Waspadai Kekerasan dalam Pacaran, agar Tidak Menjadi Korban


Selama ini kita mengenal istilah KDRT yang merupakan singkatan kekerasan dalam rumah tangga. Namun, ternyata, kekerasan tidak hanya terjadi pada orang-orang yang telah berumah tangga, tapi juga pada orang-orang yang menjalin hubungan sebatas pacaran. Data terbaru terkait kekerasan dalam hubungan pacaran bahkan menunjukkan angka yang makin mengkhawatirkan.

Kekerasan yang terjadi dalam hubungan pacaran bisa berbentuk kekerasan fisik, semisal tamparan atau pukulan, juga kekerasan psikis seperti penghinaan dan semacamnya, termasuk kekerasan seksual.

Berdasarkan kenyataan itu, pendidikan tentang kekerasan terhadap pasangan ternyata tidak hanya dibutuhkan buat pasangan yang telah menikah, tetapi juga para remaja yang sedang menjalin hubungan pacaran. 

Dilansir situs Teen Vogue, sebuah data yang diterbitkan oleh LovelsRespect.org menyatakan hampir 1,5 juta siswa SMA di seluruh dunia mengalami kekerasan fisik dari pasangan kencannya, sepanjang tahun. 

Mereka juga melaporkan bahwa perilaku kekerasan ini terjadi pada remaja yang berusia 12 hingga 18 tahun. Hanya sekitar 33 persen remaja yang memberi tahu keluarganya tentang kekerasan yang mereka alami. 

Padahal, hubungan kekerasan pada masa remaja bisa menimbulkan risiko yang tinggi pada korban. Mereka bisa menggunakan narkoba, gangguan pada makan, perilaku seksual menyimpang, dan akan melakukan kekerasan saat berumah tangga nanti. Bahkan, sebanyak 50 persen remaja yang menjadi korban kekerasan dalam hubungan pacaran dan pemerkosaan mencoba untuk bunuh diri. 

Karenanya, sangat penting untuk menimbulkan kesadaran berbagai pihak, untuk meminimalisir angka kekerasan dan pelecehan seksual dalam hubungan asmara para remaja. Hal ini bisa diatasi dengan menormalisasi perilaku kasar sejak dini, dimulai dengan memberikan pendidikan soal kekerasan oleh orangtua.

Lantas, mengapa banyak para remaja yang enggan untuk terbuka mengenai kekerasan dalam hubungan yang mereka alami? Rasa takut. 

Banyak remaja yang takut dan ragu untuk terbuka, stigma di dalam masyarakat pun menjadi momok yang menakutkan. Karenanya, salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan mengadakan konseling secara pribadi melalui beberapa organisasi yang fokus dalam hal ini. 

Salah satunya adalah Break the Cycle. Banyaknya bentuk kekerasan yang dialami kalangan remaja saat ini, membuat organisasi tersebut hadir untuk membantu siapa pun berkonsultasi dengan pakarnya secara langsung.

Jika kamu melihat atau mengalami tindakan kekerasan, jangan ragu untuk menghubungi lembaga resmi seperti KPAI, di nomor telepon (021) 31801556.