7 Makanan yang Bisa menyebabkan Kematian jika Dikonsumsi Sembarangan


Anda selalu menambahkan pala, atau menggunakan kluwek dalam bumbu masakan Anda? Tentu masakan akan bertambah sedap. Tapi tahukah Anda jika dua bahan makanan tadi bisa membahayakan?

Banyak makanan di sekitar kita yang tampaknya lezat dan aman dikonsumsi, ternyata bisa menyebabkan keracunan dan kematian, jika tidak dikonsumsi dengan benar. Lantas, makanan apa saja yang mematikan? 

1. Ikan Fugu

Juga dikenal sebagai "buntal", fugu mengandung racun mematikan seperti tetrodotoxin, yang juga ditemukan pada katak panah beracun dan gurita bercincin biru. Bisa dikatakan fugu menjadi 1.000 kali lebih beracun dari sianida, tanpa obat penawar dikenal.

Koki di Jepang harus menjalani pelatihan setidaknya dua tahun berlatih memotong ratusan ikan fugu. Mereka membuang ovarium, hati dan usus, yang ditempatkan dalam wadah khusus disegel dan dibakar. Di Jepang, fugu memiliki tekstur yang berharga, meskipun sebagian orang mengatakan rasanya seperti ayam.

2. Ackee

Buah ackee ini adalah buah khas Jamaika. Sering dipakai untuk masakan khas Karibia. Ackee yang belum matang mengandung racun yang akan menyebabkan muntah dan kejang. 

Bahkan setelah matang, hanya bagian yang berwarna kuning dan lembut saja yang bisa dimakan. Kulit luar yang berwarna kemerahan dan biji buah ini bisa menyebabkan kematian jika tidak sengaja terkonsumsi.

3. Kluwek atau buah kepayang

Kluwek berasal dari Indonesia, Malaysia dan Papua Nugini. Biji kluwek dipakai sebagai bumbu dapur masakan Indonesia yang memberi warna hitam, biasanya ditemukan pada rawon. 

Bijinya, yang memiliki lapisan, bisa dimakan. Bila dikonsumsi mentah akan sangat beracun, karena mengandung asam sianida dengan kadar tinggi. Bila dimakan dalam jumlah tertentu menyebabkan pusing atau mabuk.

Racun pada biji kluwek dapat dipakai sebagai racun untuk mata panah. Biji ini aman diolah untuk makanan bila telah direbus dan direndam terlebih dahulu. Sianida juga ditemukan dalam almond, biji apel, mangga dan aprikot.

4. Pala

Pala sering digunakan sebagai bumbu masakan, tapi tahukah Anda jika pala bisa menyebabkan keracunan? Pala dijadikan sebagai obat halusinogen. 

Halusinogen merupakan jenis narkoba yang menimbulkan efek halusinasi yang bersifat mengubah perasaan, pikiran dan seringkali menciptakan daya pandang yang berbeda. Efek samping ini akan timbul tiga sampai delapan jam setelah dikonsumsi. Jadi, konsumsi pala sesuai takaran, jangan berlebihan.

5. Jamur False Morel

Jamur ini mengandung racun monomethylhydrazine jika dikonsumsi mentah. Sebagian orang menganggap False morel? aman dikonsumsi setelah dimasak, namun banyak juga yang menyarankan? untuk tidak memakannya.

False morel mengandung toksin hemolitik, gyromitrin yang dapat menghancurkan sel-sel darah merah. Beberapa spesiesnya mengandung MMH (Mono Metil Hidrazin) yang diduga menjadi karsinogenik dan dapat menyebabkan muntah, pusing, diare dan kadang-kadang kematian.

6. Snake Wine

Di Asia Tenggara minuman ini sangat populer. Ular anggur adalah minuman beralkohol yang mencakup seluruh ular berbisa di dalam botol. Minuman ini berasal di Vietnam, juga ditemukan di sekitar Asia Tenggara. 

Di Vietnam, anggur ular diyakini oleh beberapa individu untuk meningkatkan kesehatan dan kejantanan. Racun ular diperkirakan larutkan dalam cairan anggur memiliki sifat? obat.

7. Coca-Cola

Meskipun tidak mematikan yang terdengar seperti anggur ular, Coca-Cola menjadi penyebab kematian seorang wanita Selandia Baru yang minum 2 sampai 2 1/2 galon cola per hari pada tahun 2010. 

Penelitian menunjukkan bahwa minum Cola dalam jumlah berlebihan tidak baik untuk kesehatan. Disarankan untuk menghindari minuman yang mengandung soda.

Ternyata makanan yang selama ini kita konsumsi belum tentu aman dan baik untuk kesehatan. Maka, perhatikan kandungan yang ada dalam makanan dan konsumsi sesuai takaran. Jangan berlebihan.