Deretan Kecelakaan Maut yang Terjadi Gara-gara Orang Mengantuk


Kecelakaan di jalan raya akibat pengemudi mengantuk tidak bisa dihitung jari, karena sangat banyak, sehingga pengemudi mobil pun selalu disarankan untuk istirahat saat mengantuk.

Pada 1986, pesawat ulang alik Challenger meledak dan menewaskan tujuh astronotnya. Dalam penelitian The National Sleep Research Project, meledaknya pesawat tersebut karena disebabkan kesalahan teknis akibat sang mekanik kurang tidur. 

Pada 1986 pula, reaktor nuklir Chernobyl di Ukraina meledak dan menyebarkan kontaminasi radioaktif hingga ke Belarus, Ukraina, dan Rusia. Lagi-lagi, penyebabnya karena sang petugas di sana mengantuk.

Kemudian, pada 1989, kapal tanker Exxon Valdez menabrak karang di perairan Alaska, dan menumpahkan minyak hingga 41,8 juta liter minyak mentah dan mencemari garis pantai sepanjang 2.080 kilometer. Belakangan diketahui, kecelakaan mengerikan itu terkait dengan masalah konsentrasi kapten kapal akibat mengantuk.

Berbagai kecelakaan itu cukup menjadi ilustrasi bahwa mengantuk akibat kurang tidur tidak bisa dianggap sepele. Karena itu pula, tidur pun tidak bisa dianggap urusan remeh yang tak perlu diperhatikan. 

Dalam percobaan di laboratorium, tikus yang terus menerus dipaksa terjaga atau tidak tidur, diketahui mati setelah dua minggu. Itu jangka waktu yang lebih pendek dibandingkan tikus yang dipaksa kelaparan sampai mati.

Daniel Kripke dari The Scripps Clinic Sleep Center di La Jolla, California, menyatakan bahwa tidur memiliki hubungan dengan banyak hal—selain berkaitan dengan masalah kesehatan, munculnya penyakit, sampai ikut menentukan panjang atau pendeknya umur seseorang.