Awalnya Batuk dan Sakit Punggung, Wanita Ini Divonis Hidupnya Tinggal 2 Minggu Lagi


Seorang wanita menceritakan bagaimana dirinya terkejut setelah mendengar diagnosis dari dokter. Dokter mengatakan bahwa ia hanya memiliki waktu dua minggu lagi untuk hidup, setelah berbulan-bulan merasakan sakit punggung dan batuk.

Dikutip dari laman New York Post, seorang pegiat olahraga mengira gejala yang ia rasakan disebabkan oleh cakram tulang belakang yang tergelincir. Namun, ia terkejut bahwa dirinya didiagnosis menderita kanker paru-paru.

Becca tengah mendirikan studio yoga sendiri di Leeds, ketika dia mulai jatuh sakit. Kemudian, dia mulai mengalami sakit parah dan selalu migrain.

Ia pun menghentikan yoga dan latihan kekuatan lainnya, dengan anggapan dia telah mencederai punggungnya.

Becca dirawat di rumah sakit setelah kehilangan penglihatan untuk kedua kalinya, dan mengira cakram tulang belakang yang terpeleset menjadi penyebabnya.

Becca dirawat di rumah sakit selama lima hari, sementara dokter melakukan tes pemindaian MRI, CT scan dan melakukan biopsi di punggungnya.

"Saya ingat dua dokter mendatangi saya. Mereka menutup tirai, perut saya turun. Saya hanya tahu ada yang tidak beres," jelas Becca.

Becca kemudian diizinkan pulang dengan perawatan paliatif (akhir hayat). "Teman dan keluarga berada di samping tempat tidur saya untuk mengucapkan selamat tinggal."

Terlepas dari perkiraan dokter mengenai waktu dua minggu, keluarga Becca menolak untuk menerima bahwa itu adalah akhir.

Seminggu setelah Becca berada di rumah, seorang perawat rumah sakit menelepon untuk mengatakan bahwa mereka telah menemukan Becca menderita kanker paru-paru ALK.

Meskipun tidak dapat disembuhkan, ALK dapat diobati dengan terapi khusus yang bertujuan untuk menghentikan pertumbuhan kanker.

Setelah melakukan beberapa perawatan, Becca pun akhirnya bisa kembali bekerja, ke gym, dan mengatakan dirinya sudah merasa sehat, baik secara mental maupun fisik.