Tips Menggendong Anak di Saat Hamil, agar Aman dan Nyaman

Share:

Jika Anda baru akan memiliki anak pertama, maka tip ini mungkin belum berguna untuk Anda. Namun, jika Anda telah memiliki seorang anak kecil, dan sekarang hamil, maka tip berikut ini perlu Anda ketahui.

Mungkin Anda pernah menyaksikan atau berpapasan dengan seorang wanita hamil yang sedang menggendong anaknya yang sedang rewel dan meronta-ronta. Karena masih kecil, anak itu pun mungkin belum memahami bahwa ibunya sedang mengandung calon adiknya, dan dia memaksa untuk digendong.

Nah, jika hal semacam itu juga terjadi pada diri Anda, Anda bisa mengingat tip berikut.

Sebenarnya, tidak masalah kalau ibu hamil menggendong anak, apalagi jika anak yang digendong tersebut masih kecil. Hanya saja, sebaiknya Anda tidak sampai kelelahan atau keberatan pada waktu menggendong tersebut. 

Tidak ada batasan berapa kilo beban yang boleh diangkat, tetapi jika perut Anda sudah sangat besar, sebaiknya beban yang diangkat tidak lebih dari lima kilogram. Jika beratnya lebih dari lima kilo, sebaiknya hindari.

Selama menggendong anak, pastikan dia tidak meronta-ronta atau menendang-nendang perut Anda.

Selain itu, batasi waktu menggendong hanya 5 sampai 10 menit saja, karena Anda akan merasa kelelahan jika waktu menggendongnya terlalu lama.

Apabila memungkinkan ada orang lain yang dapat menggantikan, sebaiknya mintalah orang tersebut untuk menggantikan menggendong si anak.

Masyarakat di beberapa daerah tertentu punya kebiasaan menggendong di punggung. Jika memungkinkan, Anda bisa menggendong anak Anda di punggung karena akan lebih aman jika dibanding menggendong di bagian depan. Namun jika Anda belum terbiasa dengan hal ini, sebaiknya hindari saja, karena jika keliru malah dapat jatuh dan mengakibatkan cedera.