7 Jenis Alas Kaki yang Bisa Menyebabkan Kaki Terasa Sakit


Sepatu atau sandal dapat menunjang penampilan seseorang. Selain itu, alas kaki juga solusi terbaik untuk mengubah penampilan secara instan. Misalnya ingin tampil semi formal saat memakai jeans, Anda bisa menambahkan stiletto atau wedges. Di lain kesempatan, saat ingin lebih casual, sneakers cocok dipadukan dengan jeans.

Begitu bermanfaatnya alas kaki bagi penampilan, wanita jadi bergantung pada alas kaki. Sayangnya, sebagian besar orang jadi lebih menitikberatkan fungsi penampilan, ketimbang kenyamanan dan kesehatan.

Berikut adalah 7 jenis alas kaki yang dapat menyebabkan sakit pada kaki.

1. Sandal jepit

Memang mengenakan sandal jepit itu nyaman, tetapi ternyata tak cukup menjamin kaki tidak sakit. Pada beberapa kasus, justru sakit pada ankle dan tendon disebabkan oleh sandal jepit ini.

"Seharusnya sandal jepit memang didesain khusus untuk memberikan kenyamanan dan keseimbangan," ungkap Dr. Scheffler. Sayangnya, industri sekarang lebih mengunggulkan harga murah ketimbang fungsi dan keamanan.

2. Stiletto

Sudah jelas bahwa stiletto dapat meningkatkan tekanan pada kaki. Bahayanya, tendon bisa terluka, kaki terkilir, atau varises. Stiletto juga membutuhkan keseimbangan dalam memakainya, sehingga tak dapat dipungkiri, beberapa orang pernah mengalami terkilir atau jatuh saat mengenakannya.

Selain itu, dilaporkan bahwa stiletto menjadi penyebab bunion (penyakit kaki).

3. Ballet Flats

Simple dan nyaman karena tidak ada heels yang bikin capek, tapi ternyata sepatu flats juga dapat menyebabkan sakit pada kaki. Menurut dokter bedah kaki, Lucille B. Andersen MD, saat ini rata-rata sepatu tidak dilengkapi dengan sol yang baik dan padding yang nyaman. Inilah kenapa saat dipakai dalam waktu lama, kaki merasa nyeri dan lelah.

4. Platform shoes

Bahkan platform yang kita kira nyaman dan aman punya sisi yang menyebabkan kaki sakit. Dr. Geoghan mengatakan, "Platform bukan pilihan yang buruk, namun dapat mengancam tekanan pada kaki, apalagi jika keseimbangan dipengaruhi oleh berat badan." 

Kaki bagian bawah umumnya akan mendapatkan tekanan yang lebih besar, terutama bagian ujung kaki.

5. Sneakers tanpa kaus kaki

Sneakers yang populer sekarang membuat kita malas mengenakan kaus kaki. Bahannya saja sudah kanvas, kenapa harus memakai kaus kaki?

Penelitian membuktikan bahwa kaus kaki dapat membantu menyerap keringat pada kaki. Apabila keringat ini dibiarkan menempel pada sepatu, bakteri akan berkumpul di sana dan menyebabkan infeksi atau jamur. Nah, tambah lagi kan satu masalah kesehatan Anda.

6. Boots pendek

Boot pendek juga demikian, diciptakan untuk dikenakan tanpa kaus kaki, membuat orang jadi lupa bahwa kaki juga berkeringat. Sekalipun bahan sepatu boots terbuat dari kulit hewan yang katanya punya pori-pori dan tidak menyebabkan bau kaki, namun toh kulit menjadi media yang tepat untuk perkembangan bakteri.

7. Boots tinggi

Ancaman lain datang apabila boots yang dikenakan tinggi. Selain ancaman bakteri jamur, boots tinggi juga dapat menyebabkan tekanan pada betis dan lutut. Terutama bila desainnya bertemali atau resleting penuh, akan ada tekanan yang besar, menyebabkan kulit tak dapat bernafas.

Kalau semua sepatu dan sandal itu berbahaya, lantas alas kaki yang mana yang aman dan nyaman?

Tips Memilih Alas Kaki yang Sehat

Flat shoes, sandal jepit, sneakers, adalah alas kaki yang resiko keamanannya lebih tinggi ketimbang stiletto. Namun, pastikan Anda mencari merk yang mempertimbangkan kenyamanan, bukan desain atau melulu harga saja.

Apabila memang Anda diharuskan mengenakan stiletto, hindari memakai terlalu lama atau berjalan jauh dengannya.

Hindari sepatu yang terlalu berat dan membeani kaki.

Pilih sepatu yang membuat Anda merasa nyaman dan seimbang, tidak mudah jatuh.
Hindari sepatu yang terlalu longgar atau terlalu ketat.

Selalu rawat sepatu berbahan kulit dan cuci dalam waktu yang rutin sehingga bakteri tidak berkembang di sana.