5 Fakta Penting Seputar Orang Patah Hati, yang Perlu Kita Pahami


Memang tidak mudah menghadapi momen patah hati. Entah karena ditolak, diputus pacar, hingga diselingkuhi. 
 
Tak ada putus cinta yang mudah untuk segera digeluti untuk kemudian dilupakan, inilah yang membuat seseorang sering mengalami gagal move on.

Berikut 5 fakta seputar orang yang patah hati. Setidaknya, bila kita tahu apa yang sedang terjadi pada diri kita, perlahan tapi pasti kita pasti bisa melaluinya.

1. Orang Patah Hati Mendadak Pasif 

Banyak orang pasif di dunia. Namun orang yang patah hati itu pasifnya sangat mudah dikenali. Kadang mereka jadi menutup diri, menarik diri, jarang bersosialisasi, jarang beraktivitas dan sering nampak malas. Wajar sih. 
 
Kadang tubuh dan jiwa kita masih terlalu shock dengan apa yang terjadi dan membutuhkan waktu untuk benar-benar menyadari serta bereaksi pada apa yang sedang terjadi pada diri kita.

Lalu apa yang harus dilakukan? Berikan waktu pada diri Anda. 

Tak masalah bila Anda sementara ini tidak banyak berinteraksi dengan orang lain. Namun bukan berarti Anda harus menjauhi orang lain ya. Bagaimanapun, Anda masih memerlukan orang-orang di samping Anda.
 
2. Keras Kepala dan Tidak Stabil

Karena kegalauan yang melanda, seringkali orang yang patah hati susah menerima nasehat. Wajar saja, karena untuk bisa berubah dan move on, butuh kesadarannya sendiri. 
 
Kebanyakan orang patah hati belum siap menerima nasehat dan saran-saran. Yang mereka perlukan adalah didengarkan dan melampiaskan. 
 
Selain itu, dalam masa ini kebanyakan orang menjadi lebih sensitif yang bisa mengarahkan mereka pada sisi yang lebih rapuh maupun emosional.

Pada masa ini, tidak semua orang terus-terusan keras kepala. Yang perlu dilakukan mungkin adalah jujur pada diri sendiri dan menemukan kemauan untuk membangun diri.  angan terus-terusan larut dalam penderitaan karena hidup terus berjalan.
 
3. Melakukan Perubahan Random

Salah satu hal yang dilakukan orang patah hati pada beberapa saat setelah masa mengurung diri adalah melakukan perubahan yang random.
 
Maksudnya adalah berbagai perubahan yang bisa membuatnya nyaman. Bisa saja melalui perilaku, penampilan dan sebagainya. Kebanyakan orang mengubah penampilannya untuk memberikan suasana baru dan penyegaran identitas.

Adalah hal yang wajar bila kita ingin melanjutkan lembaran baru dengan mengubah penampilan maupun kebiasaan kita. Namun ingatlah bahwa perubahan penampilan tak harus mengubah diri Anda.  Anda hanya menambah pelajaran hidup sehingga berubah jadi lebih dewasa, bukan untuk berubah jadi orang lain.
 
4. Menganggap Masa Lalu adalah Kesalahan dan Penyesalan

Seringkali, yang ditinggalkan dari rasa sakit adalah penyesalan dan dendam. Menganggap apa yang sudah terjadi adalah kesalahan, mengutuknya dan berjanji tak akan menyentuh masa lalu lagi.  Setiap orang punya kebijakannya sendiri untuk kembali berhubungan dengan masa lalu atau tidak. 
 
Namun yang paling penting adalah menjaga supaya Anda tidak tenggelam dalam dendam. Mungkin hubungan masa lalu Anda bisa dianggap sebagai 'kesalahan besar' atau 'kesalahan terindah' dan sebagainya. 
 
Namun apalah artinya Anda jatuh dalam kesalahan kalau Anda tidak belajar? Pasti ada sesuatu yang bisa Anda petik dari sebuah momen yang Anda lalui. Senang maupun susah.

5. Lebih Tegas Berperilaku, Tajam dalam Bicara

Beberapa orang yang patah hati mengalami hal ini. Rasa sakit kadang membuahkan insting untuk melindungi diri dan pengalaman membuat kita menjadi lebih berani. 
 
Dalam hal ini, kadang kita pun jadi berani berperilaku dan berbicara dengan kata-kata yang lebih tajam. Di satu sisi, mungkin kita lebih asertif dalam mengutarakan perasaan dan berbicara, namun kita juga perlu menjaga omongan agar tak malah menyakiti orang lain yang tak ada hubungannya.
 
Bila Anda sudah memasuki tahapan ini, saatnya membuat penyembuhan batin yang tak hanya memikirkan diri Anda sendiri, tapi juga mulai berinteraksi dengan orang-orang di sekitar Anda.