Aneka Manfaat Asam Jawa, Mengatasi Demam sampai Mencerahkan Kulit (Bagian 1)


Banyak tumbuhan yang menghasilkan buah dengan rasa yang masam, sehingga dikenal dengan nama asam. Sebagian jenis buah tersebut juga kerap digunakan untuk memberi rasa asam atau untuk mengasamkan makanan (sayur, sambal, ikan, atau daging). 

Karenanya, dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal asam sebagai salah satu bumbu dapur. Namun, sebenarnya, asam termasuk buah. Beberapa jenis asam di antaranya adalah:
  • Asam jawa (Tamarindus indica)
  • Asam-asam (Tetramerista)
  • Asam gelugur (Garcinia atroviridis)
  • Asam kandis (Garcinia xanthochymus)
  • Asam kranji (Dialium indum)
  • Asam kumbang (Mangifera quadrifida)
  • Asam belanda (Pithecellobium dulce)
  • Asam payang (Mangifera pajang)
  • Asam pupoi (Sarcotheca griffithii)
  • Asam putar (Mangifera torquenda)
  • Asam rawa (Mangifera griffithii)
Meski ada beberapa jenis asam, sebagaimana yang kita lihat di atas, namun yang akan dibahas di sini hanya asam jawa. Asam jawa adalah sejenis buah dengan rasa asam atau masam, biasa digunakan sebagai bumbu dalam banyak masakan Indonesia sebagai perasa atau penambah rasa asam dalam makanan, misalnya pada sayur asam.

Asam jawa dihasilkan oleh pohon yang—dalam bahasa ilmiah—disebut Tamarindus indica, dan termasuk ke dalam suku Fabaceae (Leguminosae). Spesies ini adalah satu-satunya anggota marga Tamarindus. 

Nama lain asam jawa adalah asam (Malaysia), asem (Jawa), sampalok (Tagalog), ma-kham (Thai), dan tamarind (Inggris). Buah yang telah tua dan sangat masak biasa disebut asam kawak. 

“Asam” adalah nama umum yang dipakai untuk semua bumbu dapur pemberi rasa masam pada masakan, termasuk juga asam kandis dan asam gelugur. Nama “asam jawa” dipakai oleh orang Melayu, karena biasa digunakan dalam masakan Jawa. 

Tumbuhan ini berasal dari India. Pohonnya memiliki wujud besar, dengan daun yang selalu hijau, dan biasa gugur seluruhnya pada saat musim bunga, hingga tinggal pohon serta ranting-rantingnya. Setelah itu, keluarlah bunga yang disusul tunas-tunas muda. Pohon asam bisa tumbuh hingga setinggi 30 meter, dengan diameter batang pohon di bagian pangkal mencapai 2 meter.

Daging buah asam jawa sangat populer, dan biasa digunakan dalam aneka masakan atau bumbu di berbagai belahan dunia. Buah yang muda rasanya sangat masam, dan biasa digunakan sebagai bumbu sayur asam atau campuran rujak. Buah yang telah masak dapat disimpan lama setelah dikupas dan sedikit dikeringkan dengan bantuan sinar matahari.

Di samping daging buah, banyak bagian pohon asam yang dapat dijadikan bahan obat tradisional. Daun muda pohon asam (biasa disebut “sinom” di Jawa) digunakan bersama kunyit dan bahan ramuan lain untuk membuat jamu jawa tradisional, yaitu jamu sinom, untuk minuman kesegaran. 

Ada pula jamu gepyok yang diminum untuk melancarkan dan memperbanyak air susu ibu, dan juga bisa digunakan sebagai tapal (dioleskan di permukaan kulit atau ditempelkan di permukaan kulit) untuk mengurangi radang dan rasa sakit di persendian, di atas luka, atau pada sakit reumatik. 

Daun muda yang direbus juga bisa dimanfaatkan untuk mengobati batuk dan demam. Sementara kulit kayunya yang ditumbuk dapat digunakan untuk menyembuhkan luka, borok, bisul, dan ruam. Kemudian, tepung bijinya dapat dimanfaatkan untuk mengobati disentri dan diare. Buah asam jawa yang masak di pohon memiliki kandungan berikut ini:
  • Kalori: sebesar 239 kal per 100 gr
  • Protein: 2,8 gr per 100 gr
  • Lemak: 0,6 gr per 100 gr
  • Hidrat arang: 62,5 gr per 100 gr
  • Kalsium: 74 miligram per 100 gr
  • Fosfor: 113 miligram per 100 gr
  • Zat besi: 0,6 miligram per 100 gr
  • Vitamin A: 30 SI per 100 gr
  • Vitamin B1: 0,34 miligram per 100 gr
  • Vitamin C: 2 miligram per 100 gr
Dengan begitu banyak kandungan yang terdapat di dalamnya, buah asam pun memiliki khasiat pengobatan, sekaligus dapat dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan. Berikut ini uraiannya.

Mengatasi darah rendah

Untuk mengatasi masalah darah rendah, Anda bisa menyediakan 5 gram asam jawa, 250 gram daun bayam, 10 gram gula aren, 50 gram bawang merah, 15 gram cabai rawit, serta garam dapur secukupnya.

Daun bayam direbus hingga setengah matang, untuk dijadikan lalapan. Sementara bahan-bahan lain—sebagaimana yang disebut di atas—disatukan dan ditumbuk halus, untuk dijadikan sambal. Nikmati lalapan daun bayam dan sambal tersebut untuk menemani makan siang Anda, dengan nasi beras merah. Lakukan secara teratur setiap hari.

Baca lanjutannya: Aneka Manfaat Asam Jawa, Mengatasi Demam sampai Mencerahkan Kulit (Bagian 2)