Aneka Manfaat Apel, Mencegah Asma sampai Memperpanjang Usia (Bagian 2)


Artikel ini lanjutan artikel sebelumnya (Aneka Manfaat Apel, Mencegah Asma sampai Memperpanjang Usia - Bagian 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah artikel sebelumnya terlebih dulu.

Mengikis kolesterol 

Apel mengandung dua komponen penting, yaitu pektin (sejenis serat) dan polifenol (antioksidan kuat). Dengan dua komponen itu, apel mampu mereduksi kadar kolesterol darah, dan mencegah oksidasi LDL yang merupakan kolesterol buruk. 

Untuk memaksimalkan manfaat ini, sebaiknya konsumsilah apel bersama kulitnya, karena kulit apel mengandung dua sampai enam kali senyawa antioksidan yang lebih banyak daripada daging buah apel.

Selain menurunkan kolesterol buruk, apel juga mampu meningkatkan kolesterol baik (HDL). Hal itu dimungkinkan oleh kandungan pektin dan asam D-glucaric yang terdapat dalam apel.

Menangkal radikal bebas

Apel memiliki kandungan antioksidan yang sangat berlimpah, yang bermanfaat dalam menangkal radikal bebas. Radikal bebas dapat menyebabkan penuaan dini, penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan demensia, katarak, penyempitan pembuluh darah, hingga kanker.

Pada bagian kulit apel terdapat zat antioksidan quercetin yang sangat banyak, sehingga sangat baik mengonsumsi apel bersama kulitnya. Meski begitu, jangan lupa mencuci apel sebelum dimakan, untuk menghindari kemungkinan keberadaan pestisida atau zat berbahaya lain.

Menurunkan risiko kanker paru dan usus

Penelitian menemukan bahwa mengonsumsi apel secara rutin dapat menurunkan risiko kanker paru hingga 40-50 persen. Studi yang dilakukan di Harvard Medical School juga menunjukkan bahwa risiko kanker paru pada wanita yang rutin mengonsumsi apel menurun sebesar 21 persen, dibanding yang tidak mengonsumsi apel. 

National Cancer Institute di AS juga menyatakan, zat flavonoid dalam apel terbukti dapat menurunkan risiko kanker paru-paru sampai 50 persen. Sementara penelitian dari Cornell University di AS menyebutkan bahwa zat fitokimia dalam kulit apel menghambat pertumbuhan kanker usus sebesar 43 persen.

Mengurangi risiko diabetes

Penelitian menunjukkan bahwa kandungan polifenol dalam apel mampu melawan peningkatan kadar gula dalam darah. Sementara quercetin dalam apel dapat mencegah pembentukan enzim seperti alfa-amilase, yang memecah karbohidrat kompleks menjadi gula sederhana.

Kemudian, polifenol juga membantu mengurangi penyerapan glukosa dari sistem pencernaan, menstimulasi sel-sel beta dari pankreas untuk mensekresi insulin, dan meningkatkan pembuangan glukosa dari darah lewat stimulasi reseptor insulin. Indeks glikemik pada apel tergolong rendah, dan berada di peringkat 38. Karena itulah apel digolongkan sebagai buah yang baik untuk penderita diabetes.

Penunjang diet untuk menurunkan berat badan

Karena kandungan kalorinya yang rendah, hanya 50 kalori per 100 gram, apel sering digunakan dalam diet untuk menurunkan berat badan. Apel juga tidak mengandung lemak jenuh dan kolesterol. Sebaliknya, apel banyak mengandung serat pangan yang dapat mempertahankan rasa kenyang lebih lama, sehingga Anda bisa menghindari makan berlebihan.

Serat dalam apel juga membantu melindungi membran mukosa dari paparan substansi beracun, dengan mengikat senyawa penyebab kanker di usus besar. Kemudian, apel juga mengandung vitamin B yang membantu kerja enzim dalam metabolisme tubuh. Vitamin ini pun diperlukan untuk membantu melepaskan energi yang berasal dari karbohidrat.

Mencegah penyakit jantung dan stroke

Kandungan serat dalam apel dapat membantu mencegah penyerapan LDL dan kolesterol buruk dalam tubuh. Sementara potasium dalam apel membantu mengontrol detak jantung dan tekanan darah. 

Potasium juga dapat melawan pengaruh buruk sodium yang dapat menimbulkan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Kombinasi antara serat dan nutrisi lain dalam apel menjadikannya unggul dalam menurunkan risiko terkena penyakit jantung dan stroke.

British Medical Journal mencatat, apel terbukti mencegah serangan stroke. Sementara publikasi penelitian di Finlandia menunjukkan, orang yang biasa mengonsumsi flavonoid (salah satu zat dalam apel) mengalami masalah penyakit jantung lebih rendah.

Menyehatkan sistem pencernaan

Mengonsumsi apel secara teratur dapat mengubah jumlah bakteri clostridiales dan bacteriodes dalam usus besar secara signifikan. Karena jumlahnya berubah, metabolisme pun berubah sehingga bahan bakar lebih banyak tersedia untuk sel usus besar. Apel juga membantu menyerap air di dalam usus, dan melancarkan sistem pencernaan.

Baca lanjutannya: Aneka Manfaat Apel, Mencegah Asma sampai Memperpanjang Usia (Bagian 3)