Ternyata Ada Bahan di Bumi yang Sekuat Vibranium Black Panther


Black Panther, salah satu sosok superhero di dunia Marvel, terkenal dengan kostumnya yang berwarna hitam. Kostum khas itu tidak hanya menyembunyikan sosok di dalamnya (T'Challa), tapi juga memungkinkan pemakainya memiliki kekuatan super.

Kostum Black Panther terbuat dari bahan yang disebut vibranium. Rahasia dari kekuatan yang dimiliki pemakainya adalah material dasar kostum tersebut. Vibranium merupakan komponen sama yang menjadi bahan utama perisai ikon karakter Marvel lainnya, yakni Captain America.

Vibranium, tentu saja, tidak ada di dunia nyata, karena ia hanya bahan fiksi yang diciptakan oleh si pembuat komik. Dalam kiah di komik, vibranium hanya ada di sebuah negara berteknologi tinggi yang sama-sama fiktif, yaitu Wakanda.

Vibranium menjadi elemen penting dalam dunia fiksi ilmiah Marvel. Bahan ini diceritakan digali dari sebuah lokasi di Bumi, layaknya sumber minyak di daerah Timur Tengah. Lokasinya di Wakanda, tempat jatuhnya sebuah meteor besar pada 10.000 tahun yang lalu.

Dalam film, vibranium merupakan bahan metal yang mampu menyerap gelombang dan getaran lain. Ia mengubah energi kinetik dan getaran atom dari proyektil menjadi bentuk energi yang tidak mematikan.

Energi kinetik peluru biasanya akan menyebabkan getaran atom ekstrem sehingga ikatan kimia yang disatukan pada setelan luar akan rusak, dan peluru akan menembus tubuh.

Hal ini menjadikannya material yang tepat untuk alat-alat perlengkapan perang, seperti senjata dan perisai. Singkatnya, berkat material tersebut, setelan Black Panther tahan terhadap serangan peluru.

Terdengar seperti cerita untuk anak-anak? Bagi Anda yang setuju, tunggu dulu. Karena seorang profesor astronomi memiliki penjelasan secara ilmiah mengenai konsep vibranium.

Dalam sebuah unggahan blog, James Kakalios dari University of Minnesota, Amerika Serikat, menjelaskan seperti apa bahan vibranium itu di dunia nyata. Kakalios, yang menjadi penulis buku The Physics of Superheroes, menyatakan ada bahan nyata yang mendekati kekuatan vibranium. Namanya grafena.

Grafena merupakan bahan yang terdiri dari satu lembar atom karbon, tersusun dalam pola hexagonal. Ia merupakan salah satu bahan tertipis yang pernah diciptakan manusia. Meski tipis, grafena memiliki sifat yang fleksibel dan lebih kuat dari besi.

Dalam buku tentang substansi, ilmuwan Les Johnson dan Joseph E. Meany menjelaskan bahwa bahan dasar grafena adalah grafit yang kemudian dipisahkan secara kimia. Sebagian besar berubah menjadi bubuk, dan para ilmuwan masih mencari tahu bagaimana mengubahnya menjadi lembaran seperti plastik.

"Grafena saat ini terkandung dalam sejumlah produk konsumen. Bahan ini sudah keluar di pasaran. Namun grafena tersebut memiliki komposisi sangat kecil, dan dicampur menjadi bahan-bahan lain seperti karet dan plastik dan semen dan cat dan tinta," ujar Meany dikutip dari The Verge.

Grafena dicampurkan dengan maksud untuk meningkatkan dan mengubah sifat bahan lainnya. "Masalah produksi grafena terletak pada pembuatan lembaran yang sangat besar, katakanlah bahwa dalam bentuk yang dapat Anda lihat dengan mata kepala sendiri."

Kembali ke Kakalios, ia mencatat bahwa di film Black Panther, ledakan yang diserap oleh setelan vibranium harus dipentalkan ke suatu tempat. Energi tidak bisa hilang. Oleh sebab itu Kakalios menyatakan sebuah fenomena yang disebut sonoluminescence, di mana gelombang diubah menjadi cahaya.

Energi gelombang suara biasanya berkali-kali lebih kecil dari energi dalam seberkas cahaya, jadi ini adalah salah satu cara agar sejumlah besar energi kinetik akibat proyektil yang terkena dampak dapat diubah menjadi bentuk yang tidak mematikan.

Secara teoritis, hal ini mungkin terlihat seperti seberkas cahaya yang terpancar dari setelan baju setelah benturan. Tapi di film tersebut, adik Black Panther bernama Shuri, seorang jenius ilmiah yang memiliki keahlian menyaingi Tony Stark (Iron Man), telah merancang setelan sedemikian rupa untuk menyimpan energi kinetik yang ditembakkan sehingga bisa digunakan dalam serangan balik.

Kostum tersebut kemungkinan memiliki sejumlah kabel serat optik yang terjahit di dalamnya, dan memiliki penyimpan daya optik yang dapat dilontarkan kemudian.