Hasil Penelitian: Berantakan dan Malas Ternyata Ciri Khas Orang Cerdas


Kecerdasan sulit diukur. Tetapi sains telah menghubungkan kebiasaan orang pintar dengan tingkat pembelajaran, pemecahan masalah, sehingga dapat melihat perbedaan orang cerdas dari kebiasaannya.

Dilansir dari thehealthy.com, ada 12 kebiasaan dari orang-orang pintar dalam keseharian. Kebiasaan ini cukup unik dan mungkin dilakukan juga oleh sebagian orang. Berikut daftarnya.

Meja berantakan

Menurut Profesor Cornell Robert J. Sternberg, kecerdasan adalah kemampuan untuk belajar dari pengalaman, beradaptasi dengan situasi baru, memahami dan menangani konsep abstrak, dan menggunakan pengetahuan untuk memanipulasi lingkungan seseorang. 

Anda akan berpikir orang yang cerdas akan terorganisir dan segala sesuatu di ruang kerja diatur dengan rapi, tetapi bukan itu masalahnya. Dalam eksperimen di Universitas Minnesota, orang-orang di lingkungan yang berantakan menghasilkan lebih banyak ide kreatif daripada yang berada di tempat yang rapi. Kreativitas adalah salah satu sifat yang cenderung dimiliki oleh orang yang lebih pintar.

Begadang

Dalam film, orang jenius atau kreatif selalu bekerja hingga larut malam. Sebuah studi dari Sekolah Ekonomi dan Ilmu Politik London menemukan orang yang cenderung tidur lebih sedikit memiliki IQ yang lebih tinggi.

"Mungkin beberapa orang pintar begadang karena jam tidur sangat berbeda,” kata Dr. Wai. “Atau, mungkin mereka begadang karena cenderung tertutup dan suka bangun larut malam tanpa gangguan untuk berpikir dan menyelesaikan masalah.”

Memaki

Umumnya sumpah serapah dianggap cerminan dari pendidikan dan kecerdasan yang rendah. Namun, Timothy Jay dan rekan menemukan orang yang berkata-kata sumpah serapah lebih memiliki kosa kata yang lebih besar secara umum. Menurut Wai, tidak heran jika orang pintar mengetahui lebih banyak caci maki, bahkan jika tidak menggunakannya setiap saat.

“Adalah bagian dari kecerdasan emosional untuk mengetahui bagaimana dan kapan menggunakan kata-kata ini,” katanya.

Suka mandi air dingin

Berenang di air dingin dapat memberikan tubuh tambahan energi. Penulis sebuah penelitian dari Finlandia, di mana renang musim dingin biasa dilakukan menyebut adaptasi terhadap air dingin dikaitkan dengan penurunan ketegangan dan kelelahan yang signifikan dan peningkatan suasana hati. Ini semua dapat meningkatkan fungsi dan produktivitas otak.

Corat-coret

Kebiasaan orang pintar lain adalah mencorat-coret. Menurut Sunni Brown, penulis The Doodle Revolution, ini adalah alat berpikir yang dapat memengaruhi pemrosesan informasi dan pemecahan masalah. Sebuah studi dari Inggris Raya menemukan orang mampu mengingat 29 persen lebih banyak informasi jika mencoret-coret.

Mengkritik diri sendiri

Dalam sebuah studi penting dari Universitas Cornell, para ilmuwan menemukan orang yang tidak kompeten tidak dapat mengenali ketidakmampuan sendiri, yang menyebabkan penilaian diri meningkat. Ini telah dikenal sebagai efek Dunning-Kruger. 

Studi ini juga menemukan orang yang sangat kompeten cenderung meremehkan kemampuan mereka. Orang pintar dapat mengenali ketika mereka tidak mengetahui sesuatu. Sebenarnya, mereka tahu betapa lebih banyak pengetahuan. Alih-alih terlalu percaya diri, mereka cenderung mengkritik diri sendiri.

Melamun

Para ilmuwan sebelumnya berpikir melamun mempengaruhi kinerja otak, penelitian baru menunjukkan mungkin tidak demikian.

“Beberapa kisah penemuan ilmiah telah menyebutkan pentingnya menjauh dari masalah, mendapatkan perubahan pemandangan, dan bagaimana hal itu dapat membantu pikiran menemukan cara yang berbeda untuk melihat masalah dan berpotensi meningkatkan kreativitas,” kata Wai.

Jadi, jika melamun adalah salah satu kebiasaan, Anda mungkin memiliki keterampilan kreatif dan pemecahan masalah yang lebih tinggi.

Berbicara sendiri

Anda mungkin berpikir bergumam pada diri sendiri membuat orang tampak gila tetapi pada kenyataannya, itu mungkin merupakan tanda kemampuan berpikir, ingatan, dan persepsi yang lebih tinggi.

Suka menyendiri

Peneliti Inggris dan Singapura meminta 15.000 orang berusia 18-28 tahun untuk mengikuti survei dan tes IQ. Mereka menemukan orang yang sangat cerdas tidak bahagia dengan hidup jika lebih sering bersosialisasi dengan teman-teman. 

Carol Graham, peneliti Institusi Brooking yang tidak terkait dengan penelitian ini, juga berpendapat temuan tersebut menunjukkan, “Mereka yang memiliki kecerdasan lebih dan kapasitas untuk menggunakannya cenderung tidak menghabiskan begitu banyak waktu bersosialisasi karena fokus pada tujuan."

Malas

Kemalasan bisa jadi pertanda kecerdasan. Dalam sebuah penelitian dari 2016, para peneliti di Universitas Florida Gulf Coast membagi 60 siswa menjadi dua kelompok sebagai pemikir dan nonpemikir. Penulis kemudian memantau aktivitas fisik siswa selama satu minggu. 

Mereka menemukan nonpemikir jauh lebih aktif secara fisik daripada pemikir. Penulis percaya ini mungkin karena para pemikir sangat puas dengan menghibur diri sendiri secara mental sementara yang tidak berpikir cenderung lebih mudah bosan dan mengasosiasikan stimulasi mental sebagai pengalaman negatif.

Meditasi setiap hari

Banyak penelitian menunjukkan meditasi dapat membantu meningkatkan kecerdasan, kemampuan untuk menjadi lebih kreatif, inovatif, dan visioner. Studi lain juga menunjukkan meditasi 20 menit sehari membantu meningkatkan daya ingat, kognisi, dan mengurangi tingkat stres.