8 Agama Tertua di Dunia dan Jumlah Pengikutnya


Agama tertua di dunia diduga sudah ada sejak awal adanya manusia di bumi. Beberapa di antaranya pudar dan punah seiring waktu selagi agama lain tumbuh, seperti halnya kemunculan dan kemunduran sebuah kerajaan yang biasanya menganut kepercayaan tertentu.

Berdasarkan catatan sejarah, ada sejumlah agama tertua di dunia yang masih dapat ditelusuri jejak. Beberapa di antaranya juga masih punya pengikut atau pemeluk sampai hari ini. Apa saja agama tertua di dunia?

1. Hindu

Hindu merupakan agama tertua di dunia menurut para ahli. Jejak akar penyebaran agama Hindu setidaknya ditemukan sudah berkembang sejak 4.000 yang lalu di lembah sungai Indus, sekitar daerah Pakistan hari ini, seperti dikutip dari laman History.

Agama tertua di dunia ini masih memiliki pemeluk yang banyak hingga saat ini, yaitu sekitar 900 juta orang. Sebanyak 95 persen pemeluk agama Hindu tinggal di India. Hindu dianggap unik karena merupakan gabungan berbagai tradisi dan filosofi sebagai "jalan hidup" ketimbang agama tunggal yang terorganisir.

Konsep dasar Hindu di antaranya yaitu henotheistic, yaitu menyembah satu dewa Brahmana, tetapi mengakui dewa-dewi lain. Pemeluk Hindu hidup untuk mencapai dharma, yaitu jalan hidup yang fokus pada perbuatan baik dan bermoral. Pemeluk Hindu mempercayai bahwa sapi adalah hewan sakral, sehingga tidak makan daging sapi.

2. Yahudi

Yahudi tercatat sebagai salah satu agama tertua di dunia yang berkembang sekitar 2000 tahun sebelum Masehi. Yahudi merupakan agama monoteis Abrahamik tertua, disusul Kristen dan Islam. 

Agama Yahudi tercatat dibangun nabi Musa atau Moses, meskipun sejarahnya sudah mengakar dari nabi Ibrahim atau Abraham yang dianggap sebagai leluhur orang Yahudi, seperti dikutip dari laman Oldest.

Yahudi atau Judaism saat ini dipeluk oleh sekitar 13 juta orang di dunia. Yahudi modern umumnya terbagi atas Yahudi ortodoks, Yahudi reform, dan Yahudi konservatif. 

Orang Yahudi ortodoks masih menerapkan hampir semua praktik dan ritual tradisi. Sementara itu, Yahudi reform mempertahankan identitasnya tetapi menerapkan praktiknya lebih liberal, dan Yahudi konservatif lebih moderat diantara keduanya.

3. Zoroaster

Agama Zoroaster berkembang di Persia kuno, yang kini merupakan wilayah negara Iran. Agama yang berkembang sekitar 1.500 tahun sebelum Masehi ini tercatat punya pemeluk sebesar sekitar 200 ribu orang saat ini.

Zoroastrianisme secara resmi muncul pada abad ke-6 sebelum Masehi oleh nabi dan pembangun kepercayaan Zoroaster. Tetapi, penelitian arkeologi mendapati akar penyebaran agama Zoroaster sudah berkembang sejak 1.200-1.500 sebelum Masehi.

Agama Zoroaster merupakan menjadi agama terkuat dan agama resmi di Persia pada tahun 600-650 SM. Orang Zoroaster menyembah Tuhan yang bernama Ahura Mazda, dengan api sebagai simbol cahaya atau kebijaksanaan Tuhan. Konsep inti Zoroaster mirip dengan agama besar seperti Kristen, Islam, dan Yahudi.

4. Shinto

Agama Shinto berkembang sejak tahun 700 SM di Jepang. Setelah agama Buddha datang, sejumlah elemen Buddha dan Konfusianisme bercampur dengan kepercayaan dan tradisi di Shinto.

Pemerintah di Jepang kelak menggabungkan ketiganya untuk mengembangkan Shinto sebagai panduan hidup. Pada zaman Meiji (1868-1912), Shinto didesain sebagai agama resmi negara. Hingga hari ini, dengan pemeluk sekitar 4 juta orang, Shinto menjadi bagian hidup banyak masyarakat dan kebudayaan Jepang bersama agama Buddha.

5. Buddha

Agama Buddha berakar sejak tahun 600 SM di wilayah yang kini menjadi Nepal. Agama Buddha memiliki pemeluk sekitar 500 juta orang saat ini. Tidak seperti agama tertua di dunia lainnya, agama Buddha bisa ditelusuri akarnya ke satu pendiri, yaitu Sidhharta Gautama.

Sidhharta Gautama merupakan pangeran di wilayah yang kini menjadi Nepal pada 2.500 tahun lalu. Berdasarkan sejarah orang Buddha, Siddharta Gautama melepaskan kehidupan sebagai pangeran setelah melihat penderitaan orang di luar istana. Ia lalu duduk di pohon Bodhi, mendapat pencerahan, dan menjadi Buddha. Sejak itu, penganut agama Buddha mempraktikkan cara hidup damai seperti Siddharta Gautama dan mencari hidayahnya sendiri.

6. Jainisme

Jainisme adalah agama dharma yang sudah ada sejak sekitar tahun 600 SM di India. Berkembang di sekitar waktu yang sama dengan Buddha, agama ini juga punya kemiripan kepercayaan dengan agama Hindu dan Buddha. Agama Jainisme tidak punya satu kitab, tetapi ajarannya diturunkan oleh tirthankara atau nabi yang sudah mencapai tingkat spiritual tertinggi.

Penganut agama Jainisme mengimani ada 24 tirthankara. Tirtankhara terkahir adalah Mahavira, yang dianggap sebagai pendiri agama Jainisme.

7. Konghucu

Agama Konghucu berkembang di China sejak tahun 600 SM. Saat ini, salah satu agama tertua di dunia ini dianut oleh sekitar 6 juta orang di dunia. Agama Konghucu berasar dari Master Kong atau Kong Hu Cu, yang dikenal di dunia barat dengan nama Confucius. 

Kong Hu Cu diketahui tidak berniat untuk membangun sebuah agama, tetapi untuk membangun kembali nilai-nilai baik dan kepercayaan di dinasti Zhou.

Ajaran Konghucu kelak memiliki pengaruh besar yang menyebar ke Jepang, Korea, dan Vietnam, baik sebagai agama maupun filosofi hidup dalam kehidupan spiritual dan politik.

8. Tao / Dao

Agama Tao merupakan salah satu agama tertua di dunia yang kini dipeluk oleh sekitar 20 juta penganut. Penyebaran agama Tao dimulai di China sekitar tahun 500 SM. Agama ini juga dikenal dengan nama Dao.

Agama Tao mengambil dasar dari Tao Te Ching, buku ajaran Lao Tzu yang menekankan pada harmoni spiritual dalam diri. Tao dikenal sebagai perintis ide Yin dan Yang, yang bermakna bahwa dunia diisi oleh perbedaan-perbedaan yang saling melengkapi, seperti gelap dan terang, panas dan dingin, bertindak dan diam, dan lain-lain.

Sebelum revolusi Komunis, Tao tercatat sebagai salah satu agama terkuat di China.Saat ini, agama Tao banyak dianut di China, Taiwan, Asia Tenggara, dan di Barat.