Aneka Manfaat Belimbing, Mengatasi Hipertensi sampai Melawan Bakteri (Bagian 2)


Artikel ini lanjutan artikel sebelumnya (Aneka Manfaat Belimbing, Mengatasi Hipertensi sampai Melawan Bakteri - Bagian 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah artikel sebelumnya terlebih dulu.

Sumber asupan tembaga

Tubuh membutuhkan zat tembaga untuk membuat sel darah baru. Mengonsumsi satu buah belimbing besar memberikan sekitar 8 persen dari kebutuhan harian Anda.

Sumber serat

Belimbing mengandung serat yang membantu pencernaan, mencegah sembelit, dan mencegah kanker usus besar. Satu buah belimbing besar dapat memenuhi 4 gram kebutuhan serat setiap hari.

Menyehatkan pencernaan

Mengonsumsi belimbing dapat memberikan pasokan serat, yang membantu mencegah penyerapan kolesterol LDL dalam usus. Serat juga akan membantu melindungi selaput lendir usus dari paparan zat beracun, dengan mengikat bahan kimia penyebab kanker di usus besar. Kandungan serat pada belimbing membantu pencernaan lebih sehat, dan menghindarkan risiko gejala kanker usus besar.

Mencegah kanker

Belimbing memiliki kandungan vitamin C dalam jumlah besar, dan vitamin C adalah antioksidan alami yang kuat. Secara umum, buah-buahan yang kaya vitamin C membantu tubuh mengembangkan resistensi terhadap infeksi, radikal bebas, dan anti-inflamasi bagi tubuh. Karenanya, kandungan vitamin C dalam belimbing juga membantu mencegah serangan kanker. 

Menangkal radikal bebas

Belimbing mengandung sejumlah antioksidan penting seperti flavonoid polifenol. Beberapa jenis flavonoid yang penting termasuk quercetin, epicatechin, dan asam galat. Total polifenol dalam belimbing mencapai 43 mg/100 g. Senyawa ini membantu melindungi tubuh dari efek kerusakan akibat radikal bebas.

Meningkatkan kerja enzim

Belimbing merupakan sumber vitamin B kompleks seperti folat, riboflavin, dan piridoksin (vitamin B6). Secara bersama-sama, vitamin tersebut membantu meningkatkan kinerja enzim dalam metabolisme, serta mendukung berbagai fungsi sintetis enzim dalam tubuh.

Mengatasi hipertensi

Penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi kerap menjadikan belimbing sebagai konsumsi sehari-hari. Itu memang tepat. Kenyataannya, belimbing mengandung sejumlah mineral dan elektrolit seperti kalium, fosfor, seng, dan besi. 

Kalium merupakan komponen penting dari sel dan cairan tubuh, yang membantu mengendalikan denyut jantung dan tekanan darah. Karenanya, mengonsumsi belimbing akan menekan pengaruh buruk dari sodium dalam tubuh.

Menurunkan kadar kolesterol

Zat pektin dalam belimbing mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Pektin bekerja dengan mengikat kolesterol, dan mengeluarkan asam empedu pada sekresinya. Tentu hal ini sangat baik bagi penderita gejala penyakit diabetes. Kemudian, serat pada belimbing membantu mencegah penyerapan kolesterol LDL oleh usus, dan mengurangi kadar serum trigliserida. 

Meningkatkan daya tahan tubuh

Belimbing adalah sumber vitamin C yang kaya, dan itu menjadikan belimbing membantu tubuh melawan kuman penyebab penyakit dan infeksi umum. Vitamin C juga termasuk antioksidan alami yang dapat melindungi tubuh dari radikal bebas, bersama dengan antioksidan dan flavonoid lain seperti quercetin, epikatekin, dan asam galat. Total kandungan polifenol itu mencapai 143 mg/100.

Menurunkan risiko kanker usus besar

Kandungan serat dalam belimbing membantu melindungi membran mukosa pada usus besar dari paparan substansi beracun. Serat akan mengikat senyawa kimia penyebab kanker, dan mengeluarkannya dari tubuh. Belimbing juga mengandung zat tembaga yang menambah kelembapan feses, dan memperlancar pengeluarannya.

Baca lanjutannya: Aneka Manfaat Belimbing, Mengatasi Hipertensi sampai Melawan Bakteri (Bagian 3)