Tips untuk Ibu Hamil: Panduan Melewati Trimester Awal Kehamilan

Share:

Trimester pertama kehamilan merupakan masa rawan yang perlu mendapatkan perhatian ekstra, karena pada trimester inilah janin mulai terbentuk dalam kandungan, dan mulai bertumbuh serta berkembang seiring bertambahnya masa kehamilan. 

Apabila ibu hamil dapat menjalani trimester awal ini dengan baik, maka diharapkan usia kehamilan atau trimester selanjutnya dapat dijalani dengan sama baiknya.

Berikut ini adalah panduan yang bisa diperhatikan untuk dapat melewati trimester awal kehamilan dengan aman.

Perhatikan usia kehamilan

Semakin dini mengetahui usia kehamilan, maka penanganan kebidanan yang dilakukan dapat lebih tepat dan ideal. Cara menghitung usia kehamilan adalah dengan menghitung sejak hari pertama menstruasi terakhir. 

Misalnya, Anda mengetahui positif hamil pada tanggal 3 Juli, sedangkan hari pertama menstruasi terakhir adalah 6 Juni. Maka berarti usia kehamilan Anda adalah 27 hari atau 3 minggu lebih 6 hari.

Lakukan pemeriksaan USG

Pemeriksaan USG berfungsi untuk mengetahui apakah kehamilan tersebut terjadi secara normal di dalam rahim, atau di luar rahim. Pemeriksaan USG juga bertujuan untuk mengkonfirmasikan usia kehamilan, terutama bagi ibu hamil yang memiliki siklus menstruasi tidak teratur.

Lakukan pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik mencakup berat dan tinggi badan, juga tekanan darah. Melalui pemeriksaan fisik tersebut, tenaga medis akan dapat lebih mudah dalam memantau kesehatan calon ibu, ataupun tumbuh kembang janin dalam kandungan.

Rutin memeriksakan kandungan

Melakukan pemeriksaan secara rutin ke dokter atau ke bidan bermanfaat untuk mendeteksi tumbuh kembang janin. Apabila terjadi sesuatu yang di luar kelaziman, maka tenaga medis akan dapat segera mengetahui dan melakukan tindakan yang diperlukan.

Pemeriksaan laboratorium awal

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi awal pada waktu kehamilan, dan pemeriksaannya meliputi darah serta urine. Melalui pemeriksaan laboratorium ini, adanya kelainan atau ketidakberesan dalam tubuh ibu dapat segera dideteksi. 

Pemeriksaan darah dilakukan untuk mengetahui kadar Hb, hematokrit, indeks sel darah merah, hitung sel darah putih, hitung trombosit, gula darah, konsentrasi kreatinin, adanya antibodi rubella, dan skrining hepatitis B. Sedangkan pemeriksaan urine ditujukan untuk mengetahui kadar gula, protein, dan bakteri uria dalam urine.

Hindari minum obat sembarangan

Trimester pertama merupakan masa dimulainya pembentukan cikal bakal organ-organ tubuh janin seperti otak, jantung, sistem pencernaan dan sebagainya. Karenanya, pada masa ini ibu hamil perlu menjaga badan sebaik-baiknya, agar tidak terjadi gangguan, dan mengkonsumsi obat secara sembarangan dapat mengganggu proses pembentukan organ-organ vital di atas.

Apabila memerlukan mengkonsumsi obat apa pun, sebaiknya konsultasikan terlebih dulu dengan dokter. Selain itu, sebisa mungkin hindari terjangkit infeksi rubella yang juga berpotensi merusak proses pembentukan organ.

Hati-hati berhubungan intim

Berhubungan dengan pasangan pada trimester pertama tidak dilarang, namun sebaiknya perlu hati-hati. Jika memungkinkan, sebaiknya pasangan memakai kondom atau mengeluarkan sperma di luar, karena cairan sperma mengandung prostaglandin yang dapat merangsang terjadinya kontraksi rahim.

Lakukanlah olahraga

Jika Anda sebelumnya tidak terbiasa berolahraga, sekarang mulailah berolahraga. Jika Anda sebelumnya rutin berolahraga, maka masa kehamilan tidak boleh menghentikan rutinitas tersebut. 

Olahraga memiliki fungsi untuk mengaja kebugaran, sekaligus mempersiapkan otot-otot tubuh agar semakin terlatih dalam menghadapi proses persalinan. Pilihlah jenis olahraga yang relatif aman, sehingga tidak sampai terjadi cedera di wilayah perut.  Selain itu, upayakan agar Anda tidak terlalu lelah karena olahraga.

Hindari tubuh kelelahan

Selama kehamilan, ibu hamil tidak dilarang bekerja sebagaimana tidak dilarang berolahraga. Ibu hamil juga tidak dilarang bepergian. Namun, meski begitu, upayakan agar tubuh tidak sampai kelelahan dalam melakukannya.

Ukuran kelelahan setiap orang mungkin saja berbeda, karenanya Anda harus memperhatikan tanda-tanda yang dikeluarkan oleh tubuh Anda. Jika tubuh sudah terasa meminta beristirahat, maka segera hentikan aktivitas Anda, dan beristirahatlah. Hindari memaksakan diri melawan kelelahan, karena hal tersebut bisa berdampak tidak bagus, baik untuk si ibu maupun untuk janin. 

Jangan terlalu mengandalkan suplemen

Kebutuhan vitamin dan mineral selama kehamilan memang lebih tinggi dibanding sebelum kehamilan. Namun, meski begitu, Anda tidak bisa mengandalkan terpenuhinya kebutuhan tersebut hanya pada suplemen semata-mata. 

Artinya, meski Anda tidak dilarang mengkonsumsi suplemen selama kehamilan demi terpenuhinya kebutuhan vitamin dan mineral, namun Anda tidak bisa menjadikannya sebagai pengganti makan yang utama.

Selain itu, kebutuhan asam folat pada masa awal kehamilan sangat tinggi, untuk mencegah terjadinya cacat pada janin. Karenanya, konsumsilah suplemen hanya sebagai penambah asupan vitamin dan mineral yang Anda peroleh dari makanan pokok Anda.

Hindari konsumsi yang tak perlu

Apabila berat badan Anda tidak kunjung naik, tidak perlu buru-buru berkecil hati, karena peningkatan jumlah kalori memang belum terlalu dibutuhkan di awal kehamilan. Karenanya, Anda tidak perlu memaksakan diri untuk mengkonsumsi hal-hal yang tak perlu.

Yang perlu Anda perhatikan justru makanan atau minuman yang selama ini telah biasa Anda konsumsi. Jika Anda punya kebiasaan merokok atau minum alkohol, sebaiknya hentikan. Selain itu, hindari pula minum kopi dan teh secara berlebihan.

Waspadai perdarahan

Apa pun bentuk perdarahan yang terjadi pada trimester awal kehamilan perlu diwaspadai, meskipun mungkin hanya flek. Jangan anggap sepele hal tersebut, dan segeralah konfirmasikan ke dokter untuk memastikannya.

Buang air besar secara teratur 

Pada masa awal kehamilan, proses pengosongan lambung ataupun usus besar berlangsung lebih lambat dari biasanya. Hal ini terjadi secara alami, karena pengaruh hormon kehamilan. Agar tidak terjadi sembelit yang sering kali dialami wanita hamil, maka biasakanlah untuk buang air besar secara teratur. 

Menghadapi morning sickness

Pada umumnya, masalah berupa mual, muntah, pusing, atau perasaan tidak nyaman lain, terjadi karena pengaruh hormon kehamilan, dan keluhan tersebut akan hilang setelah usia kehamilan mencapai seratus hari. Meski disebut morning sickness, namun keluhan tersebut tidak mesti terjadi di pagi hari, karena bisa saja muncul pada waktu siang atau malam hari—dan hal tersebut adalah normal-normal saja.

Namun, meski begitu, apabila mual dan muntah terjadi secara berlebihan, misalnya lebih dari lima kali sehari, maka sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Ada kemungkinan Anda perlu melakukan rehidrasi melalui infus.

Mintalah dukungan pasangan

Dengan adanya dukungan positif dari pasangan, Anda akan merasa lebih nyaman dan tenteram dalam menghadapi dan menjalani masa kehamilan ini. 

Perasaan positif tersebut tidak hanya mempengaruhi pikiran dan suasana hati Anda, namun juga akan memberikan dukungan positif bagi proses tumbuh kembang janin dalam kandungan Anda. Sebaliknya, perasaan yang resah dan gelisah, bimbang, stres atau depresi, bisa berdampak pada terganggunya tumbuh kembang janin.