Tips Merawat dan Menyimpan Kain Tradisional agar Selalu Baik dan Awet

Share:

Bagi pemilik dan pecinta kain tradisional, menyimpan dan merawat kain tradisional kadang menimbulkan masalah, apalagi jika kain yang dikoleksi sudah tua dan klasik. Untuk menjaga agar koleksi kain tradisional tetap terjaga baik serta awet dalam waktu lama, perlu kiat tersendiri dalam perawatan dan penyimpanannya. 

Berikut ini tip merawat dan menyimpan kain songket dan kain batik.

Merawat dan menyimpan kain songket

Songket dan tenunan adalah kain tradisional bernilai tinggi. Semakin tua dan rumit songket, semakin teliti pula perawatannya. Karena songket terdiri dari tenunan benang beragam jenis, mulai dari benang emas, perak, dan sutra, songket umumnya kurang lentur dibanding kain biasa. Karena itu pula, songket tidak perlu sering dicuci—dan kalau memungkinkan juga tidak dicuci setelah pemakaian.

Setelah dipakai, songket bisa cukup dianginkan saja di ruang dengan sirkulasi udara bagus, atau dihamparkan di suatu tempat. Namun, sebaiknya jangan membentangkan songket di udara terbuka atau di bawah terik matahari. Tunggu sampai sisa keringat dan kelembapan pada songket menguap, untuk kemudian disimpan.

Sebaiknya, songket disimpan dengan cara digulung, dan bukan dilipat. Menggulung songket dengan cara seperti menggulung karpet adalah cara terbaik, karena bisa menjaga tekstur dan kelenturan benang.

Sebelum songket digulung, letakkan kertas minyak atau kertas pola di antara bagian songket, sehingga satu sisi dengan lainnya tidak saling berhimpitan. Gulungan songket tersebut sebaiknya dimasukkan ke dalam tabung atau diikat longgar dengan tali dari kain. Letakkan di tempat yang tidak saling bertindihan di lemari pakaian.

Umumnya, songket juga akan cepat rusak, karena pada bagian atas yang dililitkan ke pinggang meninggalkan bekas kerutan lilitan tali, korset, atau longtorso. Untuk itu, cara terbaik menjaga benang agar tak cepat putus atau rusak adalah dengan menambahkan sambungan kain pada bagian atas songket.

Sambungan kain bisa dijahitkan pada songket sepanjang 10 sampai 15 centimeter asal menutupi bagian sekeliling pingang ke perut. Dengan demikian, tenunan benang tetap terjaga kelenturannya tanpa bekas lipatan dan kerutan.

Jika songket akan disetrika, tempatkan kain halus pada bagian atas. Jangan langsung menggosokkan setrika ke atas songket, karena akan merusak benang.

Merawat dan menyimpan kain batik

Merawat batik tulis dan batik sutra lebih sukar dibanding batik dari kain biasa. Kain batik jenis ini harus dihindarkan dari kelembapan, karena akan merusak kualitas, selain juga akan menyebabkan penjamuran pada kain dan memudahkan pelapukan.

Setelah dipakai, batik sebaiknya diangin-anginkan. Kalau akan dicuci, jangan meremas kain atau memelintirnya, tapi cukup dikucek sedikit dalam rendaman sabun halus (bukan deterjen). Jemur kain batik dengan merentangkannya di bawah tempat terlindung. Jangan paparkan langsung di bawah cahaya matahari.

Jika akan disetrika, perhatikan tanda petunjuk pada tombol setrika. Pilihlah suhu panas yang paling rendah untuk bahan sutra. Gosok dengan menggunakan gerakan satu arah. Jangan menekan setrika berlama-lama di atas kain, karena akan menimbulkan bekas di atasnya. 

Terakhir, jika memungkinkan, batik juga disimpan dengan cara menggulung untuk menghilangkan kesan lipatan.