5 Fakta Menarik INFJ, Kepribadian Paling Langka di Dunia


Saat membahas tentang kepribadian, biasanya kita menggunakan hasil tes MBTI untuk menggambarkannya. Tes MBTI atau Myers-Briggs Type Indicator adalah tes yang dikembangkan Isabel Briggs Myers dengan membagi kepribadian seseorang menjadi 16 kelompok.

INFJ atau Intoversion-Intuition-Feeling-Judging merupakan salah satu kepribadian yang unik dan paling sulit ditemui. Faktanya, hanya terdapat 1-3% INFJ dari seluruh populasi bumi.

Berikut beberapa fakta menarik dari seorang INFJ, kepribadian paling langka di dunia.

1. Kepribadian yang saling berlawanan 

INFJ merupakan gabungan dari beberapa aspek yang berlawanan. Tak heran banyak yang mengaku sulit memahami mereka. Saat membuat keputusan, INFJ sangat dipengaruhi oleh intuisi dan perasaan, sehingga mereka bisa menyadari hal-hal yang tak disadari orang lain.

INFJ juga bisa menjadi emosional dan rasional dalam satu waktu, yang membuat mereka mereka sering dijuluki “terlalu rasional buat pemikir, tapi terlalu logis untuk pakai emosi.”

2. The advocate alias sang penasihat 

Kemampuan seorang INFJ untuk membaca emosi dan perasaan orang lain sering membuat mereka dipercaya jadi tempat untuk curhat. INFJ dikenal sebagai penasihat atau advokat yang baik karena mereka punya empati yang tinggi. Saran yang diberikan tak hanya memikirkan perasaan, tapi juga solusi logis untuk memecahkan suatu masalah di masa depan.

Tapi kelebihan INFJ dalam membaca emosi bisa jadi bumerang untuk diri sendiri. Kepekaan ini tak jarang justru berdampak ke emosi mereka yang membuat mereka sering mengalami mood swing.

3. Lebih suka berkomunikasi lewat chat daripada telepon

Orang dengan kepribadian introver (introvert) cenderung lebih suka menghabiskan waktu sendiri. Entah dengan membaca buku, menonton film, atau bahkan tidak melakukan apa pun. Sebab dari me time itulah mereka bisa mendapatkan kembali energinya.

Itulah kenapa sebagian introver tidak suka memiliki hewan peliharaan yang berisik, terlalu clingy, dan merepotkan. Jika kamu merasakan hal yang sama, salah satu peliharaan yang cocok untukmu adalah kucing. Mereka terbiasa hidup secara soliter atau sendirian, sehingga tidak akan merepotkanmu.

Walaupun ahli dalam komunikasi tertulis dan lisan, INFJ lebih nyaman berkomunikasi lewat pesan atau chat. Saat bicara, biasanya seorang INFJ punya banyak pikiran yang berjalan di belakang kepalanya. Ini membuat mereka tak nyaman dengan komunikasi lisan.

Komunikasi lewat chat membantu mereka menyusun pikiran dan kata-kata yang digunakan, sehingga orang lain lebih mudah memahami maksud mereka.

4. Si introver sejati

Meski seorang introver, INFJ kadang dicap sebagai introver gadungan karena bisa jadi sangat cerewet dan semangat. Saat bertemu dengan orang yang tepat, INFJ bisa menghabiskan berjam-jam untuk berinteraksi dan ngobrol. Mereka juga bisa sangat antusias dan berapi-api saat menjelaskan hal-hal yang menarik bagi mereka.

Tapi, pada akhirnya INFJ membutuhkan waktu sendiri untuk mengisi energinya, setelah seharian berinteraksi dengan banyak orang. INFJ juga lebih suka dengan lingkaran pertemanan yang kecil karena mereka cuma ingin berbagi ke orang yang sudah sangat dekat.

5. Mudah terserang burnout 

Saat bertemu dengan INFJ, kita akan tertipu dengan pembawaan mereka yang tenang dan santai. Kenyataannya mereka adalah seorang perfeksionis yang selalu ingin pekerjaannya sempurna. Ini membuat mereka punya standar tinggi untuk diri sendiri. Tak jarang mereka melempar kritik pedas untuk diri sendiri karena kesalahan kecil.

Sifat perfeksionis, idealis, dan tingkat sensitivitas yang tinggi membuat INFJ mudah terserang burnout karena merasa tidak bisa memenuhi standar yang mereka buat sendiri.

Untuk mencegah burnout, INFJ bisa menggunakan to-do list agar target hariannya tercapai dan menulis jurnal untuk mengurai pikiran mereka yang rumit, juga memahami kalau tak ada manusia yang bisa selalu sempurna.

Meski terlihat ramah dan hangat saat bersama orang lain, ternyata kepribadian satu ini sangat kompleks. Jadi orang dengan kepribadian yang langka di dunia ini memang tak mudah. Banyak labirin yang harus INFJ lewati untuk bisa dekat dengan orang lain. Jangan takut untuk membuka hati ya, INFJ!