupan. Dari internet, ponsel, dan segala macam peranti yang di zaman dulu tidak ada. 

Artinya, jika melihat kehidupan sekarang, tentu akan lebih mudah dijalani dibanding kehidupan di zaman dulu. Tapi apakah generasi zaman sekarang lebih menikmati kehidupannya dibanding generasi zaman dulu?

Jawaban untuk pertanyaan itu agak memprihatinkan, karena ternyata justru ada banyak muda zaman sekarang yang bosan dengan kehidupannya.

Menurut sebuah studi yang dilakukan di Inggris, dua pertiga (63 persen) generasi milenial bosan dengan kehidupannya, meski mereka lahir dan tumbuh di dunia yang penuh dengan hiburan digital.

Dikutip dari Metro UK, penelitian itu berdasarkan jajak pendapat dari 1.000 orang dewasa di Inggris yang berusia antara 18 dan 70 tahun. Menurut penelitian tersebut, milenial adalah generasi yang paling bosan di Inggris, dan hanya empat persen yang mengatakan bahwa mereka tidak pernah bosan dengan kehidupannya.

Lebih lanjut, penelitan tersebut juga membeberkan beberapa data seperti; satu dari empat (27 persen) milenial lelah menonton siaran televisi, satu dari empat (25 persen) bosan saat mencoba tidur, dan satu dari enam (14 persen) sudah 'muak' dengan media sosial. Meski begitu, mereka akan berlari ke media sosial, saat mereka sedang bosan.

Fakta lain juga menyebut hampir setengah (46 persen) milenial membuka media sosial saat mereka sedang bosan, empat dari 10 (43 persen) akan beralih ke telepon genggam mereka untuk bermain game, dan satu dari lima (21 persen) akan pergi berbelanja.

"Meski tumbuh di dunia yang serba instan, penelitian kami menunjukkan bahwa milenial di Inggris sangat bergantung dengan ponsel mereka. Meski begitu, mereka tetap bosan dengan kehidupannya," ujar Maria Casino.

"Kalau kau berpikir perkembangan teknologi dan informasi akan membuat hidupmu menyenangkan, kau salah besar! Tampaknya, milenial harus belajar dari generasi-generasi sebelumnya," tambahnya.