Fakta-fakta Penting Seputar Rambut Kemaluan yang Perlu Diketahui Wanita


Area kemaluan ditumbuhi rambut, baik pada pria maupun pada wanita. Sebagaimana umumnya rambut di area tubuh yang lain, rambut kemaluan juga dapat memanjang atau menebal, sehingga makin lama makin lebat. Apakah mencukur atau memotong rambut kemaluan diperlukan?

Sebagian orang, khususnya wanita, ingin area kemaluannya memiliki rambut, sementara sebagian lain ingin area kemaluannya benar-benar bersih. Untuk yang membiarkan rambut menghiasi kemaluan, tentu diperlukan pemotongan yang rutin, agar rambut di area tersebut tidak terlalu lebat. Lebih dari itu, hal penting yang perlu dipahami wanita terkait hal ini adalah tingkat kelembapan di area kemaluan.

Kelembapan area kewanitaan perlu dijaga, agar pH-nya tak terganggu dan pada akhirnya bisa memicu terjadinya infeksi. Salah satu yang bisa dilakukan adalah mencukur rambut kemaluan. Namun, perkara boleh atau tidaknya rambut pubis dihilangkan kerap menjadi perdebatan. Bagaimana jawaban sebenarnya? 

Dr. Mery Sulastri, educator & trainer Mundipharma Indonesia, mengatakan hal itu direkomendasikan. Apalagi jika seseorang memiliki rambut pubis yang sangat lebat dan bisa meningkatkan risiko infeksi di area kewanitaan. 

"Prinsip dasarnya jangan menambah kelembapan area kewanitaan. Dengan menambah kelembapan, otomatis suasana (pH)nya akan berubah," kata dr. Mery. 

Mencabut habis rambut pubis, atau yang lebih dikenal dengan waxing, juga banyak dilakukan para wanita. Dr. Mery mengatakan, tak ada hal khusus yang membuat waxing maupun cukur sebagian menjadi lebih baik. Hanya saja, setelah melakukan waxing biasanya akan ada luka di kulit. 

Kondisi luka meningkatkan risiko infeksi area kewanitaan. Sehingga, hal itulah yang harus diperhatikan. Untuk menjaganya tetap bersih, kita bisa menggunakan pembersih area kewanitaan yang mengandung antiseptik. 

Selain itu, dr. Mery menyarankan agar kita tak menghilangkan atau mencukur bulu pubis pada waktu menstruasi. Sebab, risiko infeksi pada waktu menstruasi sangat tinggi. Jika ditambah dengan melakukan penghilangan atau pencukuran rambut pubis, maka risiko infeksi area kewanitaan berpotensi meningkat. Lebih baik melakukannya sebelum atau sesudah menstruasi. 

Namun, menurutnya lebih baik jika pada saat menstruasi, kondisi bulu pubis sudah dalam keadaan terpangkas. "Kalau bisa sudah terpangkas (saat menstruasi). Prinsipnya, jangan menambah kelembapan area kewanitaan," tuturnya.