Aneka Manfaat Melinjo, Mencegah Hipertensi sampai Meningkatkan Daya Ingat


Melinjo (Gnetum gnemon Linn) adalah spesies tanaman berbiji terbuka (gymnospermae). Pohon melinjo memiliki batang besar yang tegak, dengan banyak cabang yang dipenuhi daun-daun kecil memanjang. Daun melinjo bertekstur halus, dan memiliki permukaan yang lembut. 

Daun muda memiliki warna hijau muda, sementara daun yang telah tua berubah warna menjadi hijau kebiruan. Pohon melinjo dapat tumbuh setinggi 25 meter, dan sering dijadikan pohon peneduh, khususnya di Indonesia dan beberapa negara lain di Asia Tenggara.

Pohon melinjo menghasilkan buah, yang disebut buah melinjo. Buah melinjo umumnya tumbuh berkelompok pada bagian batang dan cabang-cabang batang. Buah melinjo terbungkus kulit tipis pada bagian luar, dan kerangka keras pada lapisan setelah kulit tipis. 

Buah yang masih mentah memiliki kulit berwarna hijau. Warna kulit akan berubah dari hijau, kuning, lalu merah setelah matang. Buah yang sudah matang bisa jatuh sendiri tanpa dipetik. Di dalam buah melinjo terdapat biji, yang ukurannya bervariasi antara 1-3 cm.

Di Indonesia, buah melinjo banyak dijadikan makanan berupa emping, dan terkenal dengan sebutan emping melinjo. Selain dijadikan emping, melinjo juga kerap dimanfaatkan untuk berbagai produk makanan lain. 

Emping melinjo terkenal enak, begitu pula makanan lain yang berbahan melinjo. Meski begitu, ada sebagian orang yang sengaja menjauhi makanan berbahan melinjo, khususnya penderita asam urat. Saat penderita asam urat mengonsumsi melinjo, mereka biasanya merasakan sakit pada kaki dan tangan, yang menjadi gejala naiknya kadar asam urat. 

Namun, kalau Anda memiliki tubuh sehat dan tidak memiliki masalah dengan asam urat, Anda bisa memetik manfaat yang terkandung dalam buah melinjo. Berikut ini uraiannya.

Meningkatkan kekebalan tubuh

Antioksidan merupakan kandungan alami tertinggi yang terdapat dalam melinjo. Antioksidan memiliki manfaat dalam mengatasi radikal bebas dalam tubuh, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Kandungan antioksidan dalam melinjo dapat bekerja seperti vitamin C yang terdapat pada buah-buahan lain.

Mencegah penuaan dini

Salah satu penyebab signifikan penuaan dini adalah radikal bebas. Serangan radikal bebas menjadikan kulit tampak tua, mengendur, dan kusam. Penuaan dini juga ditandai dengan kulit yang makin tidak elastis, berbintik hitam, dan keriput. Mengonsumsi buah melinjo secara rutin dapat mencegah penuaan dini, karena memiliki kandungan antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas.

Mencegah hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat menyebabkan jenis penyakit komplikasi seperti stroke dan jantung. Zat antioksidan yang terkandung dalam buah melinjo dapat berperan dalam mencegah masalah tekanan darah tinggi. Meski begitu, sebaiknya tidak mengonsumsi melinjo secara berlebihan.

Meningkatkan daya ingat

Pohon melinjo merupakan salah satu jenis pohon yang termasuk dalam tanaman ginko, yang bermanfaat dalam mendukung kesehatan otak. 

Selain itu, kandungan antioksidan dalam melinjo juga memiliki peran yang sama, yaitu mendukung pertumbuhan sel-sel aktif dalam otak dan darah. Jika aliran darah lancar dalam tubuh, dan sel-sel otak tumbuh dengan baik, daya ingat pun akan terjaga.

Meningkatkan energi

Makanan berbahan melinjo tidak hanya enak dan mengenyangkan, namun juga membantu meningkatkan energi atau stamina. Selain itu, melinjo juga rendah kalori. Mengonsumsi makanan berbahahan melinjo bisa mengembalikan energi saat Anda merasa lelah dan tak bersemangat. 

Melancarkan pembuangan urin

Buang air kecil yang tidak lancar dapat menyebabkan sistem kemih menghadapi masalah. Ada beberapa penyebab tejadinya masalah seperti itu, di antaranya bakteri, atau karena sistem kemih yang memang terganggu. Mengonsumsi melinjo bisa membantu mengatasi hal itu, meski Anda tetap perlu mengonsultasikan masalah Anda pada dokter yang berkompeten.

Mengatasi anemia

Anemia, atau biasa disebut kurang darah, adalah kondisi ketika tubuh kehilangan sel-sel darah merah, yang dapat menyebabkan tidak adanya oksigen yang cukup di dalam tubuh. Anemia menjadikan tubuh lebih lemah sehingga cepat lelah, dan tidak bersemangat. 

Sakit kepala dan pusing juga masalah yang kerap dialami penderita anemia. Mengonsumsi melinjo dapat membantu mengatasi anemia, karena kandungan nutrisi dalam melinjo mampu meningkatkan jumlah sel darah merah pada tubuh.

Mencegah penyakit jantung

Mengonsumsi buah melinjo secara teratur dapat mencegah kemungkinan terjadinya penyakit jantung. Hal itu dimungkinkan, karena melinjo memiliki kandungan antioksidan dan flavonoid yang sangat baik dalam menjaga kesehatan jantung.

Tips mengonsumsi melinjo

Ada beragam cara mengonsumsi buah melinjo. Ada yang langsung memakannya sebagai buah segar, ada pula yang mengolahnya menjadi makanan lain. Berikut ini tip yang bisa bermanfaat bagi Anda yang ingin mengonsumsi melinjo:

Jika ingin mengonsumsi buah melinjo segar, sebaiknya bersihkan buah melinjo terlebih dulu. Rebus buah melinjo, hingga daging buahnya benar-benar lunak. Setelah itu, bilas dengan air bersih selama beberapa kali sebelum dikonsumsi, untuk menghilangkan rasa sepet yang terdapat pada kulit melinjo.

Jika ingin mengonsumsi camilan dari buah melinjo, pilihlah warna camilan yang benar-benar masih cerah, dan hindari yang telah mengeluarkan aroma apek.

Jika ingin mengolah buah melinjo menjadi camilan rebus, seperti kacang, pilihlah jenis buah melinjo dengan kulit yang berwarna kuning atau hijau. Jika Anda mengonsumsi buah melinjo yang berwarna merah, rasanya akan kurang enak.

Jumlah yang disarankan mengonsumsi melinjo adalah 5 butir per hari. Karena itu, sebaiknya tidak berlebihan mengonsumsi buah ini, apalagi jika Anda memiliki penyakit tertentu, semisal asam urat.