10 Wabah Ganas yang Telah Membunuh Jutaan Manusia di Dunia (Bagian 1)


Kemajuan teknologi di bidang biologi telah mampu memanfaatkan banyak jenis mikroorganisme untuk menghasilkan produk barang dan jasa untuk kesejahteraan manusia. Ini merupakan salah satu bidang dari rekayasa genetika. Contohnya transplantasi gen menggunakan virus tertentu, atau pembuatan insulin dengan bantuan E. coli.

Tapi, di zaman dulu, sebelum eksistensi mikroorganisme diketahui, mikroba patogen telah menyebabkan terenggutnya jutaan nyawa karena penyakit yang ditimbulkannya. Bahkan hingga saat ini mikroba patogen, mulai virus hingga bakteri, masih tetap menimbulkan penyakit yang tak terduga. 

Berikut ini tujuh wabah ganas yang pernah membunuh tutaan manusia di dunia, jauh-jauh hari sebelum munculnya virus corona.

1. The Black Death

The Black Death (Kematian Hitam) atau The Black Plague (Wabah Hitam), adalah salah satu pandemi paling mematikan dalam sejarah manusia. Wabah ini diperkirakan dimulai dari Asia Tengah kemudian menyebar ke Eropa sekitar tahun 1340-an. 

Jumlah total kematian di seluruh dunia akibat pandemi ini diperkirakan mencapai 75 juta orang! Bahkan diperkirakan kematian mencapai 20 sampai 30 juta hanya di Eropa saja. The Black Death diperkirakan telah membunuh antara sepertiga hingga dua pertiga populasi manusia di Eropa.

Penyakit berbahaya ini disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis. Manusia yang mengalami infeksi Yersinia pestis mengalami tiga penyakit utama: pneumonia (radang paru-paru), septicemia (keracunan darah), dan pes. 

Tiga bentuk penyakit ini diyakini telah bertanggung jawab untuk sejumlah kematian epidemi tinggi sepanjang sejarah manusia. Kini telah diketahui secara meyakinkan bahwa malapetaka tersebut berasal dari populasi hewan di Cina.

2. Polio 

Polio (juga disebut poliomyelitis) adalah penyakit menular yang telah menghancurkan populasi manusia di belahan bumi Barat di paruh kedua abad ke-20. Walaupun polio telah menjangkiti manusia sejak zaman kuno, wabah yang paling luas terjadi di paruh pertama 1900-an, sebelum vaksinasi dibuat oleh Jonas Salk, dan telah tersedia secara luas pada tahun 1955.

Polio adalah penyakit kelumpuhan anggota gerak, umumnya kaki, yang disebabkan oleh virus. Sekitar 95% kasus tidak menunjukkan gejala sama sekali (polio asimtomatik). 

Virus dapat mempengaruhi saraf yang mengendalikan otot-otot di tungkai kaki dan otot-otot pernapasan, sehingga menyebabkan kesulitan pernapasan dan kelumpuhan pada lengan dan kaki. 

Infeksi yang tinggi di sumsum tulang belakang atau di otak bisa meningkatkan risiko masalah pernapasan dan menyebabkan kematian. Virus polio telah menewaskan lebih dari 10.000 orang seluruh dunia mulai 1916 hingga sekarang.

3. Cacar (variola vera) 

Cacar adalah penyakit menular yang serius dan kadang-kadang fatal. Tidak ada obat khusus untuk penyakit cacar. Yang ada hanya pencegahan melalui vaksinasi.

Ada dua bentuk klinis dari cacar. Variola mayor (besar) adalah bentuk parah dan paling umum, ditandai dengan ruam kulit yang luas dan demam tinggi. Secara historis, variola besar memiliki tingkat kematian keseluruhan sekitar 30%, namun perdarahan yang terjadi bisa berakibat fatal. Variola minor merupakan bentuk kurang umum dari cacar. Jenis ini kurang parah, dengan angka kematian historis 1% atau kurang.

Penularan terjadi melalui inhalasi (pernapasan) virus variola di udara, cairan atau lendir dari mukosa mulut, hidung, atau faring orang yang terinfeksi. 

Penyakit ini berasal dari Amerika Selatan pada abad ke-18, dan membunuh lebih dari 60 juta orang. 

4. Kolera

Kolera adalah suatu infeksi usus halus yang disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae. Gejala utamanya adalah diare dan muntah. Penularan terutama melalui air minum atau mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi. Keparahan diare dan muntah dapat menyebabkan dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit. 

Pengobatan primer dengan larutan rehidrasi oral dan jika ini tidak bisa mengatasinya maka harus dilakukan injeksi cairan elektrolit intravena. Antibiotik bisa diberikan pada pasien dengan kondisi parah.

Diperkirakan kolera telah sering menginfeksi manusia selama berabad-abad. Laporan mengenai terjadinya wabah penyakit mirip kolera ditemukan di India sejak 1000 AD. Kolera adalah istilah berasal dari Yunani khole (penyakit dari empedu) dan kemudian pada abad ke-14 disebut colere (Perancis) dan choler (Inggris).

Pada abad ke-17, kolera adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan gangguan pencernaan yang parah melibatkan diare dan muntah.

5. Ebola

Virus maut ini dinamai dari nama Sungai Lembah Ebola di Republik Demokratik Kongo (dulunya Zaire), yang merupakan lokasi wabah yang ditemukan pertama kali tahun 1976, di sebuah rumah sakit misionaris yang dijalankan oleh biarawati Flemish. Kasus yang ditimbulkan virus ini sebagian besar tetap tidak jelas sampai tahun 1989, ketika wabah dipublikasikan secara luas terjadi pada beberapa monyet di Amerika Serikat. 
 
Gejala yang umum adalah ruam, mata merah, cegukan, dan perdarahan internal dan eksternal yang dapat dilihat pada beberapa pasien. Ketika ruam muncul pada kulit gelap, seringkali tidak terlihat sampai ruam mulai mengelupas. 

Pada wanita hamil, aborsi (keguguran) dan perdarahan berat melalui vagina termasuk gejala umum Ebola. Kematian biasanya terjadi pada minggu kedua. Kematian pada korban Ebola biasanya disebabkan karena kehilangan darah dalam jumlah besar.

Virus Ebola ditularkan melalui kontak langsung dengan cairan tubuh, darah, dan jaringan dari orang yang terinfeksi. Penularan virus Ebola juga telah terjadi pada penanganan hewan atau orang yang sakit atau mati. 

Umumnya hewan liar yang terinfeksi adalah simpanse, gorila, monyet, kijang hutan, kelelawar buah. Penyakit ini menewaskan lebih dari 160,000 orang dari tahun 1976 hingga tahun 2000.
 
Baca lanjutannya: 10 Wabah Ganas yang Telah Membunuh Jutaan Manusia di Dunia (Bagian 2)