Aneka Manfaat Apel, Mencegah Asma sampai Memperpanjang Usia (Bagian 3)


Artikel ini lanjutan artikel sebelumnya (Aneka Manfaat Apel, Mencegah Asma sampai Memperpanjang Usia - Bagian 2). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah artikel sebelumnya terlebih dulu.

Meningkatkan daya ingat

Studi yang dilakukan di University of Massachusetts Lowell menunjukkan bahwa apel membantu meningkatkan produksi senyawa kimia acetylcholine, yang menjadi penghubung antar sel otak. Hasilnya, daya ingat bertambah dan dapat menurunkan risiko penyakit neurodegeneratif pada orang berusia lanjut. Hal itu ditunjang dengan antioksidan pada apel yang mampu melindungi sel-sel otak dari kerusakan.

Menjaga kesehatan mulut

Mengunyah apel segar dapat meningkatkan produksi air liur dalam mulut. Liur tersebut membantu mencegah bakteri jahat berkembang, sehingga risiko kerusakan gigi dan mulut berkurang.

Menekan risiko aneka kanker

Penelitian menemukan bahwa senyawa di dalam apel mampu membunuh pertumbuhan sel kanker. Kemampuan itu akan lebih baik, jika apel dikonsumsi secara utuh, dalam arti bersama kulitnya.

Dalam penelitian ditemukan, bahwa orang yang mengonsumsi apel lebih dari satu butir per hari memiliki risiko lebih rendah untuk menderita kanker—termasuk kanker mulut, esofagus, usus besar, payudara, ovarium, prostat, dan lain-lain—dibandingkan orang yang tidak mengonsumsi apel, atau hanya mengonsumsi jus apel. 

Penelitian di Italia menegaskan, bahwa orang yang rutin mengonsumsi buah apel dapat menurunkan risiko kanker hingga 42 persen.

Mencegah pikun

Kandungan dalam apel berfungsi meningkatkan produksi asetilkolin, zat kimia yang mentransmisikan pesan antara sel-sel saraf, sehingga kandungan apel mampu menjaga ketajaman otak seiring pertambahan usia, meningkatkan memori, dan berpotensi mengurangi kemungkinan terserang penyakit Alzheimer.

Menjaga kesehatan gigi

Apel mengandung tanin, zat yang bermanfaat mencegah kerusakan gigi periodontal. Penyakit gusi tersebut disebabkan saling menempelnya bakteri pembentuk plak. Kenyataan itu diungkap oleh penelitian yang diterbitkan di Journal of American Dental Association.

Menjaga kesehatan wanita

Apel mengandung zat boron yang terbukti membantu wanita mempertahankan kadar hormon estrogen saat menopause. Mempertahankan estrogen berarti mengurangi gangguan yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon di saat menopause, misalnya rasa panas, nyeri, depresi, penyakit jantung, dan osteoporosis.

Melindungi tubuh dari virus flu

Studi menemukan bahwa sari buah apel memiliki efek antivirus. Karenanya, mengonsumsi sari buah apel sangat baik dalam melawan serangan infeksi virus, karena stamina dan kekebalan tubuh meningkat berkat konsumsi sari apel.

Membantu memperpanjang usia

Penelitian yang dilakukan oleh American Chemical Society pada 2011 menemukan bahwa mengonsumsi apel secara rutin dapat memperpanjang usia (yang tentu artinya menjaga dan merawat kesehatan) hingga 10 persen lebih lama. Selain itu, nutrisi dalam buah apel juga membantu meningkatkan fungsi motorik otak.

Mencegah katarak

Penelitian jangka panjang menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi buah kaya antioksidan seperti apel memiliki risiko terkena katarak 10-15 persen lebih rendah.

Mengurangi risiko stroke

Kandungan kalium dalam apel merupakan mineral yang berfungsi untuk meningkatkan keteraturan denyut jantung, mengaktifkan kontraksi otot, mengatur pengiriman zat gizi ke sel-sel, mengendalikan keseimbangan cairan dalam jaringan dan sel tubuh, serta membantu mengatur tekanan darah. 

Menurut penelitian, satu porsi buah apel mampu menurunkan risiko terkena stroke hingga 40 persen.

Mengatasi diabetes

Apel bisa dijadikan sebagai obat tradisional untuk mengatasi diabetes. Caranya, ambil satu buah apel yang sudah masak, dan berukuran sedang. Kemudian belah menjadi empat bagian, dan direbus dengan air sebanyak 3-4 gelas sampai mendidih hingga airnya tinggal 2 gelas. Setelah itu, saring airnya, dan diminum dua kali sehari tiap pagi dan sore.

Catatan:

Meski apel memiliki segudang manfaat bagi kesehatan, sebagaimana yang disebutkan di atas, namun Anda perlu memperhatikan saat ingin mengonsumsinya. Environmental Working Group, sebuah organisasi nirlaba yang memiliki perhatian terhadap kesehatan, menyebutkan bahwa apel menempati peringkat teratas sebagai buah yang paling terkontaminasi pestisida. 

Pestisida dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan, terutama gangguan perkembangan pada anak-anak. Selain itu, pestisida juga dikhawatirkan bersifat karsinogen, dan mengganggu sistem hormon dalam tubuh.

Meski begitu, Anda tidak perlu dihantui ketakutan atau kekhawatiran berlebihan menyangkut hal ini, karena manfaat apel tetap lebih besar dari bahaya atau efek buruk yang mungkin ditimbulkan pestisida. 

Solusi terbaik dalam hal ini adalah selalu ingat untuk mencuci apel hingga bersih terlebih dulu sebelum mengonsumsinya. Anda juga perlu mengajarkan hal itu pada anak-anak, agar mereka juga terbiasa mencuci apel sebelum menikmati buah enak tersebut.