Buat Pasutri: Tips bila Ingin Punya Anak Lelaki atau Perempuan (Bagian 2)


Uraian ini adalah lanjutan uraian sebelumnya (Tips bila Ingin Punya Anak Lelaki atau Perempuan - Bagian 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dan urutan lebih lengkap, sebaiknya bacalah uraian sebelumnya terlebih dulu.

Meskipun jenis kelamin anak sesungguhnya bukan masalah, tetapi tidak jarang orangtua (atau calon orangtua) menginginkan jenis kelamin tertentu. Ada yang ingin anak pertamanya berjenis kelamin laki-laki, ada pula yang menginginkan perempuan. Bila memiliki empat anak, misalnya, mereka pun merencanakan (atau mengharapkan) agar dua anak mereka berjenis kelamin laki-laki dan dua lainnya perempuan.

Tentunya urusan ini akan menjadi lebih mudah kalau jenis kelamin anak dapat ditentukan sejak awal. Tetapi, yang sering kali terjadi, kenyataan tak sesuai dengan harapan. Ada yang dapat anak perempuan padahal mengharapkan anak laki-laki, ada pula yang mengharapkan anak perempuan tapi malah memperoleh anak laki-laki.

Karena masalah semacam di atas itulah kemudian orang-orang sejak zaman dahulu mencoba mengupayakan cara-cara tertentu untuk dapat mewujudkan keinginannya. Maka metode untuk dapat “membuat” anak laki-laki atau anak perempuan pun kemudian banyak dikenal, dari metode yang tradisional sampai metode yang modern. Tingkat keberhasilannya memang variatif sekaligus relatif. 

Nah, selain tip sebelumnya, ada metode lain yang dapat dibilang memiliki tingkat keberhasilan tinggi dalam upaya memiliki anak laki-laki atau perempuan. Metode ini dikenal dengan nama Metode Shetless—mengacu pada nama penemunya, Dr. Shetless. Metode ini dianggap sebagai metode terbaik dalam perencanaan jenis kelamin anak saat ini, karena memiliki tingkat keberhasilan sampai 75 persen.

Metode Shetless diawali dari kenyataan bahwa pria menghasilkan sperma dengan dua macam kromosom gen, yaitu XX (biasa pula disingkat X) untuk perempuan, dan XY (biasa pula disingkat Y) untuk laki-laki.

Kromosom Y (laki-laki) memiliki ukuran sperma yang lebih kecil, daya hidup yang lemah, tetapi bergerak lebih cepat (agresif) dibandingkan dengan kromosom X (perempuan) yang lebih besar. Sedangkan kromosom X (perempuan) memiliki ukuran sperma yang lebih besar, daya hidup kuat, tetapi lebih lamban bergerak.

Berdasarkan kenyataan itu, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan peluang mendapatkan bayi laki-laki atau perempuan. Berikut ini penjelasannya:

Hubungan seksual yang dilakukan pada saat terjadinya ovulasi (masa subur) akan memberikan peluang lebih besar untuk mendapatkan anak laki-laki, karena sperma Y cenderung lebih cepat dan lebih dulu mencapai sel telur. 

Karenanya, disarankan berhubungan di saat terjadi ovulasi jika menginginkan anak laki-laki. Sedangkan jika menginginkan anak perempuan, disarankan melakukan hubungan pada 3 hari atau lebih sebelum masa ovulasi. Berikut ini langkah yang dapat dilakukan untuk mengetahui masa subur:

Tentukan panjang siklus menstruasi Anda. Biasanya siklus menstruasi normal berkisar antara 21 hingga 40 hari, dimana satu siklus menstruasi dimulai sejak hari pertama haid hingga tepat satu hari sebelum haid pada bulan berikutnya.

Sesuai dengan siklus menstruasi Anda, hitung dan tentukan perkiraan hari pertama haid untuk bulan selanjutnya, kemudian dikurangi 14 hari. Karena ovulasi terjadi 14 hari sebelum haid pertama pada bulan berikutnya.

Ph atau tingkat kelembapan di daerah kewanitaan berperan sangat penting. Lingkungan yang lebih asam cenderung menghasilkan anak perempuan (keadaan asam akan membunuh sperma Y), sementara keadaan basa akan menghasilkan anak laki-laki. 

Posisi dan kedalaman penetrasi saat berhubungan. Semakin dangkal atau dekat dengan vagina umumnya akan menghasilkan anak perempuan, dan yang lebih dalam umumnya akan menghasilkan anak laki-laki.

Jumlah sperma juga akan berpengaruh. Jumlah sperma yang lebih banyak akan meningkatkan peluang menghasilkan anak laki-laki, dan begitu pula sebaliknya. Untuk hal ini, ada dua hal yang dapat dilakukan pihak suami:

Bila mengharapkan anak laki-laki, pihak suami sebaiknya lebih sering menggunakan celana longgar. Hal ini untuk meningkatkan kesuburan, karena testis memerlukan suhu yang lebih rendah agar sperma dapat bertahan hidup. 

Karena sperma Y memiliki daya hidup yang lebih lemah, maka dengan cara ini akan lebih terbantu daripada sperma X. Intinya, pihak suami tidak disarankan sering memakai celana ketat jika menginginkan anak laki-laki.

Bila mengharapkan anak perempuan, pihak suami sebaiknya mandi air hangat sebelum berhubungan intim. Dengan cara ini, sperma X akan lebih berpeluang.

Makanan yang dikonsumsi juga akan ikut mempengaruhi. Jika menginginkan anak laki-laki, suami harus sering mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung asam (misalnya daging, sea food atau makanan laut), sedangkan istri harus banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung alkaline (misalnya sayur-sayuran, buah-buahan, putih telur, susu, dan ganggang laut). 

Sebaliknya, jika menginginkan anak perempuan, suami harus sering mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung alkaline, sedangkan istri banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung asam.