Tes untuk Tahu Apakah Anda Terkena Infeksi Menular Seksual

Share:

Infeksi menular seksual (IMS) kadang tidak menimbulkan gejala sehingga tidak disadari. Tapi ada beberapa hal yang bisa dipertimbangkan untuk tahu apakah Anda harus melakukan tes atau tidak dan tes apa yang harus dilakukan.

Rekomendasi yang diberikan oleh para ahli didasarkan pada hasil statistik penelitian mengenai aktivitas seksual dan juga tingkat infeksinya. Meski demikian kesadaran dan edukasi kepada masyarakat tetap menjadi strategi terbaik.

Berikut ini beberapa panduan dasar dalam melakukan pengujian terhadap infeksi menular seksual, seperti dikutip dari MSNHealth, yaitu:

Jika Anda aktif secara seksual

Pusat pengendalian penyakit dan pencegahan (CDC) memberikan rekomendasi untuk melakukan tes HIV pada semua orang dewasa yang aktif secara seksual. Pemeriksaan lainnya yang disarankan adalah tes urine untuk infeksi klamidia dan kencing nanah.

Jika Anda berusia di bawah 24 tahun

Dr H Hunter Handsfield, MD seorang profesor klinis kedokteran di University of Washington menuturkan orang muda seharusnya melakukan pengujian sekali setahun untuk HIV, sifilis, klamidia dan kencing nanah. 

Hal ini tergantung dari perilaku seksual seseorang, jika ia memang belum aktif secara seksual atau memiliki hubungan monogami maka pemeriksaannya bisa sekali tiap 2 tahun.

Jika Anda laki-laki yang hanya berhubungan dengan perempuan

Sebagian besar dokter hanya akan melakukan tes HIV untuk kelompok laki-laki heteroseksual, kecuali ia memiliki gejala tertentu lainnya. Meski begitu jika ia sering bergonta ganti pasangan maka tak ada salahnya untuk melakukan tes infeksi lainnya.

Jika Anda laki-laki yang hanya berhubungan dengan laki-laki

Pengujian yang sangat penting untuk kelompok ini adalah HIV dan sifilis, Dr Handsfield menuturkan jika pasangan yang dimiliki lebih dari 1 maka kemungkinan perlu melakukan pemeriksaan lebih dari sekali dalam setahun.

Jika Anda seorang perempuan

Tes yang sebaiknya dilakukan adalah HIV serta pap smear untuk memastikan apakah ada kelainan pada sel-sel leher rahim (potensi prekanker) yang mungkin disebabkan oleh HPV. Jika usianya masih di bawah 26 tahun disarankan untuk melakukan tes klamidia juga.

Bagi perempuan muda, tes klamidia adalah hal yang penting. Dr Handsfield menuturkan, infeksi ini umumnya tidak menunjukkan gejala tapi bisa melakukan banyak kerusakan.