10 Kekhawatiran yang Dirasakan Pria Saat Menjadi Seorang Ayah


Setiap calon ayah biasanya merasa kesulitan dalam proses mempersiapkan fisik dan mentalnya ketika anak lahir. Meskipun selama sembilan bulan penuh ibu menjadi pihak yang paling direpotkan, ayah juga memegang peranan penting dalam proses tersebut.

Bahkan mereka sering khawatir akan beberapa hal terkait mengurus anak nantinya. Mengatasi ketakutan sebenarnya adalah bagian normal dari seorang ayah. Namun pria sering memendam rasa khawatir itu dan enggan membaginya dengan pasangan.

Berikut ini adalah 10 kekhawatiran pria saat menjadi seorang ayah.

1. Keamanan

Calon ayah biasanya khawatir jika mereka tidak bisa menggendong bayi, mengganti popok, dan menjaga keamanan bayi dengan benar. Rasa khawatir dan takut ini memang normal. Namun jangan berlebihan dan cobalah untuk menguasainya.

2. Keseimbangan

Keseimbangan kehidupan pribadi dan pekerjaan adalah salah satu tantangan yang dihadapi ayah. Sebab waktu tidak bisa diputar jika ayah melewatkan masa-masa bersama anak. Pria sering khawatir kalau seluruh waktunya tersita untuk pekerjaan atau mereka sulit berkonsentrasi jika terlalu fokus pada keluarga.

3. Seks

Punya anak jelas menyita waktu dan tenaga wanita untuk mengurus bayinya. Sehingga pasangan suami istri akan semakin jarang bercinta. Namun pria sebenarnya hanya perlu sabar akan situasi ini. Jadi jangan khawatir dan takut berlebihan jika seks benar-benar berhenti setelah kehadiran anak.

4. Kehidupan sosial

Punya anak artinya punya tanggung jawab yang lebih besar. Pria pun takut tidak bisa menikmati kehidupan sosial mereka seperti biasanya. Misalnya kebiasaan berkumpul dan jalan-jalan dengan teman. Padahal jika pria bisa menyeimbangkan keduanya, tidak ada hal yang perlu mereka khawatirkan.

5. Pilih kasih

Beberapa pria yang menjadi ayah khawatir tidak mampu membagi perasaan dan perhatian dengan adil antara anak, istri, dan anggota keluarganya yang lain. Tuduhan pilih kasih pun menjadi kekhawatiran tersendiri bagi para pria.

6. Kesehatan istri

Calon ayah khawatir tidak mampu membantu istrinya yang sedang hamil. Misalnya ketika istri mual, kontraksi, atau rasa sakit ketika melahirkan. Namun pria sebenarnya bisa berusaha sebaik mungkin agar selalu berada di sisi pasangan di saat-saat sulit tersebut.

7. Kematian

Adanya hidup baru berarti ada kehidupan lain yang akan segera berakhir. Pria pun menyadari hal itu dan khawatir tidak bisa menemani anak hingga tumbuh dewasa mengingat usianya yang semakin tua. Padahal kematian itu tidak bisa diprediksi, jadi pria jangan sampai terlalu cemas akan hal itu.

8. Kesehatan anak

Selain kesehatan istri, pria juga khawatir akan kesehatan anaknya. Jika anak lahir dengan kondisi kesehatan yang cukup serius, pria yang baru saja menjadi ayah pasti merasa begitu cemas. Untuk menghilangkan perasaan itu, pria cukup memupuk rasa optimis dan percaya bahwa semuanya akan baik-baik saja.

9. Ayah yang baik

Setiap pria yang menjadi ayah pasti memikirkan hal ini dalam-dalam, bagaimana seandainya mereka tidak bisa mendidik anak dengan baik? Daripada terlalu banyak berpikir, sebaiknya berusaha saja sebaik mungkin.

10. Keuangan

Terakhir, pria juga khawatir tidak mampu memenuhi kebutuhan finansial keluarganya. Sebab kehadiran anak pasti membutuhkan biaya yang besar. Sehingga pria yang baru saja menjadi ayah perlu bekerja lebih keras untuk mengatasi masalah finansial yang dikhawatirkannya.