Buat Pasutri: Tips bila Ingin Punya Anak Lelaki atau Perempuan (Bagian 1)


Sebagian orang menyatakan bahwa punya anak laki-laki atau perempuan sama saja. Tapi, sebagian yang lain menginginkan anak pertama atau anak keduanya punya jenis kelamin tertentu—laki-laki atau perempuan. 

Umumnya, pasangan suami istri menginginkan anak pertama mereka laki-laki, meski ada juga yang justru menginginkan anak pertamanya perempuan.

Yang jadi pertanyaan, bagaimanakah cara agar keinginan semacam itu bisa terwujud? Apakah ada cara tertentu yang dapat digunakan agar anak yang lahir nanti punya jenis kelamin sesuai yang kita inginkan? Ternyata ada! 

Berikut ini tip yang bisa digunakan jika Anda ingin memiliki anak laki-laki atau perempuan. Meski tip ini tidak menjamin keberhasilan seratus persen, namun hal-hal yang diuraikan dalam tip ini disepakati oleh dunia medis, selain juga banyak pasangan yang telah membuktikannya.

Berikut ini adalah faktor-faktor yang akan ikut berpengaruh dalam menentukan jens kelamin calon bayi Anda.

Faktor makanan

Apabila menginginkan bayi laki-laki, suami harus banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung asam, mineral, dan magnesium. Sedangkan istri harus banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung alkaline, mineral, kalsium, dan magnesium.

Apabila menginginkan bayi perempuan, suami harus banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung alkaline, mineral, kalsium, dan magnesium. Sedangkan istri harus banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung asam, mineral, kalium, dan natrium.

Faktor hubungan seks

Apabila menginginkan bayi laki-laki, waktu berhubungan seks sebaiknya dilakukan sedekat mungkin dengan masa ovulasi atau masa subur—lebih bagus jika tepat pada masa ovulasi—berkisar antara 12 jam sebelumnya. 

Untuk mengetahui periode masa haid, Anda bisa menggunakan alat pengukur suhu tubuh, untuk melihat kapan temperatur atau suhu tubuh Anda meningkat. Alat pengukur semacam itu bisa didapatkan di apotik.

Apabila menginginkan bayi perempuan, waktu berhubungan seks sebaiknya dilakukan antara 2 sampai 3 hari sebelum masa ovulasi, agar hanya kromosom X yang bertahan lebih lama sampai menunggu sel telur terlepas dari ovarium. Ovulasi adalah saat terlepasnya sel telur dari indung telur dalam rahim.

Faktor penetrasi

Apabila menginginkan bayi laki-laki, suami disarankan melakukan penetrasi yang dalam pada waktu berhubungan, sehingga sebagian besar sperma kromosom Y dapat langsung masuk ke dalam rahim.

Apabila menginginkan bayi perempuan, suami sebaiknya menghindari penetrasi yang terlalu dalam pada saat berhubungan, agar sel sperma kromosom X saja yang punya kesempatan untuk tetap hidup dan terus berenang menuju sel telur.

Faktor orgasme

Apabila menginginkan bayi laki-laki, usahakan agar istri mengalami orgasme terlebih dulu, atau secara bersamaan.

Apabila menginginkan bayi perempuan, usahakan agar istri tidak mencapai orgasme selama berhubungan. Sekresi cairan yang keluar dari vagina akan menjadi alkaline (basa) jika terangsang, dan hal tersebut akan mendorong aktivitas spermatozoa Y.

Faktor posisi

Apabila menginginkan bayi laki-laki, posisi hubungan seks sebaiknya suami di atas istri, karena hal ini akan menjadikan spermatozoa Y lebih cepat menuju sel telur.

Apabila menginginkan bayi perempuan, posisi hubungan seks sebaiknya istri di atas suami, sehingga sperma tertampung di sekitar mulut rahim.

Faktor persiapan istri

Apabila menginginkan bayi laki-laki, basuhlah vagina dengan dua sendok larutan soda kue yang telah dicampur dengan satu liter air bersih, untuk membuat suasana vagina menjadi basa.

Apabila menginginkan bayi perempuan, basuhlah vagina dengan dua sendok makan larutan white vinegar (cuka) yang telah dicampur dengan satu liter air bersih, untuk membuat suasana vagina menjadi asam, sehingga aktivitas spermatozoa Y menurun.

Baca lanjutannya: Buat Pasutri: Tips bila Ingin Punya Anak Lelaki atau Perempuan (Bagian 2)